Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. The End.


__ADS_3

Habis ini aku kasih Bonus Chapter ya 😂😂 kan Rendy sama Elen belum bergoyang 😂😂


"Memangnya siapa yang kau cintai Nak?" tanya Monica dengan lembut.


"Rendy!" jawab Elena singkat padat dan jelas. Bahkn gadis itu masih mengukir senyum di bibirnya.


"Sudah, kita panggil dokter terlebih dahulu. Kau harus lebih sehat Elena. Keluarga Winata akan mengadakan pesta penyambutan untukmu," ucap Rendy sambil melangkahkan kaki keluar ruangan Elena.


Sepertinya Rendy sangat mengenal Elena. Aku yakin dia tau cerita masa lalunya. Terlebih apa tadi? Elena bahkan terlihat biasa saja saat Rendy memperlihatkan organ-oragan tubuh manusia itu. Lebih baik aku bertanya pada Rendy. Daripada aku salah langkah lagi. Jonathan membatin dalam hati.


Dibalik kebahagiaan satu keluarga yang baru saja dipertemukan kembali, ada sosok seorang gadis yang kecewa, insecure dan sedih. Lady mulai beringsut secara perlahan dan hati-hati agar tak disadari oleh Elena dan keluarga barunya. Namun tetap saja Lady yang mulai beranjak menjauh sambil menundukkan kepalanya tertangkap oleh kedua netra Elena.


"Lady!" seru Elena membuat Lady berhenti dan menoleh kearah Elena. Nampak air amta mmebasahi pipinya. "Kemarilah, Lady."


"Elena aku...." Lady tak mampu lagi meneruskan kata-katanya. Elena segera memeluk tubuh Lady. Kini kedua gadis itu sama-sama melimpahkan kasih sayang dan cinta yang tertanam dihati masing-masing.


"Kami akan membawamu pulang, Nak. Kau akan menjadi anak angkatku. Jadilah saudara Elena. Tumbuhlah bersama Elena dengan bahagia. Aku pernah kehilangan anak perempuanku. Sekarang, aku memiliki 2 orang anak gadis yang sangat cantik. Panggil aku mama dan panggil dia papa. Kamu mau kan Nak?" tanya Monica dengan berurai air mata.

__ADS_1


"Bo-boleh?" tanya Lady ragu-ragu.


"Tentu saja! Kau sampai kapanpun tetaplah saudaraku, Lady," jawab Elena dengan memeluk Lady. Begitu pula dengan Monica. Dia juga memeluk dua anak gadisnya. Ardan dan Mariani bernafas lega. Tanpa mereka sadari keduanya pun menitikkan air mata.


"Mulai sekarang namamu Elena Priscillia Winata. Dan namamu mulai detik ini bukan lagi Lady. Melainkan Alana Maheswari Winata. Dua orang gadis di kediaman Winata. Apa ad yang keberatan dengan nama baru kalian?" tanya Kevin.


"Tidak," jawab Lady dan Elena serempak.


****


Rendy menatap pantulan cermin dirinya. Lelaki itu memakai tuxedo putih untuk acara resepsi pernikahannya dengan Elena. Tadi padi keduanya telah melaksanakan prosesi ijab qabul di kediaman keluarga Winata.


Disisi lain, Elena tengah duduk dengan gugupnya. Polesan makeupnya ala pengantin masa kekinian membuat Elena nampak sangat cantik dan elegan. Sedangkan Lady tidak, Alana berdiri di samping Elena dengan senyum yang terus bertengger disana. Membuat Elena semakin gugup.


"Alana! Kau jangan memandangiku seperti itu. Aku benar-benar malu," kata Elena.


"Malu kenapa? Kau sangat cantik, Elena. Hari ini kau dan kak Rendy adalah bintang utama diacara ini. Waah pasti bahagia sekali. Aku akan turut bahagia jika kau bahagia, Elena," ucap Alana.

__ADS_1


"Kau bicara apa? Kau juga akan bahagia. Sama sepertiku, Alana. Sudahlah! Kau menggodaku terus," kilah Elena.


"Gadis-gadis, mari turun." Monica membuka pintu kamar Elena dan melihat dua anak gadisnya itu tengah selesai bersiap-siap. Monica menggandeng tangan Elena untuk mendampingi Elena. Agar Elena tak gugup saat dirinya menjadi pusat perhatian.


Rendy yang melihat Elena turun dari lantai dua begitu terkesima. Elena terlihat jauh lebih cantik dan elegan. Tatapan takjub dari Rendy membuat Elena salah tingkah. Saat keduanya telah berdiri berdampingan, Elen berbisik membuyarkan lamunan Rendy.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Jelek ya?" tanya Elena dengan kedua alis yang bertabrakan.


"Tidak. Kau sangat cantik Elena. Aku yakin kau bahagia sekarang. Aku sangat mencintaimu," kata Rendy.


"Aku juga mencintaimu Rendy."


"Nanti malam aku akan menghabisimu di ranjang, Sayang," bisik Rendy membuat Elena merinding dengan kedua netranya yang melebar.


"Rendy kau keterlaluan! Ini resepsi kita. Bisa-bisanya kau...." Belum sempat Elena meneruskan kata-katanya, Rendy telah mencium dengan lembut bibir Elena. Seakan mengatakan pada dunia, jika mereka berdua telah bahagia.


THE END.

__ADS_1


__ADS_2