Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 115


__ADS_3

"Kok kamu disini Ri?" tanya Kevin.


"Mulai hari ini aku ngampus disini kak,"


"Yaudah kalau gitu nih duit uang jajanmu," Kevin segera membuka dompetnya.


"Tapi kak Ardan sudah ngasih uang kok kak. Kalau Rianna mau belanja nanti deh minta kakak," Rianna menolak halus.


"Oh....oke.... Belajar yang rajin ya. Kupikir kamu akan masuk jurusan program pastry. Gak nyangka malah jurusan desain," Kevin mengacak rambut Rianna.


Pastry? Memangnya nih cewek bisa bikin kue? Cih boongan. Monica.


"Duh kakak aku kan udah dandan cantik. Jangan diusilin,"


"Hah.... Yaudah kakak tinggal dulu ya. Nih nitip kakak iparmu, Monica," Kevin menarik tubuh Monica mendekat kearahnya.


Kakak ipar ckckck. Monica.


Sepertinya Monica masih kesal sama Rianna. Entahlah aku juga bingung jika diposisinya. Ani.


"Siap komandan !!" Ucap Rianna dengan mengangkat tangannya hormat kepada Kevin.


"Sudahlah sana masuk !!"


Mereka berempatpun memasuki ruang kelas desain. Tak dipungkiri Kevin yang akan memberikan uang kepada Rianna malah berujung mereka menjadi pembicaraan para mahasiswa.


"Gila gak nyangka ya, ternyata kalian pela*** semua !!"


"Ya ampun tadinya aku tu udah kagum sama nih cewek. Eh gak taunya....."

__ADS_1


"Gila ya dapat berapa loe semalem hah? Gimana kalau nanti malam loe temani gue," ucap salah seorang mahasiswa.


Rianna memutar bola matanya kesal.


"Ternyata kalian semua simpenan om om ya?"


"Tutup mulutmu !!" Teriak Rianna. Rianna segera bersiul. Kedua pengawal yang tadinya berada diluar kelas itupun mendekati Rianna. Semua anak yang berada diruangan itu pun mulai ketakutan. "Aku anak baru disini. Gak nyangka mulut-mulut loe pada disini pada lemes banget sih?! Kalau kalian disini mau bergibah mending gak usah ngampus !! Kasiankan orang tua kalian susah-susah cari duit tapi kalian kayak gini?"


Hening melenggang....setelahnya.


"Tadinya aku gak mau Lo pakai kekerasan? Tapi kok aku dibilang jala*** !!!"


"Maaf....." Laki-laki yang mengucapkan kalimat merendahkan itulah yang menjadi sasaran utama Rianna. Dia menggerutukkan giginya. Amarahnya membuncah. Tangannya memberikan isyarat kepada dua pengawal. Akhirnya bugh....bugh....bugh..... Laki-laki itupun roboh seketika namun masih sadar.


"Cepetan panggil dosen !!"


Terlihat beberapa dosen beserta rektor juga berada disana.


"Kamu mahasiswi baru belum ada satu hari tapi sudah bikin masalah !!" Teriak dosen Gio.


"Tata Krama kamu dimana hah?" teriak rektor.


Rianna diam ...kedua pengawal itupun berdiri dengan santai dibelakangnya.


"Kamu akan dikeluarkan dari sini!!!"


"Apa kamu tidak tahu kalau Axcel ini termasuk donatur disini?"


Rianna memejamkan kedua matanya kemudian tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Jadi kakak ipar. Selama ini kakak disini tapi ada banyak mulut yang busuk mengatai kakak? Katakan....kenapa kakak diam saja?" Ucap Rianna. Ani diam tak bergeming. Dia tak tau apa maksud dari Rianna. "Saat kak Ardan mengantar kakak kekelas apakah gak ada yang ingin dikatakan?"


Ani masih diam. Apa maksudnya? Tunggu, bukankan waktu itu..... Jessica mengatainya bahwa dia memiliki sugar Daddy. Tapi bagaimana Rianna tau.


"Hei anak gak tau diri apa maksudmu?!" Teriak dosen Gio. Seakan belum terima laki-laki bernama Axcel babak belur.


"Keluarkan laki-laki sampah ini beserta dengan Jessica," kata Rianna santai.


Semuanya terlonjak kaget.


"Apa maksudmu? Lagipula punya hak apa kamu Rianna?!" Teriak Jessica.


Semua yang berada disana masih menoleh kearah Jessica. Bagaimana dia tahu nama Rianna? Padahal Rianna bahkan belum memperkenalkan dirinya.


"Hehehe lama gak ketemu ya kakak tiriku yang cantik,"


Semuanya sekali lagi terlonjak kaget. Rianna dan Jessica ternyata memiliki hubungan rumit? Terlebih Jessica dia segera membungkam mulutnya yang keceplosan memanggil nama Rianna. Begitu pula dengan Ani dan Monica. Mata mereka membulat sempurna.


"Dasar gadis gila !!!" Teriak Jessica.


Rianna memejamkan kedua matanya seakan teringat sesuatu.


"Hehehe lama gak ketemu kakak ternyata semakin gak waras saja ya,"


"Elo yang gila!! Kenapa loe ngikutin gue hah?! Dasar gila,"


Rianna memejamkan kedua matanya mencoba bertahan walaupun tubuhnya bergetar hebat.


Dia bangkit berdiri. Matanya menunjukkan kilatan amarah, tapi dia masih ingin memainkan perannya.

__ADS_1


__ADS_2