
**Nanti malam baru up Azalea ya sama Balada cinta. Hari ini up 2 bab dulu mutiara. Nih udah aku kasih mantap mantap. Besok waktunya yang senam jantungπ€£. Habis seneng2 senep yaπ π
Cover Azalea ganti ini bagus nggak**?
Mutiara Kasih Sayang ganti cover ini bagus nggak?
Authornya gabut gaes π€£π€£π€£π€£π€£ ayo dong kasih like yang banyak. Aku padahal gak minta vote loh πππ HANYA LIKE GAES LIKE !! NGGAK SUSAH KAN????
Kevin mulai memompa tubuh istrinya. Sensasi luar biasa kini mulai mendera keduanya. Walaupun masih merasakan sedikit perih, namun Monica juga merasakan sensasi luar biasa nikmat dari kegiatan panas mereka.
Gelora cinta yang membara, bersamaan dengan penyatuan tubuh dari keduanya. Rasa lelah dan kantuk seakan tak dirasa lagi oleh keduanya. Sensasi nikmat yang diberikan satu sama lain, membuat keduanya seakan menggila. Jarum jam dinding bahkan sudah menunjukkan pukul 02:14 WIB. Entah sudah ke berapa kalinya keduanya mencapai puncak.
"Ahh ... Sayang aku mau keluar!"
"Ehm ... aku juga Massss." Tubuh keduanya berdenyut hebat. Hingga pada akhirnya menggelinjang nikmat. Kevin menjatuhkan tubuhnya dengan kasar disamping tubuh istrinya yang sudah dipenuhi oleh keringat percintaan mereka. Deru napas keduanya masih tak beraturan. Kevin tersenyum bahagia kepada istrinya.
"Terima kasih Sayang. Kau sudah berikan hal paling berharga dalam hidupmu. Kau seutuhnya menjadi milikku saat ini." Kevin mengecup singkat kening istrinya. "Tidurlah kau pasti lelah."
"Nanti Mas. Aku mau ke kamar mandi dulu." Monica mencoba bangkit dari posisinya. Namun tubuhnya begitu lelah bersamaan dengan rasa perih yang mendera begitu hebatnya. Membuatnya kembali limbung dan jatuh dengan kasar di kasur.
"Tidurlah Sayang, kau pasti lelah."
"Aku harus bersih-bersih Mas."
"Nggak usah. Tidurlah, nanti aku yang membersihkannya. Pasti sangat sakit saat ini bukan disana?"
"Iya Mas sakit banget, nyeri."
"Tidurlah Sayang jangan membantah aku yang akan membersihkannya." Merengkuh tubuh Monica dan menyelimuti tubuh polos istrinya yang penuh keringat. Padahal saat ini AC tengah menyala. Namun entah kenapa keringat begitu melekat ditubuh keduanya.
"Baiklah Mas. Selamat tidur." Monica terlalu lelah hingga dirinya sudah tak ingin lagi terjaga. Begitu dirinya memejamkan mata, dirinya langsung terbawa ke alam mimpi.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Sayang. Terima kasih untuk malam ini." Kevin segera meraih sebuah tissue diatas nakas. Kemudian membersihkan inti milik Monica. Setelah dirasa cukup, dirinya melenggang ke kamar mandi dan segera membersihkan diri.
*******
Monica menatap pantulan dirinya di cermin. Kedua matanya membulat begitu menyadari hal gila yang dilakukan oleh suaminya.
"Mas Kevin!" teriaknya kesal. Jangan lupakan bibirnya yang sudah maju kedepan beberapa centimeter.
Ceklek.
Terdengar sebuah pintu terbuka. Dari balik pintu itu keluar sosok laki-laki berkulit putih dengan perut sispact nya. Laki-laki itu berjalan dengan tenangnya. Pemandangan indahpun terlihat rambutnya yang terlihat basah dan juga sebuah handuk yang melilit bagian pinggang ke bawahnya. Menambah kesan so sexy padanya.
Monica berbalik dengan wajah cemberut menatap suaminya. Kevin masih begitu tenang dan santai tanpa menyadari bahwa istrinya tengah kesal. Namun saat Monica baru saja menyadari penampilan suaminya saat ini, dirinya segera menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Rona merah muda terlihat menghiasi kedua pipinya.
"Ngapain ditutupin? Tadi malam sudah merasakan gitu. Apa mau lagi?" Menoleh kearah istrinya.
