
Masih dengan Ani POV ya...💕💕
Rasanya begitu menyesakkan. Namun bukankah aku lebih baik tanya dulu siapa dia. Tapi apa mas Ardan akan jujur padaku?
"Mas mandi dulu gih. Udah pagi." Kataku seraya mencoba bangkit dari dekapannya.
"Uuuhh jam berapa sih sayang." Menggeliat di balik selimutnya.
"Udah jam 6 lebih kok."
"Ya udah aku mandi dulu. Tapi kecupan buatku mana?" Mulai lagi merengek minta morning kiss padaku..... Aku senang dengan sikapnya yang manja begini.
"Dasar...." Kucubit perut mas Ardan pelan. Kemudian aku mendaratkan beberapa kecupan di wajahnya. Seketika dia bangkit dari tempatnya. Beranjak untuk membersihkan dirinya. Aku tersenyum. Memang mas Ardan terkadang suka bermanja seperti ini. Walaupun umurnya sudah 38 tahun.
Senyum yang kusungging kini lenyap, ingatan tadi malam berputar kembali diotakku. Tapi segera kutepis mungkin saja itu teman lama mas Ardan. Aku segera keluar kamar. Waktunya menyiapkan bekal untuk anakku, Rendy. Aku bahagia kini bisa memantaunya lebih dekat. Walaupun aku memiliki berbagai kesibukan juga. Tapi aku selalu menyempatkan diri untuk bermain dengannya walaupun hanya beberapa jam saja. Aku mendekati meja makan. Kusiapkan kotak bekal kosong kemudian mulai kuisi satu persatu.
"Sayang !!! Mana baju kerjaku?!" Kudengar suara teriakan mas Ardan menggelegar memenuhi rumah.
Ya ampun aku lupa menyiapkannya. Aku menepuk dahiku. Kemudian dengan segera melesat ke kamar.
"Maaf mas aku lupa." Aku mendekati lemari baju mas Ardan ku ambil setelan jas dan kemeja putih berikut dengan dasinya. Kulihat dia hanya melilitkan sebuah handuk di pinggangnya. Menampakkan kulit putih mulus beserta otot-otot perutnya yang seperti roti sobek. Siapa yang tidak terpesona dengan roti sobek seorang pria tampan ahahahaa.
Glekkkk.... Aku menelan salivaku. Membayangkan setiap malam dia mendekapku dalam kehangatannya.
Kenapa aku malah berpikir mesum begini. Tidak tidak tidak.....
"Tumben sayang kamu lupa? Biasanya kamu selalu menyiapkan semua tanpa terlewat." Omelnya.
"Maaf mas aku mungkin masih capek." Keluhku. Mencoba memberikan jawaban yang bisa diterima.
__ADS_1
"Kalau capek gak usah masuk kuliah juga gak apa-apa sayang. Takutnya kamu malah sakit."
"Nggak mas takutnya malah ketinggalan nanti. Aku tinggal dulu ya mas siapin bekal juga untuk Rendy. Mas mau juga?"
"Tentu sayang."
Aku pergi meninggalkan kamar. Berlalu menuju meja makan untuk menyiapkan bekal yang tertunda tadi. Saat aku menyiapkan bekal kulihat Agnes masih santai. Membersihkan lantai ruang makan. Gadis cantik dengan rambut pirang sepunggung dengan kulit seputih susu itu terlihat cantik natural walaupun tanpa make up sekalipun. Benar-benar berbeda dengan statusnya yang hanya sebagai pelayan.
"Nes.... Kamu libur ya?" Tanyaku tanpa menghentikan aktivitasku.
"Iya nona.... Apa nona hari ini masuk?"
"Iya ... Banyak kerjaan juga di hari Senin begini nes."
"Hari Senin?" Tanyanya. Dia menautkan kedua alisnya.
"Iya... Bukannya hari ini hari Senin ya?"
"Apa? Tapi bukannya kemarin?" Aku berhenti dari aktivitasku seketika.
"Ada apa sayang?"
Aku langsung menoleh kearah sumber suara itu. Ternyata mas Ardan sudah selesai berpakaian. Sangat tampan.
"Hei kenapa bengong? Aku memang tampan sayang. Dan wajah tampanku ini hanya milikmu." Mengecup wajahku berkali-kali. Aku melirik Agnes kulihat ada semburat rona merah muda di kedua pipi gadis cantik itu.
"Ah mas Ardan malu...." Aku berusaha menyembunyikan wajahku yang bersemu.
"Tadi lagi bicara apa?" Tanya mas Ardan. Kemudian menarik kursi dan mulai meletakkan nasi diatas piringnya.
__ADS_1
"Katanya hari ini hari Minggu." Ucapku pelan.
"Hah?" Dia kaget. Kemudian menghentikan aktivitasnya dan segera saja mengambil ponselnya yang dia taruh di saku celananya.
"Sayang !!!!" Teriaknya kesal. Wajahnya pun mulai menekuk.
"Ke.... Kenapa mas? Bener ya hari Minggu?"
Kulirik tubuh Agnes bergetar menahan tawanya. Sedangkan wajah mas Ardan yang bersungut-sungut kesal.
Oh ya ampun..... Aku benar-benar lupa. Kenapa aku jadi kacau begini.
"Sepertinya aku harus menghukummu. Tega sekali kamu bangunin aku pagi-pagi dan bilang waktunya kerja !!!"
"Maaf mas Ardan... Aku benar-benar lupa."
"Kamu ada masalah? Gak biasanya kamu gak fokus gini." Menarik ku dalam pangkuannya. Aku menolaknya namun tatapan tajam nan menyeramkan mulai menyerang ku. Baiklah aku menurutinya itu lebih baik. Kududukkan bokongku diatas pahanya.
"Enggak kok mas. Mungkin aku kelelahan saja." Namun tiba-tiba mataku menangkap sosok BI Inah tergopoh-gopoh menuju ke arah kami.
"Tuan muda di depan ada tamu." Kata BI Inah
Aku menautkan kedua alisku heran. Siapa yang bertamu pagi-pagi begini.
"Taaaaraaaaaa..........lihat aku sudah pulang sayang !!!" Teriak seorang gadis yang sangat cantik dengan senyum yang merekah bak bunga yang mekar. Tubuhnya semampai. Dengan rambut hitam yang panjang. Membawa sebuah koper besar.
Mas Ardan tersentak kaget. Kurasakan saat ini karna aku masih berada di pangkuannya. Tak jauh berbeda dengan mas Ardan mataku membulat begitu mendapati kehadirannya.
"Rianna...." Ucap mas Ardan lirih. Namun aku masih bisa mendengarnya.
__ADS_1
💕💕💕💕💕
Jangan lupa vote yang banyak ya 💕💕💕 author udah coba sering update Lo ya🤣🤣🤣🤣 ayo banyakin vote nya kapan2 author update 5 episode kalau peringkatnya naik banyak ya ðŸ¤ðŸ¤ see you😘😘😘