Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 68


__ADS_3

"Mas..... gimana penampilanku?" tanya Ani.


Mata Ardan seakan tak berkedip. Memang istri kecilnya itu memiliki paras yang cantik. Namun selama ini dia hanya memakai make up ala kadarnya saja. Sekarang setelah di poles lebih apik menambahkan aura yang menonjol. Benar-benar tak percaya bahwa wanita dihadapannya kini adalah istri kecilnya.


Dres dengan panjang tanpa lengan berwarna biru muda. Benar-benar membalut sempurna ditubuh mungilnya. Ditambah rambutnya dikemas apik dengan disanggul dan menyisakan sedikit rambut disisi kanan dan kirinya.


"Mas Ardan?"


"Eh.... iya..."


"Ini gimana? Sama mbak Agnes didandani habis-habisan!!" Gerutu Ani.


"Hehe cantiiiikkkk banget. Jangan dongkol gitu sayang. Toh gak tiap hari kan tampil kayak gini?"


"Emang pesta apa sih mas?"


"Hanya pesta biasa saja kok. Bukan pesta perusahaan."


"Lah kata mami tadi? Bukannya pesta perusahaan?"


"Bukan sayang. Biar kamu nurut dikitlah. Kalau penting kamu kan gak bakalan protes. Hehe sudah dong sayang jangan pasang wajah cemberut gitu. Udah cantik-cantik juga kok."


"Iiiih mas Ardan !!! Kenapa gak ngomong jujur sih tau gitu...." Ani memonyongkan bibirnya.


"Sayang !! Ini juga penting kok. Pestanya Dion soalnya." Mencoba mencari alasan sekali lagi.


"Pestanya mas Dion?"

__ADS_1


"Iya sayang. Gak tau juga sih pesta apa. Lagian kan Dion juga sahabatku."


"Hah... Baiklah. Ayo kita berangkat."


Pak Surya membukakan pintu untuk tuan dan nona mudanya. Kemudian berputar menuju kemudi. Mereka berangkat.


Duuhhh semoga aja aku gak bikin malu mas Ardan di pesta nanti.


Maaf sayang aku akan membawamu untuk melihat pertunjukan yang seru. Sebenarnya ini adalah awal dari balas dendam kita.


Setelah empat puluh menit mobil memasuki pintu gerbang sebuah rumah mewah. Terlihat mobil-mobil kalangan atas pun bertengger rapi di halaman si empunya rumah. Begitu pula dengan hiasan dan dekorasi rumahnya dihias sedemikian rupa.


Pak Surya membukakan pintu untuk tuan dan nona muda nya. Ani takjub dengan pemandangan apa yang kini berada di pelupuk matanya. Benar-benar pesta kalangan atas. Dari yang dia tahu. Memang Dion sedikit berbeda dengan Ardan maupun kevin. Persahabatan mereka bertiga terbilang unik dan bertahan lama dari semasa SMP hingga sekarang. Benar-benar persahabatan yang kokoh sekali. Ardan yang terkenal sikap dinginnya namun ramah. Kevin sosok pria tampan dan ramah. Sangat mudah diajak berbicara dari ketiga pria yang bersahabat itu. Dan terakhir Dion. Sisi satunya sifatnya receh untuk orang terdekatnya. Namun sangat misterius untuk sisi lainnya. Dia memiliki wajah tampan. Berasal dari keluarga terpandang juga. Untuk itulah dia sangat cocok untuk memainkan peran si konglomerat yang misterius. Karna dia memiliki sifat yang angkuh.


Ardan menggenggam lembut tangan istrinya mencoba memberikan kekuatan. Bahwa ada dirinya yang akan menemaninya nanti.


"Jangan gugup sayang aku tau ini pertama kalimu datang ke sebuah pesta seperti ini." Bisik Ardan lembut. Senyum merekah bak bunga mekar ia sungging di sudut bibirnya.


"Ayo masuk. Tenang saja ada aku disini."


Ardan dan Ani pun melangkah masuk kedalam rumah itu. Dipintu sebelah kiri dan kanan terdapat dua penjaga yang bertubuh tinggi besar. Kemudian Ardan memberikan dua buah lembar undangan ke para penjaga itu. Kemudian mereka mengangguk dan membiarkan keduanya masuk. Ani hanya mengikuti kemana langkah kaki Ardan melangkah.


Begitu memasuki ruangan itu. Suasana begitu meriah. Hiruk pikuk antara tamu undangan pria dan wanita bak sedang menghadiri reuni saja. Benar-benar ramai.


Uhh jangan sampai hilang deh aku.


----------

__ADS_1


Baiklah para hadirin sekalian mari kita sambut bintang utama hari ini. Inilah dia Tuan Dion dan nona Intan Aprillia Dewi. Hari ini adalah hari penting untuk mereka berdua. Mari kita sambut tuan dan nona. Dimohon naik ke atas panggung.


Sesosok gadis dengan senyum merekah berjalan antusias menuju panggung. Ani mengenalnya. Dan kemudian terlihatlah disamping gadis itu berdiri Dion, Sahabat suaminya. Dan dia pun mengenalnya juga.


Hah? Apa-apaan ini? Bukankah itu intan? Enggak ini gak mungkin. Ini gila !!!


Hahahaha nikmatilah kebahagiaanmu. Yah walaupun hanya sementara. Ardan.


"Hentikan !!!" Johan Saputra !! Mantan suaminya. Berteriak dengan lantangnya. Wajahnya pun memerah menahan amarah. Tangannya pun terkepal. Siap untuk dilayangkan. Tentu saja siapapun akan marah. Jika kekasih hatinya yang dicintai dengan sepenuh hati berkhianat bahkan bertunangan dengan lelaki lain didepan matanya sendiri. Kesalahan fatal !!


Intan langsung menoleh kearah sumber suara itu mencuat. Seketika senyum yang dia sematkan di bibirnya sejak awal acara raib entah hilang kemana. Wajahnya pucat pasi. Begitu pula Marzuki. Wajahnya sama halnya dengan putrinya pucat pasi seakan tak memiliki darah di tubuhnya.


"Apa-apaan pria itu?".


"Hei kayaknya bakal ada drama nih?".


"Siapa sih dia?"


Begitulah semua orang yang ada di sana. Berbisik-bisik tentang semua yang terjadi saat ini.


"Ada apa?" tanya Dion.


"Eh.... Aku.... aku... Gak tau." Intan tergagap.


Johan menghampiri bintang acara. Menatap penuh emosi.


"Aku adalah tunangannya !!!" Johan meninggikan suaranya. Sorot mata tajam dia arahkan ke Dion. Sang lelaki yang disinyalirnya merebut kekasihnya.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Akting Dion benar-benar hebat. Seakan-akan dia disinilah korbannya.


"Sepertinya laki-laki ini adalah tunangannya nona intan. Gak mungkin kan ada orang yang gak punya otak mempermalukan dirinya sendiri menghentikan acara penting ini?" Ujar Ardan. Seringai misterius nampak diwajahnya. Ani merinding disampinya. Seakan jantungnya sedang berlomba. Selama ini suaminya tak pernah menampakkan wajah misterius itu.


__ADS_2