Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 91


__ADS_3

Author POV


Ani dan Ardan sama-sama bangkit dari posisinya. Agnes hanya mematung mencoba mengerti apa yang terjadi.


"Oh ya ampun Rianna !! Kamu sudah pulang." Ardan dengan segera menghampiri dan memeluk tubuh mungil gadis yang baru saja datang itu. Memeluknya penuh haru.


Ya Allah apa lagi ini? Ani mematung. Tubuhnya kaku. Lidahnya Kelu untuk mengucapkan sepatah kata. Matanya masih tajam mengawasi gerak-gerik keduanya. Namun yang pasti hatinya penuh rasa sesak. Bagaimana tidak hanya telfon dari seorang perempuan saja dia sudah sesak apalagi berpelukan didepan matanya seperti ini. Hati mana yang tak sakit?


"Ah kak ini istri kamu?" Kini gadis itu tersenyum mulai menyadari sosok wanita dihadapannya mematung. Bahkan membisu tanpa mengeluarkan kata-kata.


"Ah iya.... Kenalin...."


Brakkkkk !!! Kini semua mata mengarah ke sumber suara. Terlihat Dion dengan nafas yang ngos-ngosan seperti terburu-buru menuju kerumah Ardan.


"Rianna.... Rianna... Rianna !!!" Teriaknya begitu mendapati sosok gadis dengan senyum yang tersungging lebar di bibirnya. Kemudian secepat kilat mendekati gadis yang bernama Rianna itu. Seperti Ardan, Dionpun memeluk penuh haru gadis cantik itu.


Ya Tuhan drama apa lagi ini? Agnes.


Bahkan mas Dion mengenal gadis ini? Ani.


"Huh !!! Aku benci kalian !!! Tadi malam bahkan kalian semua mengabaikanku !!" Gadis itu melipat kedua tangannya di dadanya. Bibirnya mulai dimanyunkan tanda dia kesal.


"Maafkan aku Ri. Aku bahkan baru sempat melihat ponselku tadi pagi. Aku yakin kamu pasti kemari. Siapa yang menjemputmu? Ardan?" Tanya Dion.


"Apanya? Nggak ada yang jemput aku!! Aku kesini dianter pak Herman !!! Kalian semua nyebelinnnn!!" Teriak Rianna.


"Ah maaf aku gak tau kamu pulang Ri. Kamu gak hubungi aku." Ardan membela dirinya.


"Apa? Aku bahkan sudah menelfon kakak, dan bahkan kakak sudah menjawab panggilanku kok." Ujar Rianna.


Deg........ Tadi malam aku yang mengangkatnya.


"Maaf..... Sepertinya tadi malam aku gak sengaja angkat telfon kamu." Jawaban Ani sontak membuat semua mata mengarah kepadanya. Terlebih Ardan kaget dengan pernyataan istrinya itu. "Aku pikir aku sudah pencet tombol merah. Soalnya aku sangat ngantuk." Mencoba memaksakan bibirnya untuk tersenyum.


"Tuh kan Ri kamu denger sendiri kan bukan aku yang angkat. Istriku memang kecapekan karna kemarin kami pergi berlibur. Nah tu coba tanya sama yang jomblo-jomblo gimana gak respon panggilan kamu." Menunjuk Dion dengan memonyongkan bibirnya.

__ADS_1


"Hei aku sibuk dengan pekerjaanku. Memang kau pikir aku seperti Kevin makhluk tuhan paling bucin. Pasti matanya melototi ponsel terus. Kalau aku kan pegang laptop bukan ponsel!!!" Tegas Dion.


"Lah terus mana kak Kevin? Aku tadi udah kasih kabar. Tega banget sih kalian, gak respect lagi ya sama aku?" Wajahnya kembali muram.


Mas Kevin juga? Ani.


Tau ah gelap. Gue siapa gue dimana? Mending gue kabur deh. Agnes pun pergi meninggalkan ruang makan yang kini ramai itu bersama BI Inah.


"Bukan gitu....." kata Ardan dan Dion berbarengan.


"Kayaknya kita sarapan dulu deh. Ketimbang nanti dingin." Ani menarik kursinya kemudian mengambil nasi goreng udang. Ditambah dengan lalapan Pete. Dan bunga kol yang digoreng. Sedangkan untuk Rendy, Ani sudah memasak khusus nasi kuning dengan suwiran ayam dan begedel kentang.


