
"Sebenernya kalian emang udah nikah?" tanya Nico. Dion dengan cepat mengangguk.
"Kapan? Apa bener tadi malam?"
"Bukan Pi tadi pagi. Makanya aku baru bisa kesini karena emang baru selesai ijab Qabul," memandang Kevin dengan penuh kemenangan.
"Tapi kenapa kami nggak dikabari?"
"Karena emang kedua keluarga besar baru ngasih tau tadi pagi Pi," jawaban dari Dion terdengar mantap dan jelas. Nico menganggukkan kepalanya. Kini Nico memandang Agnes. Gadis itu masih menundukkan kepalanya.
"Jadi kamu dari keluarga Anggara?" tanya Nico. Agnes hanya mampu menganggukkan kepalanya. "Hah....ya sudah. Masalah ini cukup sampai disini. Kevin jangan berdebat. Jangan kekanakan, mungkin memang sudah jalan hidup Dion seperti ini,"
"Iya Pi," jawab Dion dan Kevin bersamaan.
Sebenernya sejak kapan mas Dion sama Agnes dekat? Perasaan nggak pernah deh. Apa waktu kita bermain di taman hiburan kemarin itu ya mereka Deket dan memutuskan untuk menikah? Ani hanya mampu bertanya-tanya dalam hati. Karena ia sendiri tak mempunyai keberanian untuk bertanya langsung. Matanya melirik kearah Monica. Masih dengan aktivitas yang sama memasukkan kue red Velvet kedalam mulutnya.
"Monic, kamu nggak takut gendut ya?" pertanyaan Ani seolah membuyarkan lamunan Monica.
__ADS_1
"Kenapa aku mesti takut gendut?"
"Biasanya anak gadis begitu?"
"Pantang pulang sebelum kenyang beb," Monica terkekeh. Namun yakinlah kue itu benar-benar lezat sekali. Dia memang tak pernah merasakan kue seenak buatan Rianna. "Ngomong-ngomong Ri, kamu kok bisa bikin kue selezat ini?"
"Iya aku juga penasaran," Ani mengiyakan pertanyaan Monica. Bagaimana mungkin gadis yang sangat manja itu bisa membuat kue yang lezat. Bahkan tangannya itu dengan cekatan masih membuat adonan untuk brownies kesukaan Rendy.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Monica itu dia tersenyum. Tapi tangannya bahkan tak berhenti dari pekerjaannya.
"Aku memang bisa membuat kue karena emang dulu mamaku punya toko kue. Dan kebetulan aku sering membantu mama. Karena gak banyak uang yang bisa didapat dari toko kecil itu, aku jadinya membantu mama setiap kali mendapat pesanan kue. Jadi ya aku bisa dan mengerti pada akhirnya," gadis itu sejenak menerawang. Raut wajah yang tadinya bak matahari yang sedang bersinar kini lambat-lambat meredup. Ani yang melihat perubahan dari mimik wajah Rianna akhirnya memeluk tubuh gadis itu.
"Enggak, aku masih bisa bertahan. Aku gak boleh nangis. Nanti kalau aku nangis kakak ipar bakalan tinggalin aku," ucapan Rianna terdengar tak jelas karena suaranya yang parau menahan tangisnya.
Deg...
Sejenak perkataan Rianna menghujam dada Ani dan Monica dengan belati. Keduanya saling berpandangan. Seakan merasa bersalah karena menghakimi Rianna tanpa sebab. Tapi mereka tak munafik kehadiran Rianna membuat keduanya sempat dongkol dan sakit hati.
__ADS_1
"Ri, dengar kalau kau ingin menangis maka menangislah. Kalau kau ingin tertawa maka tertawalah. Aku dan Monica nggak bakalan ninggalin kamu. Kamu bagian dari kami. Jadi tolong jadilah dirimu sendiri Rianna. Kamu gadis yang baik. Sekarang kau sudah punya tiga kakak ipar bukan? Ada aku, Monica dan Agnes bukan? Kamu nggak sendiri Ri," mata Ani pun ikut berkaca-kaca.
"Aku kangen mama hiks hiks hiks. Kenapa mama ninggalin aku," Seperkian detik kemudian Rianna mengeluarkan tangisan yang memilukan. Membuat mereka semua menoleh kearah Ani yang sedang memeluk Rianna. Monica pun menghambur memeluk keduanya. Begitu pula dengan Agnes. Bukankah tadi Ani menyebut namanya juga bukan? Itu berarti dirinya juga termasuk bagian dari mereka.
Dengan langkah tertatih Agnes mendekati mereka bertiga. Begitu sampai rasanya dia ingin berbalik saja.
"Agnes...kemarilah," Monica menarik tangan Agnes. Dengan cepat Agnes memeluk mereka semua dengan tangisan rianna yang menyayat hati.
Aku punya sahabat. Aku punya sahabat. Papa.... Agnes pun ikut terhanyut dalam pelukan itu. Sekarang ada yang akan berjalan bersamanya. Bukan lagi sahabat munafik yang hanya datang disaat senang tapi juga disaat dirinya susah. Dan dirinya kini menemukannya.
Sahabat bukan tentang siapa yang telah lama kamu kenal, tapi tentang siapa yang menghampiri hidupmu dan tidak pernah meninggalkanmu dalam situasi dan kondisi seburuk apa pun.
Tiada yang lebih indah daripada kasih sayang seorang sahabat, sahabat menaruh kasih sayang di setiap waktu selalu ada dalam setiap kesukaran.
*copyright by Google
**💞💞💞
__ADS_1
Itulah kenapa author memberi judul "Mutiara Kasih Sayang" Semoga kalian tetap setia bersama saya terima kasih💞💞**