Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
S3. Bab 339. Ledakan Cinta


__ADS_3

"Om Danar!" jerit Sabrina.


Danar menegakkan tubuhnya. Tersenyum menyeringai ke arah Sabrina. Gadis itu juga melakukan hal yang sama. Bangkit berdiri dengan tegak. Posisi keduanya saling berhadapan.


"Halo, Nona Sabrina. Sudah saya bilang, Anda jangan memanggil saya seenak Anda. Bisakah Anda memanggil paman? Saya bukan om-om. Bagaimana kehidupan Anda?" tanya Danar.


Sabrina mendelik. "Sama saja. Lagipula terserah aku. Pertanyaan terakhirmu itu, apa Om sedang menyinggungku perihal berlibur?"


Danar memutar bola mata kesal. "Beraninya memanggil om?"


"Ayolah, Paman. Ada apa menelponku tadi?" tanya Sabrina tak sabar.


Danar mengendikkan bahu. "Saya hanya ingin tahu kabar Anda saja, Nona."


Sabrina kesal setengah mati dibuatnya. "Aku akan melaporkan Anda kepada Kak Risa! Biar Kak Risa memberikan hukuman kepada suaminya yang mengesalkan ini!"

__ADS_1


Mendengar nama istrinya disebut, nyali Danar seketika menciut. "Mari masuk dulu."


"Hebat! Seorang pembunuh bisa jadi suami-suami takut istri ya? Benar-benar, kenapa anak buah papa banyak yang tidak beres ya? Begitu pula dengan Paman Rangga yang takut dengan aunty Rianna. Lalu sekarang Paman Danar yang takut dengan Kak Resa. Sepertinya anak buah papa semua mengikuti jejak papa. Suami-suami takut istri. Tapi, kenapa Uncle William tidak?" batin Sabrina.


Gadis itu mengikuti jejak Danar tanpa bersuara lagi. Melihat sikap Danar yang nampak serius. Pria itu terlihat begitu hati-hati saat berbicara. Sabrina menghela napas. Kini mereka berdua telah sampai di suatu ruangan khusus. Ada beberapa orang di dalam sana. Mereka semua menundukkan kepala saat melihat Danar dan Sabrina memasuki ruangan.


Danar berhenti tepat di depan sebuah layar monitor komputer yang besar. Sabrina pun menghentikan langkah kakinya mengikuti Danar.


"Ada pergerakan dari sekutu geng mafia yang kau hancurkan kemarin. Mereka mengerahkan banyak sekali pasukan untuk mencarimu dan geng mafiamu. Aku akan menyiapkan satu topeng wajah, untuk memanipulasi. Tidak mungkin kau memakai wajah aslimu. Bisa-bisa mereka menyerangmu secara buas," kata Danar.


"Cerdas. Aku akan mengumpulkan semua pasukan. Mungkin, aku perlu mencari di tempat lain. Pasukan kita kan sangat banyak. Ada banyak bawahan yang mungkin memiliki banyak kemampuan," ujar Danar.


"Kapan topengku jadi?" tanya Sabrina.


"Satu minggu lagi. Aku perlu menyempurnakannya. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan Darren? Apa anak itu bekerja sesuai dengan keinginanmu?" Danar menatap Sabrina. Di mana gadis yang telah ia anggap seperti keponakannya sendiri.

__ADS_1


"Em lumayan. Paman benar-benar tahu, apa yang aku butuhkan. Terima kasih. Apa papa tahu tentang ini?" tanya Sabrina.


Danar menarik sudut bibirnya. "Tentu, Tuan Rendy akan mengambil tindakan. Jika kau dalam bahaya." 


Danar lalu mengambil sebuah jam tangan. Pria itu tanpa permisi meraih tangan Sabrina. Memakaikannya di tangan Sabrina. Gadis itu menurut seraya menautkan kedua alisnya. Menatap bingung ke arah Danar.


"Ini bukan jam tangan biasa. Aku sudah menempelkan gps di sini. Lalu, kau juga bisa menghubungiku di saat dalam bahaya. Jam ini juga memiliki penyadap. Kau bisa menggunakannya ketika ingin menyadap sesuatu," jelas Danar.


Terlihat sekali kedua mata Sabrina berbinar-binar. Menatap takjub pada benda canggih yang melingkar di pergelangan tangannya. "Menakjubkan."


Danar meletakkan jari telunjuknya pada kening Sabrina. "Sepertinya otakmu ini perlu diasah lagi. Kau memiliki kemampuan untuk menciptakan barang baru. Hanya ini saja kau sudah bahagia mendapatkannya. Bagaimana jika kau bisa menciptakan sesuatu yang hebat? Kerjaanmu cuma bisa meledakkan sesuatu! Dari bayi sampai sekarang. Tidak berubah!


Sabrina menepis kasar tangan Danar. "Paman kenapa menyindirku? Aku ini spesialisasi ledakan! Panci saja bisa aku buat bom! Apalagi yang lainnya. Ledakan adalah hidupku. Paman Danar sendiri juga tahu itu, jika aku ini tak bisa berjauhan dengan ledakan. Termasuk, ledakan cinta!"


Mata Danar melotot seketika. Apa-apaan itu ledakan cinta?

__ADS_1


__ADS_2