Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 132


__ADS_3

"Eh ini kemana? Anji*," teriak Ardan.


"Ya mana lagi? Pulanglah...apa loe gak takut dirumah gimana?"


"Ya takut beg* tapi aku ngidam bakso,"


"Nggak usah deh kapan-kapan aja sekalian kemana gitu. Sekarang lebih baik kesana dulu,"


"Eh b*ngke kita udah keluar dari rumah mau beli makan udah gitu ditembakin masa iya mau balik lagi. Cari bakso elo gak pernah sih ngerasain orang ngidam,"


"Kok elo nyolot sih? Kan bisa kapan-kapan beli baksonya. Lagian maksa banget sih elo?"


"Yaelah Vin !! Gue seharian belum makan nasi !!"


"Ya udah sih makan nasi dirumah,"


"Heh Bangs** gue ngidam kagak bisa makan nasi beg*. Cuma bisa makan tertentu aja. Udah balik lagi,"


"Dasar setan," sungut Kevin. Meski begitu dia tetap memutar kemudinya untuk mencari bakso.


Gue khawatir banget nih gimana ayang bebeb gue disana. Saat kayak gini masih aja nih bocah minta aneh-aneh.

__ADS_1


💞💞💞


Disisi lain....


Lita pelayan pribadi Gretha itu tersungkur dilantai. Seketika Zack mengedarkan pandangan kesekeliling terlihat seorang penyusup mengarahkan pistolnya kearah Lita. Mungkin belum puas dengan hasil hanya luka kecil dilengannya.


Segera Zack berdiri dan menyambar tubuh mungil Lita sebelum akhirnya dor dor ....tembakan itu mengenai lantai.


"Kamu nggak apa-apa?" tanya Zack. Lita hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian dia bangkit dari posisinya. Kembali bersiaga. Luka yang mengeluarkan darah segar tak lagi terasa. Yang ada hanyalah ingin segera mengakhiri suasana yang mencekam ini.


Lita kembali meraih pistol dan mengisi peluru kembali. Begitu pula dengan Zack. Keduanya bersiaga seperkian detik menganggukkan kepalanya. Dan... Keduanya berlari secepat kilat hingga akhirnya menyerang membabi buta seorang penyusup itu menghujaninya beberapa timah panas diulu hatinya. Saat dirasa satu penyusup itu roboh. Tewas seketika. Zack segera menarik tubuh Lita bersembunyi diruang kerja Nico.


Nafas keduanya memburu. Kemudian mengisi kembali pistol dengan peluru baru. Jangan sampai keduanya kehabisan peluru.



Beberapa diantara pengawal Nico sudah terkapar dilantai. Segera saja Zack melesatkan timah panas miliknya. Begitupula dengan Lita. Namun mereka hanya sekadar melumpuhkan penyusup itu. Tapi tentu saja penyusup itu sudah bersimbah darah.


"Menyerahlah !!" teriak Zack.


"Hah....toh...aku hah...akan....mati hah...."

__ADS_1


Lita segera menyimpan senjatanya kembali. Dan kemudian Zack menyeret laki-laki itu.


"Letakkan disana aku ambil alat-alatku. Kita tidak punya banyak waktu atau dia akan mati," gadis itu segera melesat untuk mencari peralatannya. Keahliannya selain menembak dan bela diri dia juga seorang dokter.


Zack hanya menatap nanar setiap pergerakan gadis itu. Padahal gadis itu juga sedang terluka. Tapi dia malah masih tenang-tenang saja.


"Jangan beri dia obat bius Lita. Biar saja dia merasakan akibatnya,"


"Jangan begitu. Begini-begini dia tetap pasien,"


"Tapi kau juga seorang pasien Lita," namun sia-sia sudah semua perkataan Zack tak digubris oleh Lita. "Oke. Aku lebih baik mengumpulkan semua yang terluka dan melaporkan ketuan. Eh nanti sajalah takut kamu kenapa-napa,"


Zack pada akhirnya hanya mengendikkan bahunya. Gadis itu seakan menulikan telinganya. Dia fokus dengan pasiennya operasi kecil pengambilan peluru untuk penyusup itu. Dan itu juga merupakan sebuah kartu as untuk Keluarga Wijaya mendapatkan info. Dirumah milik Gretha dan Nico ini memang dilengkapi dengan berbagai alat kedokteran. Namun mereka tentu saja menggunakan itu semua untuk mengurus pengawal dan kaki tangan mereka yang terluka.


Ardan dan Kevin pun kembali kerumah utama setelah berbagai perdebatan kecil dan mendapatkan lima belas bungkus bakso. Dan benar saja benar-benar terjadi penyerangan hingga rumah itu tak berbentuk. Segera Ardan menelfon anak buahnya yang masih dimarkas, untuk membantu merapikan segala sesuatu yang kacau dirumah ini. Dan saat hendak memasuki rumah itu sayup-sayup ada yang memanggil namanya.


"Tuan muda Ardan," seorang laki-laki tampan dengan usia sekitar tiga puluh tahunan itu menundukkan kepalanya dengan hormat. Begitu dia mengangkat wajahnya, Ardan tersenyum.


"Selamat datang Kaisar. Aku menantikan kedatanganmu,"


💞💞💞

__ADS_1


Haloha teman-teman !!! Aku punya rekomendasi novel yang bagus nih untuk kalian. Ceritanya ringan dan enak banget dibaca. Ini milik temanku kak Nuryani "Kisah Cinta Derly" Sok mangga mampir 😁😁



__ADS_2