Sial*n kenapa dia begitu sih aaah perutnya ya ampun gak kuat aku. Ta-tadi malam pantas dia begitu hebat diranjang. Aku terlalu mabuk kepayang jadi aku nggak pernah berpikir untuk mengamati tubuhnya yang indah itu. Monica melirik dari balik celah jari jemarinya. Mencuri pandang tubuh sexy suaminya.
"Sayang pakai bajumu. Tadi utusan mama bawa baju buat kamu sama aku. Hari ini kita check out. Setelah ini kita tinggal diapartemenku saja." Kevin menyerahkan satu paper bag pada Monica. Dengan perlahan Monica menerimanya.
"Tidak Sayang. Aku punya apartement sendiri. Kita juga memerlukan waktu untuk bersama. Mama pasti mengerti." Kevinpun mulai berpakaian. Sedangkan Monica masih termangu tentang tempat tinggalnya. Memikirkan dirinya yang tidak bisa memasak.
Sesaat kedua bola mata Monica membulat. Mendapati pemandangan bercak darah diatas sprei yang berwarna putih. Kemudian dia melirik kearah Kevin. Laki-laki itu terlihat begitu cool. Sepertinya Kevin tak menyadari noda merah diatas kasur itu.
Monica segera melesat menjatuhkan bokongnya diatas noda darah itu. Membuat Kevin menautkan kedua alisnya.
"Ada apa Sayang? Cepatlah pakai bajumu. Kita turun kebawah untuk sarapan." Kevin melingkarkan sebuah jam tangan Rolex ditangan kanannya.
"Ehm Mas." Monica ragu. Mendengar nada keraguan dari istrinya Kevin menoleh kearah Monica.
"Apa masih sakit?" Mendekat kearah Monica.
"Oh ah iya Mas. Bisa nggak kalau sarapan disini. Mas pilihin sarapan buat aku."
"Baiklah Sayang segeralah ganti baju. Aku tak ingin kau sakit. Aku turun kebawah dulu." Mendekati Monica kemudian mendaratkan sebuah kecupan bibir singkat. Setelahnya dirinya tampak berlalu meninggalkan kamar.
__ADS_1
"Hah untung saja." Monica berdiri kemudian menatap horor ke noda darah yang bertengger diatas sprei berwarna putih. "Aku harus segera mencucinya." Ditaruhnya paper bag diatas nakas. Kemudian menarik dengan cepat sprei itu dan melenggang dengan cepat ke kamar mandi.
****
Saat Monica berada didalam kamar mandi, Kevin kembali kekamar.
"Sayang ... Dompetku ketinggalan." Begitu memasuki kamarnya dirinya mematung. Pasalnya kamar itu kosong tanpa adanya sprei putih yang menutupi kasur. Matanya mencoba mengelilingi sudut-sudut kamarnya, namun hasilnya nihil.
Kevin mulai panik. Namun dirinya segera menatap pintu kamar mandi yang seakan terlupakan olehnya. Dengan cepat Kevin menuju ke kamar mandi.
Ceklek.
Kedua matanya melotot begitu mendapati istrinya hendak mencuci sebuah sprei. Segera saja ditariknya dengan kasar sprei itu dari tangan istrinya.
"Mas Kevin!"
"Apa yang kau lakukan?" Nada bicara Kevin meninggi. Seakan kesal dengan apa yang dilakukan oleh istrinya.
"Ma-mau nyuci," jawab Monica dengan gugup. Kini dirinya segera menundukkan kepalanya.
Kenapa mas Kevin balik kekamar? Seharusnya dia masih dibawah. Gerutu Monica dalam hati.
"Kenapa? Bingung aku balik lagi kekamar? Tadi dompet aku ketinggalan. Makanya aku balik lagi. Ternyata aku malah dikagetkan dengan istriku yang hendak mencuci sprei." Kevin melontarkan kata-kata yang begitu menohok hati Monica.
"Kembalikan Mas! Aku bakalan nyuci cepet kok."
"Enggak! Ini hotel Sayang mana ada tamu nyuci sprei hotel."
"Ta-tapi ..."
"Sekarang cepatlah ganti baju. Aku akan memanggil pelayan kamar agar segera mengganti sprei ini dengan yang baru." Kevin mulai beranjak meninggalkan kamar mandi.
"Ma-mas!"
Waduh mati aku! Itu-itu ada anu. Ah gimana dong! Pasti mereka semua bakalan godain kita. Aku pasti malu banget karena malam pertama ini. Mereka semua bakalan nertawain aku. Aaargghhht gimana coba aku ngomongnya.
__ADS_1