Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 93


__ADS_3

"Loh kenapa pagi-pagi sudah kesini. Mami pikir akan kemari siang. Sama Ardan ?" Tanya mami.


"Bukan kok mi." Jawabku singkat.


Mami menautkan kedua alisnya sepertinya menyadari aku sangat kesal. Karna memang biasanya aku akan tersenyum dan tertawa namun kali ini mungkin mami merasa aku sedikit berbeda. Terlihat Rianna turun dari mobil. Aku memutar bola mataku kesal.


"Loh Rianna? Kapan kamu pulang? Kamu udah sehat kan?" tanya mami sembari memeluk gadis bertubuh ramping itu.


"Alhamdulillah mi udah sehat. Aku gak nyangka ternyata kak Ardan bahkan sudah menikah. Aku ikut seneng mi. Si dingin itu bahkan katanya yang bucin ya sama kakak ipar." Rianna terkekeh.


"Mi aku masuk dulu ya. Mau lihat Rendy." Aku segera melesat ke kamar bocah kecil itu. Karna satu-satunya yang membuat moodku baik adalah kelucuannya.


"Siapa Rendy mi?"


"Kamu bakalan tau nanti kalau udah ketemu sama dia. Ayo masuk."


💞💞💞


Author POV


"Gaes mana Rianna?" Tanya Kevin sembari memegang tangan Monica dengan erat.


Siapa sih Rianna. Kenapa mas Kevin bisa sekalut ini coba. Bikin kesel aja. Katanya ngajak kencan malah mau ketemu sama cewek lain. Monica menggerutu dari pagi. Bahkan kini wajahnya pun mendung.


"Ke mansion mami sama istriku. Telat lu." Ardan melempar bantal sofa yang berada disampingnya. Namun Kevin dengan segera menghindar dari lemparan bantal itu.

__ADS_1


"Ya udah bro gue cabut dulu ya." Kevin pun segera menarik tangan Monica agar mengikutinya. Gadis itu pun mendengus kesal sekali lagi. Kira-kira 45 menit mereka sampai di mansion mami. Dengan segera turun dari mobil dan membanting pintu mobil dengan keras. Suatu tanda yang dia perlihatkan agar Kevin segera menyadari sikapnya yang emosi. Namun nihil bahkan kini laki-laki itu terus berjalan lurus tanpa menoleh kepadanya.


Rianna !!! Namamu akan kuingat !!!


"Rianna....."


Ani dan Rianna yang tengah bermain dengan Rendy pun segera menoleh ke arah suara itu.


Mas Kevin? Bukannya Monica tadi bilang mau pergi kencan ya. Tunggu dulu. Wajah Monica bahkan sangat lecek.


Shit mereka bahkan pelukan didepan mataku !!! Mataku yang suci ternodai !!! Awas ya kamu !!! Monica.


Ani mendekati Monica. Sepertinya Monica juga tengah kesal. Dia menyenggol lengan Monica.


"Sakit ati." Ucapnya lirih. Monica mengangguk dengan mantap.


"Boleh kubantu?" Tanya Ani. Kini yang ada malah mereka tertawa sangat keras bagaimana bisa Ani yang lemah lembut dan ramah itu bisa berpikir demikian.


"Ada apa?" Kevin mengerutkan dahinya.


"Apa kalian bersama?" Kini Rianna memandang Monica lekat. Sejurus kemudian dia tersenyum dan memeluk Kevin yang saat ini tengah tersenyum lembut ke arah Monica . "Aku turut bahagia buat kak Kevin."


"Cih..... Tau deh. Yuk beb kita main sama Rendy. Halo Rendy... Aunty datang lagi." Segera memalingkan wajah dan kemudian mencari bocah kecil yang tadi sempat berlari ke dalam mansion. Ani melirik raut wajah Rianna yang memasang wajah melasnya.


Gak tau deh. Mungkin Monica juga kesal.

__ADS_1


"Kak..... Sepertinya kakak ipar gak suka sama aku ya."


"Kamu bilang apa sih? Mungkin belum dekat aja. Jangan masukin ke hati ya." Mengusap puncak kepala Rianna dengan lembut. Kini gadis remaja yang dulu selalu mengikutinya dari belakang kini tumbuh dengan sangat baik.


"Mungkin kakak ipar memang gak suka sama aku. Karna tadi pagi waktu sarapan pun kakak ipar cari-cari alasan buat pergi. Mungkin kedatanganku gak diterima dengan hati yang lapang sama kakak ipar."


"Memangnya kenapa gak suka? Istrinya Ardan itu sangat hangat ke siapa saja Ri. Mungkin perasaanmu aja kali."


"Tapi kak....."


"Sssttt udah.... Oh ya kamu udah baikan kan? Aussi sudah membuatmu sembuh kan?"


"Hahaha tentu saja kak. Kenapa jadi kakak yang takut aku kenapa-napa."


"Kamu kan sudah kuanggap adik sendiri!!! Maaf untuk yang tadi malam."


"Hahaha baiklah kak." Rianna pun menuju ruang keluarga karna greeta saat ini tengah menonton film kesukaannya.


"Mamiiii....."


"Loh Kevin? Kesini sama Monica?"


"Iya mi. Dan sepertinya Monica kesal karna ada Rianna." Ucap Kevin lirih agar Rianna tak mendengar kata-katanya.


"Sepertinya Ani juga begitu." Gretha menganggukkan kepalanya tanda setuju. "Mungkin karena mereka baru saja mengenal Vin. Dan kaget sikap kalian yang hangat sama Rianna. Jelaskan pelan-pelan seperti apa hubungan kalian. Ingat Rianna baru saja sembuh. Jangan sampai dia kehilangan orang-orang terdekatnya. Lagian Ani dan Monica tentu saja akan marah karena mendapati orang yang dicintai dekat dengan gadis lain. Mami percaya Monica dan Ani pasti akan mengerti. Jangan sampai meninggalkan Rianna sendiri terlebih dahulu. Dia baru saja sembuh, mami khawatir dia akan berpikir bahwa kita tak menyayanginya lagi. Nanti dia akan merasa terbuang."

__ADS_1


Kevin menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti. Rianna dan Monica sama-sama memiliki tempat dihatinya. Dan berarti dihidupnya. Karna sosok Rianna adalah sahabat sekaligus saudara baginya. Sedangkan Monica adalah sosok pujaan hatinya yang belakangan sudah membuatnya gila.


__ADS_2