Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Masa lalu Elena 3.


__ADS_3

Elena berfikir saat itu dirinya akan hidup baik dengan David, pamannya. Akan tetapi, justru malah sebaliknya. Elena malah hidup serba jauh dari kata cukup. Saat itu Elena baru 2 tahun hidup bersama pamannya. Dia ditindas oleh bibi dan Sonia sepupunya.


"Tidak! Aku tidak mencuri apapun!" teriak Elena yang saat itu berusia 11 tahun.


"Elena ... Berkatalah dengan jujur Nak. Paman tidak membesarkan seorang gadis pencuri," ucap David pada Elena.


Saat ini Elena tengah berada di keluarga besar Vanhoutten. Entah apa yang terjadi, Elena kecil dituduh sebagai seorang pencuri. Barang yang hilang adalah milik neneknya. Yang membuat Elena begitu kecewa adalah ... Semuanya menuduhnya dan mencemoohnya. Karena bukti mengarah kepadanya. Kalun berlian kesayangan milik neneknya itu tiba-tiba saja berada di kamarnya. Untuk itulah Elena kecil saat ini dituduh oleh semua keluarga besarnya.


"Paman percayalah pada Elena. Elena tidak mengambil apapun Paman," bantah Elena dengan tegas.


"Elena! Jaga cara bicaramu. Tenanglah Nak. Jika kau tidak mencuri kalung nenekmu, bagaimana bisa kalung itu ada dikamarmu?" tanya paman Elena, David.

__ADS_1


"Paman percayalah Elena. Elena telah dijebak. Aku yakin Sonia dan bibi yang memfitah Elena," kata Elena dengan tegas.


Tap tap tap. Plaaaakkkk.


Sebuah tamparan sukses mendarat di pipi kanan gadis itu. Elena terbungkam, pikirannya kembali menerawang kosong jauh. Kenangan bersama kedua orangtuanya memenuhi memory ingatannya. Meskipun mereka bukan orangtua kandungnya, tetapi mereka menyayanginya dengan sepenuh hati. Berbeda dengan saat ini. Jika tabungan Elena saja bisa untuk membeli sebuah rumah mewah, untuk apa dia mencuri sebuah kalung yang harganya hanya ratusan juta?


"Paman ... Kalau Paman sudah lelah merawat Elena, maka buang saja Elena kejalanan. Bukankah itu keinginan bibi dan Sonia?" tanya Elena dengan tersenyum. Membuat mereka semua terkesiap kaget. "Bibi ... Elena hanya ingin mengatakan satu hal. Tunggu sebentar." Elena berbalik badan. Kemudian gadis itu berkalan menuju kamarnya. Hingga beberapa menit kemudian Elena keluar. Kali ini bahkan dirinya membawa sebuah koper besar.


"Kenapa Paman? Aku hanya ingin mewujudkan keinginan bibi dan juga Sonia. Agar selanjutnya mereka berdua tak perlu susah-susah untuk mencari cara mendepakku keluar dari rumah ini. Bukankah aku seorang pencuri dimata kalian? Nah ... Ambil saja semua harta kekayaan kedua orangtuaku. Aku tak sudi untuk berada di rumah ini lebih lama. Kalian semua hanya ingin membuangku cepat atau lambat. Jadi daripada kalian menendangku, bukankah lebih baik aku yang keluar terlebih dahulu dari rumah ini?"


Semuanya membisu. Tepat sekali dengan apa yang David, Cyntia dan Sonia inginkan. Tetapi mereka semua tak berani menunjukkan kesenangannya di hadapan sang nenek. Karena dialah yang paling berkuasa di keluarga Vanhoutten.

__ADS_1


Lebih baik aku mundur terlebih dahulu. Jika aku terus-terusan berada disini, aku benar-benar akan menjadi gila. Papa Mama tunggu Elena besar. Elena nanti akan balas dendam menghancurkan paman dan bibi. Kata Elena dalam hati.


"Kalau begitu Elena mohon pamit Nenek." Elena membungkuk. Mencoba untuk memberikan salam terakhir kepada sang nenek.


"Elena sayang ... Kemarilah. Kau masih kecil mengapa kau harus pergi dari rumah ini Nak?" tanya Nenek.


"Nyonya besar Vanhoutten." panggil Elena dengan tenang. Nenek begitu terkejut mendengar panggilan nyonya. "Mulai detik ini, aku Elena Pariscillia Vanhoutten bukan lagi bagian dari keluarga ini. Selebihnya saya mohon pamit." Elena membungkuk kemudian gadis itu dengan tegas menyeret kopernya dan pergi meninggalkan kediaman Vanhoutten. Mengabaikan panggilan-panggilan namanya, Elena dengan mantap menutup pintu kediaman rumah mewah tersebut.


***


"Apakah aku salah mengambil keputusan ini? Hiks ternyata diluar rumah begitu gelap. Papa, mama apakah Elena salah? Elena bukan pencuri. Maka dari itu Elena lebih memilih pergi. Karena di sana tidak ada lagi yang menyayangi Elena dengan tulus. Eh? Siapa kau?" tanya Elena.

__ADS_1


__ADS_2