"Ahhhh aku lapar. Ngomong sama kalian bener-bener butuh tenaga ekstra." Nyelonong mendekati meja makan dengan semangat. Kemudian menarik kursi tepat dihadapan Ani. "Kakak ipar aku juga mau dong. Ambilin." Seketika Ani menghentikan aktivitasnya. Begitu mendengar panggilan kakak ipar yang ditujukan padanya.


Dasar manja!! Kita bahkan belum saling mengenal tapi kamu berani nyuruh aku !!


Geram memang namun Ani tetap mengambilkan nasi goreng untuk Rianna. Namun Ani tak memberikan senyuman atau ucapan apapun dia memasang ekspresi datarnya.


"Ani.... Aku bolehkan ikut sarapan. Tadi aku kesini buru-buru." Ucap Dion sembari mendudukkan bokongnya di kursi. Begitu pula dengan Ardan.


"Hei pagi-pagi aku keluar apartemen cuma buat liat kamu. Jangan tega-tega lah sama aku. Ya kan Ani."


"Tadi aku masak banyak kok." Jawab Ani datar.


"Kak Dion sekarang tinggal di apartemen ya?" Tanya Rianna.


"He'em." Dion sibuk mengunyah nasi gorengnya.


"Rianna jangan macam-macam. Sementara kamu tinggal disini dulu. Atau pulang kerumah papa kamu." Ucap Ardan dengan tegas. Membuat Rianna menundukkan kepalanya.


Tinggal disini? Oh ya ampun apa lagi ini!!


"Loh tinggal di apartemen sama aku juga gak apa-apa kok." Dasar Dion masih belum ngerti situasi ya. Kata-kata Dion mampu membuat wajah Rianna yang tadi suram kini cerah kembali.


"Tidak !!! Jangan gila Yon. Biar Rianna disini. Kalau sama kamu takutnya kamu embat juga."

__ADS_1


"Sialan kamu bro. Gak mungkin juga aku makan Rianna."


"Bukankah bisa tinggal dihotel? Kenapa mas Ardan malah ngajak tinggal disini sih?!!" Gumam Ani pelan.


"Sayang kenapa kamu menggerutu begitu?" Tanya Ardan. Perkataan Ardan sontak membuat Rianna dan Dion menoleh ke arahnya.


"Hah? Enggak kok. Dari tadi aku makan." Ani tersenyum. Walaupun sangat sulit. Dia goyah. Karna dirasa Rianna sangat dekat dengan suaminya dan juga sahabat suaminya.


Menyesakkan.


"Em ... Apa kakak ipar cemburu padaku ya?" Tanya Rianna tiba-tiba.


"Uhukkk....uhukkkk..."


"Sayang pelan-pelan. Ada apa?" Ardan mulai panik.... Kemudian menyodorkan segelas air putih.


"Istrimu cemburu !!!" Sarkas Dion dan Rianna bersamaan.


"Apa kak Ardan belum menjelaskan hubungan kita? Tentang aku?"


"Ah maaf Rianna aku lupa. Akhir-akhir ini banyak sekali pekerjaanku. Tapi ngomong-ngomong sayang, bener kamu cemburu?"


Ani tak menjawab. Namun sikap malu-malu dan semburat merah muda di kedua pipinya menandakan memang dia cemburu. Perlakuan suaminya kepada seorang gadis yang sangat cantik dan manja itu membuatnya sesak sepagi ini.


"Tidak !!! Memang siapa yang cemburu !!!" Menolak untuk jujur. Memalingkan wajahnya dengan cepat.


"Maaf kakak ipar. Aku pikir kak Ardan sudah cerita tentang aku. Hei suami gak peka !! Sana jelaskan aku siapa?!"


"Sayang..... Jangan cemburu. Rianna adalah sahabat aku, Dion dan Kevin. Dia harus pergi keluar negeri untuk suatu urusan. Kau tahu umurnya masih 20 tahun. Dia akan kuliah dikampus yang sama denganmu nanti. Ya ampun sayang kamu kalau cemburu kenapa menggemaskan begini sih." Menangkap wajah istrinya dengan kedua tangannya.


*Sahabat ? Memangnya ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan?


💞💞💞💞


**Author coba update tiap hari ya jangan lupa beri cinta kalian sama novel ini ❤️ j

__ADS_1


dan jangan lupa buat vote author ya 😄😄 see you 💋***


__ADS_2