
"Sakit!" rintih Agnes.
"Ada apa denganmu? Kenapa kau lepas kendali? Apa kau tidak habis fikir kau baru saja sembuh dari operasi terkena tembakan?" Dion menarik tangan milik istrinya.
"Hei belanjaanku!" mencoba menarik tangannya, namun sia-sia.
"Diam! Kau harus dihukum,"
"Hei kadal buntung tadi aku sudah pilih-pilih banyak sekali. Masa iya aku nggak jadi beli! Kan malu!"
"Kau berisik!" tetap menarik tangan istrinya agar tak melarikan diri. "Sepertinya aku harus membeli borgol,"
"Hah? Borgol? Buat apa?"
"Untuk istriku biar dia tidak bertindak seenaknya!"
__ADS_1
Seketika kedua mata Agnes membulat. Yang benar saja, membeli borgol untuk dirinya.
"Kadal buntung tolong berhentilah ini sakit," ucapan Agnes sontak membuat Dion mau tak mau melepaskan tangan milik istrinya. Terlihat bekas berwana merah muda membekas ditangannya.
"Maaf," menyadari kesalahannya, Dionpun meminta maaf.
"Kau ini! Kasar sekali sih sama wanita? Sama istri sendiri aja begini," mendelik kesal kearah suaminya.
"Maafkan aku. Habis kamu bandel banget. Pakek acara main sama preman-preman. Apa kamu nggak tau gimana kondisi tubuh kamu?"
"Ya ya aku tau siapa kamu. Dan aku nggak akan lupa seperti apa masa lalu kamu! Tapi kamu harus ingat juga kondisi kamu saat ini! Kamu harus tau tubuhmu baru saja sembuh dari operasi. Kenapa kamu nekat? Itu jambret bisa aja bawa senjata,"
Dion tak habis fikir bagaimana pergerakan lincah istrinya ketika menghadapi ke 5 preman-preman itu. Bahkan dirinya tak turun tangan membantu sedikitpun. Semuanya roboh karena ulah istrinya.
Beberapa waktu yang lalu...
__ADS_1
"Halo...mari kita bersenang-senang," mendekati seorang preman dan menarik tangannya memelintir tangan itu hingga terdengar suara teriakan memilukan. Kemudian memberikan pukulan beruntun diwajahnya. Sang preman yang tidak memiliki persiapan ditinju habis oleh Agnes. Tinggal 4 orang preman yang tersisa mengitari Agnes seorang diri. Lalu dimana Dion? Laki-laki itu masih saja masih saja berdiri termenung ditempatnya semula. Mengamati tingkah istrinya, sang ketua Mafia dari She gilrs.
Dua orang maju, Agnes segera melayangkan sebuah tendangan Taekondow miliknya. Para preman itu sepertinya hanya belajar secara otodidak. Berdasarkan insting petarung jalanan. Berbeda dengan Agnes yang mana memang seorang petarung seni bela diri campuran. Taekondow, Kick boxing, Muay thai, Kung Fu dan Wing Chun. Itulah 5 jenis beladiri yang dikuasai oleh Agnes.
Tak sampai disitu, Agnes dengan secepat kilat mengambil dua buah *K*nuckle dan menyelipkannya disela-sela jari tangan kanan dan kirinya. Bisa kalian bayangkan, jika Knuckle itu mengenai wajah kita. Bahkan kini wajah dua orang preman itu tampak membiru dengan darah yang mulai mengalir, sepertinya mengalami luka robek didahi dan pelipisnya.
Dion masih mengamati, nampaknya istrinya itu tengah bersenang-senang. Terbukti wanita itu dengan mudahnya menghabisi para preman itu.
Kini sisa dua orang preman lagi. Keduanya terlihat saling waspada. Jika tadinya sewaktu Agnes berjalan mendekati, kelima orang preman itu masih bisa tersenyum. Tetapi begitu telah mendapatkan serangan telak dari seorang wanita, mereka kini mulai waspada. Tergambar di wajah kedua preman yang tersisa itu.
Satu orang preman maju memberikan tendangannya. Agnes menunduk dan sewaktu ada kesempatan, Agnes meraih kaki seorang preman yang memberikan tendangan itu. Ditarikmya kaki preman itu dan kemudian menendang bagian vital milik preman tersebut. Seketika dua telur itupun menetas. Memberikan rasa yang luar biasa sakitnya.
Kini sisa satu orang preman saja. Agnes memasang kuda-kuda bela diri Wing Chun. Kemudian mulai bergerak dengan memberikan pukulan yang cepat, bukan hanya pukulan yang cepat dan bertubi-tubi tetapi juga beberapa kali tendangan dengan pertahanan yang ketat. Sehingga tidak memberikan kesempatan sedikitpun kepada preman itu untuk memberikan serangan balik. Semua pukulan dan tendangan itu sangat cepat. Hingga Dion tak dapat memastikan berapa kali Agnes memberikan pukulan maupun tendangannya.
Bruuukkk ... satu orang preman terakhir roboh. Seketika semua orang yang melihatnyappun bertepuk tangan dengan riuhnya. Agnes kembali menyimpan Knuckle miliknya. Kemudian menyambar tas yang dari tadi bergelantung distang motor milik para preman itu.
__ADS_1
Setelahnya keduanya mengembalikan sepeda motor Kawasaki pinjaman Agnes. Agnes pun kembali mengambil KTP Miliknya. Kemudian Agnes pun memberikan tas milik seorang yang dijambret tadi. Butuh bererapa orang untuk bisa menyeret aku?