
Visual Rianna.
Cinta memang buta. Tak akan ada yang tau kemana akhirnya ia akan berlabuh.
****
"Bagaimana Dok keadaan anak saya?" Smith langsung bangkit begitu melihat seorang dokter keluar dari ruangan Rianna.
"Alhamdulillah sekarang kondisi pasien sudah lebih baik. Tetapi...,"
"Tetapi kenapa Dok?" Nico menyela penjelasan dari dokter.
"Sepertinya harus ada Dokter yang ahli di bidangnya tuan. Karena kondisi psikis pasien saat ini benar-benar disituasi yang cenderung mengarah ke depresi berat tuan. Saya ada kenalan dokter Samuel. Jika anda berkenan saya akan menghubungi dokter Samuel untuk menangani pasien,"
"Silahkan dokter. Lakukan yang terbaik untuk anak saya. Berapapun biayanya saya akan membayarnya,"
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu tuan,"
__ADS_1
Smith menjatuhkan bokongnya dikursi. Tak berapa lama kemudian dia mendengar derap langkah kaki yang menuju ketempatnya. Smith menoleh, terlihat menantu keluarga Wijaya berjalan dengan langkah cepat menuju kearahnya. Penampilannya sangat kacau.
"Bagaimana keadaan Rianna Pi?"
"Tenang nak. Rianna baik-baik saja. Hanya saja membutuhkan seorang dokter untuk segera menangani trauma psikisnya," Nico tertunduk.
Ani yang mendengarnya terkesiap. Menutup mulutnya agar dia menangis tanpa suara. Ardan yang melihatnya segera merengkuh tubuh istrinya dan membenamkannya ke dalam pelukannya.
"Tidak apa-apa Rianna hanya butuh waktu. Semoga dia akan cepat tersadar. Dan bahagia karena berkumpul dengan ayah kandungnya,"
"Iya mas," Ani kemudian mengambil Rendy dari gendongan Monica.
"Kalian belum makan? Pergilah, kami akan menjaga Rianna," sahut Nico.
"Apa tidak apa-apa kami pergi?" tanya Ani.
"Nak pergilah. Bukankah kamu hamil? Pergilah nak. Aku tau Rianna begitu menyayangimu. Jadi tolong jaga dirimu agar selalu sehat dan baik-baik saja. Terima kasih karena mau menerima anakku dengan baik," Smith menunduk.
"Jangan sungkan begitu tuan. Aku sudah menganggap Rianna adikku sendiri. Kumohon jangan bersikap seperti ini,"
__ADS_1
"Tapi gara-gara aku anak kandungku hidup sengsara,"
"Tuan bolehkan saya bertanya pada anda?"
Smith, Monica, Kevin dan Nico menatap Ani. Terlebih Ardan, matanya menatap heran pada istrinya.
"Katakan nak,"
"Maaf jika menyinggung tuan. Apakah anda bersungguh-sungguh menyayangi Rianna? Lalu jika anda sudah mengetahui Rianna anak anda jauh-jauh hari apa yang akan anda lakukan?" pertanyaan Ani membuat Smith menautkan alisnya. Tapi lambat laun lakI-laki paruh baya itu mengerti.
"Tentu aku akan merawatnya. Tetapi selama ini aku salah paham. Aku pikir Rosita memiliki anak dari lelaki lain. Dosaku sangat besar. Rosita pasti tak akan memaafkanku," Smith mengusap wajahnya dengan kasar. Akan tetapi Ani malah tersenyum mendengar jawaban dari Smith.
"Sekarang anda sudah dipertemukan oleh sebuah takdir yang memilukan. Aku tau tuan hidup memang terkadang tidak adil. Tapi anda saat ini sudah mencoba untuk berjiwa besar. Anda ingin menebus kesalahan anda dimasa lalu. Dan sekarang anda memiliki banyak kesempatan untuk menebus kesalahan anda di masa lalu. Tetaplah semangat. Tolong jangan menyerah untuk membuat Rianna kembali seperti semula. Semua pasti ada jalan keluarnya. Ingatlah tuan, Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita. Allah pernah berfirman dalam surat Al Insyirah ayat 5-6 :
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Jadi Anda tenang saja tuan. Rianna pasti akan menerima anda suatu saat nanti,"
Semua benar-benar tersentuh mendengarkan ucapan Ani. Ardan begitu terharu. Dia bersyukur mendapatkan seorang istri yang begitu hebat.
__ADS_1
Benar. Aku tidak salah memilih. Kau dan aku memang tidak sempurna sayang. Tetapi cinta kitalah yang membuat kita berdua sempurna. Ardan tersenyum istri kecilnya itu memang selalu penuh kejutan.