Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
S3. Bab 425. Reuni Akbar 4


__ADS_3

Untuk pemenang buku Kapten Rojali, I Love You. Harap bersabar ya. Karena besok baru proses pengiriman. Untuk yang belum beruntung, sabar dulu ya. Terus ikuti novel2 author tinggalkan komen. Siapa tahu, author ada rejeki bisa bagi2 buku novel cetak lagi😁😁 tentunya secara cuma2 hehe.


"Kau tahu aku?" tanya Anggi dengan hati-hati.


Sabrina mengulum senyuman. "Sangat mudah untuk melacak data diri seseorang. Menyelidiki ataupun menghancurkan seseorang bisa dengan mudah dilakukan. Jika tidak percaya, boleh dicoba."


Sabrina terkekeh garing. Sedangkan Ardi, William dan Anggi hanya mampu meneguk saliva. Sabrina bertutur kata halus tetapi begitu menghantam telak mental seseorang.


"Memangnya, Nona Sabrina berasal dari keluarga mana?" Ardi mulai penasaran.


"Tidak mungkin Nona Sabrina berasal dari keluarga biasa. Bisa saja dia berasal dari keluarga konglomerat. Beruntung sekali William ini. Dari dulu kenapa selalu bisa mematahkan hati gadis yang aku cintai. Sudahlah. Toh dia sahabatku," rutuk Ardi dalam hati.


"Iya benar. Kau berasal dari mana? Kenapa kau bisa dengan mudah tahu siapa aku?" Anggi menimpali dengan wajah yang tidak enak untuk dilihat.


Sabrina mengukir senyuman. Ia tahu jika Anggi akan ketakutan dengan kata-kata yang dia lontarkan. Akn tetapi siapa yang mengira jika akan secepat ini? Sabrina merasa sangat gampang sekali memberikan pelajaran untuk Anggi si ulat bulu.


"Aku wanita biasa. Tentunya berasal dari keluarga biasa. Ngomong-ngomong, kenapa dengan wajah Anda yang pucat itu, Nona Anggi?" Sabrin menyindir wajah Anggi yang memang terlihat pucat.

__ADS_1


"Em, William maaf ya. Aku ke tempat temanku dulu. Aku belum sapa mereka." Anggi segera berlalu. Mengabaikan kata-kata Sabrina.


"Bagaimana kabar Dante, Ardi?" William mencoba mencairkan suasana yang canggung.


Ardi menoleh ke arah lain. "Itu, Dante." Ardi menunjuk sosok pria yang tampan berdiri tak jauh dari tempat mereka. "Dante!"


Ardi memanggil pria yang bernama Dante tanpa berpikir ulang. Terlihat pria yang bernama Dante tersebut berpamitan dengan sekumpulan temannya dan berjalan menuju ke arah William dan Ardi berada.


"Dante? Apa kabar?" Ardi dengan cepat meneluk Dante. Pria tampan yang mengenakan kemeja bermerek itu membalas pelukan Ardi.


"Hai, William. Apa kabarmu?" Dante memeluk William erat. Tanpa sengaja netranya menangkap sosok Sabrina yang dengan santainya justru memainkan jam di tangannya. Imbuh Dante, "Dia siapa, William? Berdiri di dekatmu soalnya."


Dengan malas, Sabrina menerima uluran tangan Dante. Entah mengapa Sabrina merasa risih dengan tatapan tajam dari Dante. Seolah pria itu menilai Sabrina dengan sisi yang berbeda dengan Ardi.


"Halo, Tuan Dante." Sabrina berekspresi datar. Lalu melepaskan tangan Dante dengan cepat.


"William, unik sekali Nona yang kau bawa ini. Dia berpakaian serba hitam di sebuah pesta. Apa dia sedang dalam keadaan berduka sehingga memakai gaun berwarna hitam dengan percaya diri?" Dante melirik sinis ke arah Sabrina.

__ADS_1


Belum sempat William membalas kata-kata Dante, Sabrina terlebih dahulu menjawab, "Anda tidak sopan, Tuan Dante Alrezy Fahroni. Mengatai penampilan seorang gadis tanpa tahu sesuatu yang sebenarnya."


Tubuh Dante menegang seketika. "Darimana Anda tahu jati diri saya, Nona Sabrina?"


Mendengar itu Sabrina tersenyum sinis. Ardi hanya bisa mematung tanpa bereaksi lagi. Pria itu cukup terkejut jika Sabrina bisa mengetahui jati diri seseorang dengan mudah dan cepat.


"Mudah saja." Sabrina menjawabnya dengan ketus. Membuat ekspresi Dante tak bisa diartikan. Sabrina lalu menoleh ke arah William. "Honey, aku mau mencicipi hidangan di sana. Ayo, Honey."


Tanpa bisa dihindari, William menuruti Sabrina yang lebih dulu telah menarik lengannya. Ardi dan Dante hanya mampu saling melempar pandangan heran.


"Dia siapany William?" tanya Dante.


Ardi menatap Dante dengan mimik wajah yang kesal. "Dia istri William. Jangan macam-macam. Sepertinya dia bukan gadis yang biasa."


"Apa? Bukankah gadis itu terlihat jauh lebih muda? Bagaimana mungkin?" Dante terlihat kaget dengan penuturan Ardi.


"Aku juga kaget." Ardi membuang pandangannya mengunci sosok William dan Sabrina.

__ADS_1


"Istri? Kupikir dia hanyalah istri simpanan!" celetuk Dante membuat Ardi terlonjak kaget.


__ADS_2