Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
aBAB 64


__ADS_3

"Hah.... Sepertinya otakku ini bermasalah." Celetuk Ani.


"Ada apa denganmu? Kau bahkan tak bisa tenang ya sekarang anakmu sedang tidur tahu !!" Monica menaikkan suaranya.


"Astaga kau berani teriak padaku? Memangnya dia anakmu? Hahhh Monic.... Padahal aku dulu sangat pintar menggambar. Sekarang tanganku menjadi kaku karna sudah berhenti memegang pensil lebih dari tiga tahun."


"Beb.... Gimana kalau hati ini aku ngajarin kamu bikin gambarmu jadi bagus? Aku rasa kita masih bisa menundanya sedikit lagi. Tapi kau janji ya harus mencarikan aku penjahit untuk menjahit baju desainku. Beb lebih baik kau tidak menolak karna aku juga sudah membuang waktuku yang berharga untuk mengajarimu menggambar." Kata Monica panjang lebar.


"Kamu tenang saja Monica. Aku akan membantumu. Tapi tolong berikan aku sedikit kepintaranmu itu. Otakku sudah berhenti bekerja empat tahun lalu." Kata Ani merendah. Benar . . Dia melupakan semua cita-citanya hanya untuk menjadi istri yang baik dirumah. Tapi siapa sangka si brengsek itu malah menghancurkan hidupnya berkeping-keping bahkan hanya untuk bermimpi tentang bahagia hari ini saja dia tak berani.


"Hai....!!! Apa apaan wajahmu itu !! Ayo sini dosen Monica akan mengajarimu sampai kau pintar !!" Monica langsung beraksi alias mulut ala emak-emaknya yang sedang mengajari anak sekolah. Yang diajari hanya manggut-manggut mendengarkan.


💞💞💞


"Hah .... Dasar anak itu beraninya mengabaikan aku ya !! Lihat saja akan aku obrak Abrik cafenya !!" Seorang wanita paruh baya dengan kacamata hitamnya turun dari mobil sport milik membuat semua yang disekitarnya menoleh kearahnya. Namun tiba-tiba ada seseorang yang mengambil tasnya.


"Ahhh tolong ada jambret.!! Tas saya !!!" Teriaknya. Beberapa orang yang melihat pun langsung mengejarnya ada juga yang menenangkan wanita paruh baya itu.


Monica yang melihatnya pun tak ambil pusing dia ikut berlari mengejar penjambret itu. Saat penjambret itu memasuki gang kecil Monica memutar arah. Mencoba mencari ujung gang lewat jalur pintas. Benar saja tak menunggu lama dia berhadapan dengan penjambret itu yang masih belum menyadari kehadirannya karna pandangannya masih melihat kebelakang. Ditendangnya penjambret itu dan langsung tersungkur. Tas nya pun terlempar.


"Brengsek bocah tengik jangan ikut campur atau kau akan tahu akibatnya!!!" Ucap laki-laki itu.


Monica yang mencoba mengambil tas pun langsung waspada. Adegan tinju pun terjadi Monica mendaratkan tendangan dan pukulannya telak di tubuh penjambret itu. Kemudian diraihnya tangan kanan laki-laki itu. Dan..... Dia menarik dan membanting laki-itu. Setelahnya meninju habis-habisan.


"Ohokkkk...ampun... Ampun". Rintih laki-laki itu.


Beberapa orang yang tadi mengejarnya pun melongo melihat seorang gadis mengalahkan penjambret itu bahkan dengan entengnya membanting tubuh laki-laki itu. Wanita yang tasnya dijambret ikut berada di lokasi tempat Monica menghajar laki-laki itu.


*Ya ampun... Apa aku mimpi?.... Plllaaaakk* wanita paruh baya itu menampar pipinya sendiri. Seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


*Menakjubkan*....


Monica pun menyadari bahwa banyak orang yang berada disekitarnya kemudian bergegas mengambil tas wanita itu. Sedangkan bapak-bapak yang mengejar penjambret tadi pun meringkusnya lalu akan diserahkan ke kantor polisi.


