Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 127


__ADS_3

Disisi lain. Dikeluarga Wijaya. Sedang digegerkan dengan keadaan Ardan yang mual-mual. Dokter sudah dihubungi mengatakan jika mungkin Ardan hanya mengalami siklus kehamilan istrinya. Menggantikannya setidaknya pada trimester pertama. Sekitar tiga bulan.


"Saya berikan vitamin untuk tuan Ardan nyonya. Anda tak perlu khawatir," dokter Annisa kemudian memberikan beberapa vitamin untuk mengurangi mual pada Ardan.


"Benarkah? Wajahnya sangat pucat dok," Gretha masih belum hilang kekhawatirannya. Dia seakan belum puas dengan apa yang dokter katakan.


"Benar nyonya. Mungkin nanti agak siang tuan Ardan sedikit lebih baik. Sedangkan untuk menantu nyonya dia baik-baik saja. Mungkin hanya kaget saja jadi tidak perlu khawatir. Jika ada apa-apa kembalilah memanggil saya, saya akan segera datang. Kalau begitu saya permisi dulu,"


"Saya akan mengantar anda dok," ucap Monica.


"Terima kasih," dokter Annisa membereskan peralatannya kemudian berlalu meninggalkan kamar yang ditempati oleh Ardan.


Gretha menghela nafasnya. Kevin dan Nico hanya berdiam disofa dengan tenang. Sedangkan Rianna masih duduk ditepi ranjang Ani dan Ardan. Karena memang mereka tak begitu mengerti dengan masalah kehamilan yang sedang dibahas. Mereka hanya melihat Ardan mual-mual hebat saat pelayan membawakan sarapan untuk mereka.

__ADS_1


"Yang dikatakan dokter benar mi. Ardan nggak apa-apa. Mungkin efek ngidam jadi lemes begini. Oh ya tolong ya pengharum ruangan diganti dengan wangi buah strowberry. Jangan bunga-bungaan begini. Aku pusing sejak masuk kamar ini," lirih Ardan yang didengar jelas ditelinga Rianna segera saja dia bangkit.


"Biar aku keminimarket," ucapnya kemudian dia bangkit mengambil pengharum ruangan dan melepas pewanginya. Segera saja dia bergegas pergi keluar kamar karena mendapati Ardan sudah mulai mual lagi.


"Anak itu kenapa terburu-buru banget," gerutu Gretha.


"Biarlah mi Rianna kan begitu dekat dengan Ardan. Mungkin gak pengen kalau Ardan kenapa-napa," Nico ambil suara.


"Nak, apa ada yang sakit?" segera saja mereka semua menoleh kearah Ani.


"Aku nggak apa-apa kok. Mungkin kaget aja," Ani mencoba untuk tak membuat mereka semua khawatir. Kemudian dia melongokkan kepalanya mencari sesuatu.


"Rendy sudah bangun semenjak subuh tadi nak,"

__ADS_1


"Mi Smith sudah keterlaluan. Jika suatu hari nanti Ardan khilaf melukai paman, adik mami itu tolong maafkan Ardan. Ardan sekarang ada yang harus Ardan lindungi keluarga kecil Ardan. Keluarga yang baru saja utuh dengan hadirnya sebuah kehidupan baru diperut istriku. Jadi tolong jika saja Ardan khilaf mami bisa memaafkan Ardan,"


Gretha kembali menangis meratapi nasib adiknya yang benar-benar keterlaluan. Dia tau siapa anaknya selain bekerja sebagai seorang Presdir diperusahaan Ardan juga menjalani pekerjaan lain didunia gelap. Nico hanya bisa menghela nafas panjangnya. Dia tau ini sulit bagi Ardan , kehidupannya yang tenang diusik oleh pamannya sendiri. Hanya karena harta kekayaan Smith rela menghancurkan siapa saja yang menghalanginya. Jelas sekali saat ini Ardanlah yang menghalanginya untuk meraih semua kekayaan itu. Karena dialah satu-satunya pewaris keluarga Wijaya.


"Mami mengerti posisi kamu. Maka, lakukanlah nak. Sudah kewajiban seorang suami melindungi keluarganya. Mami nggak bakalan marah sama kamu,"


Sebenarnya Smith sudah memiliki perusahaannya sendiri. Sedangkan Wijaya adalah perusahaan yang dibangun oleh Nico dengan kerja kerasnya sendiri. Benar sekali Gretha berasal dari keluarga yang kaya raya. Namun dia jatuh cinta kepada Nico yang saat itu hanya orang biasa. Perjuangan cinta itu terus berlanjut mereka menikah saat keduanya tak memiliki apa-apa. Hingga kerja keras Nico dari nol itulah membuatnya sukses hingga sekarang. Namun harta dapat menggelapkan hati seseorang termasuk Smith. Adik kandung Gretha. Dia mengatakan jika Nico lah yang merebut harta warisan milik kedua orang tuanya. Salah.... karena Gretha tau Nico sudah berjuang dari nol bersamanya.


Sedangkan kekayaan milik kedua orang tua mereka habis karena kebiasaan Smith yang suka bersenang-senang.


"Aku akan turun tangan sendiri mi bersama ™Ꭰᥲʀκ͢☢Ӄᴎ͟͞ɪ͟͞ԍ͟͞ʜ͟͞ᴛ]™ milikku,"


Tangis Gretha semakin menjadi. Dia tau apa artinya itu. Jika Ardan turun tangan, maka sudah bisa dipastikan Smith akan kehilangan hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2