"Bu ini tasnya. Lain kali hati-hati ya. Kalau begitu saya permisi." Monica tersenyum kemudian berlalu.

__ADS_1


*Hah? Dia langsung pergi? Apa dia tak meminta imbalan dariku? Apa dia tak tahu apa yang dia selamatkan didalam tas ku ini? Zaman sekarang ada gadis yang bahkan tak tertarik dengan imbalan begini? Apa dia tak membutuhkan uang*?


Wanita paruh baya itu pun melamun namun beberapa saat dia ditegur.


"Bu ini penjambret ya mau saya bawa kekantor polisi. Ibu bisa ikut kami?"


"Ehhh.... Tapi saya.. buru-buru."


Aku harus tahu siapa gadis itu. Jika anak kurang ajarku itu masih belum memiliki pacar juga aku akan mendesaknya menikahi gadis itu.


"Tapi ibu harus ikut soalnya ini butuh saksi dan barang bukti."


"Ah baiklah pak."


Kalau kita berjodoh pasti akan bertemu lagi.


****


"Monica kamu dipanggil sama mas Kevin". Kata Karin.


"Hei ngapain bengong. S E K A R A N G !!! Karin pun meninggikan suaranya. Membuat Monica berlari kecil menuju ruangan Kevin.


DI RUANGAN KEVIN


"Mas Kevin manggil aku? Ada apa?" Tanya Monica. Mencoba menenangkan hatinya.


"Kamu bahkan gak mau basa basi ya?" Kevin menatap tajam kearah Monica.


"Apa maksud mas Kevin?"


"Ayo kita jalan-jalan? Nanti pulang kerja aku akan mengantarmu pulang."


"Enggak usah mas nanti soalnya aku mau pakai ojek online saja. Lagian lebih enak."


"Kamu membantah bosmu?"

__ADS_1


"Maaf mas Kevin aku gak bisa jawab. Aku hanya bisa jawab jika ini masalah pekerjaanku hari ini."


Kevin menautkan kedua alisnya. Apa maksudnya ini.


Tiba tiba....


*Brak*....!!!!


"Eh monyong setan kuntilanak !!!" Monica pun tak ayal terlonjak kaget. Berbeda dengan Kevin dia masih tetap tenang menghadapi situasi ini. Karna dia sudah memperhitungkan bahwa hal ini sudah pasti akan terjadi hari ini.


"Hei anak kurang ajar!!! Bagaimana bisa kau mengabaikanku? Kau tahu kau benar-benar menjadi anak durhaka sekarang !!!" Ucapnya lantang.


Hah? diakan ibu-ibu yang tadi kan? Bagaimana bisa langsung masuk kemari? Apa hubungannya dengan mas Kevin. Wahhh... tadi aku terburu-buru untuk segera berangkat kerja. Jadi gak terlalu lihat penampilannya. Gila !!! cantik banget. Apa dia kakak perempuan mas Kevin ya. Gayanya ya Allah cool banget. aaaaaaa


"Monica kamu keluar dulu. Nanti aku panggil kamu lagi ya." Ucap kevin sambil berdiri.


"Eh oh.... iya mas Kevin. Kalau gitu aku permisi dulu ya." Monica hendak menarik dirinya meninggalkan ruangan yang baginya sesak itu. Mencoba memberikan peluang untuk keduanya membicarakan masalah mereka. Namun tangan wanita paruh baya itu menahannya. Membuat Monica dan Kevin pun menautkan alis mereka.


"Tunggu." Wanita itu membuka kacamatanya. Kemudian sambungnya. "Kau ingat aku?"


"Iya.... Anda baik-baik saja?" Tanya Monica.


"Tentu berkatmu. Terima kasih sudah menolongku. Emmm" Dia melirik kearah Kevin yang semakin bingung. "Kamu kerja disini?"


"Iya nyonya. Saya bekerja part time di cafe ini."


"Kalau begitu ikut aku. Kita makan yang banyak aku yang traktir." Dia menarik tangan Monica dengan cepat.


"Mama !!!" Teriak Kevin.


Jedarrrr..... Monica seakan tersentak.


*Mama*?


 

__ADS_1


__ADS_2