
"Hei....." Monic menyikut lengan Ani. Sangat jarang Ani tak memperhatikan penjelasan dosen.
"Hmmm...." Mencoba membuka mata lebar-lebar.
"Kok tumben gak semangat gitu?"
"Ngantuk Mon bukannya aku gak bersemangat."
"Sama aja. Kemarin emang kamu kemana
gak langsung pulang? Ngelayap kemana?" Dasar Monica udah nyerocos gak jelas.
"Husss.... Monic aku ngantuk banget nih kamu jangan cerewet dong."
"Siapa disana yang berisik saat pelarajan saya? Terlebih saya sedang menjelaskan disini."
Semua mata kini menoleh ke arah Ani. Monica membulatkan matanya. Kemudian menyikut lengan Ani sekali lagi. Namun....
Brakkkkk..... "Kamu ngapain sih ?!" Ani berdiri sembari mengumpat. Setelah mengumpulkan semua nyawanya. Dia tersadar. Matanya melotot. Melihat keadaan saat ini para murid dan dosennya menoleh kearahnya. Bukan... lebih tepatnya mata dosen itu seakan membunuhnya karna tatapannya yang tajam.
Gleeekkk.... Ani menelan salivanya sendiri. Dia benar-benar merutuki dirinya sendiri karna bisa-bisanya dia tertidur saat jam pelajaran berlangsung.
"Silahkan berdiri didepan kelas. Dan angkat satu kakimu !! Kamu boleh kembali ketempat setelah pelajaran saya selesai !!!"
Apaaa ? Aku harus berdiri disana selama dua jam? Kakiku pegal.... Aahhhh kenapa tadi aku gak bolos aja sih. !!!
"Heh... !!! Cepat berdiri didepan !!!"
__ADS_1
"Ba....baik Bu..."
Bu Santika masih menatapnya tajam saat dia berjalan menuju ke depan. Semua mata tertuju kearahnya. Sekarang dialah bintang utama dikelas. Karna dia satu-satunya murid yang berani tidur disaat jam pelajaran Bu santika berlangsung. Dosen yang terkenal cukup garang. Kemudian dia mengangkat satu kakinya keatas.
Benar-benar sial aku dari kemarin.
"Lainnya lanjutkan !!!"
"Kamu kenapa gak fokus? Ada masalah?" Tanya Monica begitu dosen killer itu sudah berlalu meninggalkan kelas.
"Enggak Monic aku cuma capek aja." Jawab Ani sembari mengucek matanya. "Kayaknya aku langsung pulang aja deh ya."
"Ya udah gak apa-apa kok. Aku ngerti."
Mereka berjalan beriringan keluar kelas. Begitu sampai diluar kelas. Terdengar teriakan dan sahutan heboh di koridor. Terlebih para mahasiswi yang berkerumun. Entah apa yang sedang terjadi disana.
Monica yang penasaran pun akhirnya menarik Ani. Dengan malas Ani mengikuti keinginan sahabatnya itu. Seketika keduanya membulatkan matanya. Membuka mata lebar-lebar untuk memastikan bahwa apa yang mereka lihat benar adanya. Keduanya saling pandang.
Ini aku lagi mimpi ya. Plakkk. Monica menampar pipinya sendiri. Gila si bos gila itu ngapain kesini?!
"Beb aku gak salah lihat kan? Itu bosku? Ngapain kesini?" Monica meremas-remas tangan Ani.
"Monic tolong ini tanganku." Ani menoleh kearah Monica kemudian mengangkat tangannya yang saat ini bergandengan dengan tangan Monica.
"Hehe maaf. Abis gemes aku."
"Gemes sama mas Kevin?" Ani mengerlingkan mata nakalnya. Menggoda Monica yang kini pipinya bersemu merah.
__ADS_1
"Enggaklah. Aku kan cuma heran aja ngapain bosku ke kampus ini? Jangan-jangan...."
"Kamu jangan mikir yang aneh deh Mon. Ini kan kampus milik mas Ardan paling juga dia kesini karna bisnisnya mas Ardan siapa tahu kan?"
"Enggak !!! Siapa yang mikirin aneh-aneh?"
"Ya kamulah. Kenapa Mon ? Kamu suka mas Kevin ya?" Ani memainkan matanya sekali lagi menggoda Monica.
Bletakkkk... Monica menjitak Ani.
"Sakit !!! Apaan sih Mon?!" Teriak Ani. Tentu saja mengundang beberapa pasang mata melirik mereka. Termasuk mata milik Kevin dia merekahkan senyumnya begitu melihat sosok yang ingin dia temui.
"Kamu tuh yang ada mikirin yang aneh-aneh. Aku tuh cuma takut dia kesini karna mau mecat aku. Karna kemarin aku telat masuk kerja karna ketiduran tau !! Kamu kenapa malah seakan punya sakit mata begitu?" Monica kesal Ani berpikiran yang tidak-tidak.
Jatuh cinta sama mas Kevin? Duh gak mungkin tahu. Sudah seperti Cinderella saja orang miskin dicintai orang kaya. Mana mungkin. Hiii mimpi saja aku tak berani. Apalagi sampai suka?!
"Hei Monic kamu bilang aku sakit mata? Astaga...." Ani mendengus kesal.
Monic gimana aku ngejelasin sama kamu sih? Kamu ini polos atau gak peka sih? Itu kode tahu kode !!!
"Mas katanya mau cari seseorang ya? Siapa namanya mungkin aku bisa bantu?" Terlihat Jessica bergelayut manja. Ya Jessica adalah gadis paling cantik di kampus ini. Apa lagi dia juga anak orang kaya. Tentu saja predikat itu menjadikannya gadis yang paling populer. Siapa yang tak mengenalnya? Seorang gadis yang bahkan tak segan-segan memakai pakaian yang terbuka hanya untuk menunjukkan bahwa dialah yang paling sempurna dikampus itu.
"Oh terima kasih tapi orangnya sudah ketemu. Kalau begitu permisi." Kevin menepiskan tangan Jessica yang sempat membuatnya risih. Kemudian dengan cool dia mendekati gadis pujaannya yang sedang berdebat dengan sahabatnya hingga tak menyadari bahwa namanya telah mengalun merdu sepanjang perjalanan Kevin mendekatinya. Benar Kevin berulang kali memanggil nama Monica namun sosok yang dipanggil bahkan menoleh pun tidak apalagi jawaban.
"Monica." Akhirnya entah sudah yang ke berapa kali Kevin memanggilnya dia tak menyahut. Kevin masih tersenyum sumringah. Gadis yang dipanggil pun akhirnya menoleh dan reflek dia terlonjak kaget.
"Mas Kevin?" Monica masih menatapnya tak percaya. "Tampan". Begitulah kata tampan itu melengos keluar dari bibirnya tanpa bisa dicegah. Kevin yang mendengar Monica menyahutinya dan bahkan mengatakannya tampan dia seakan besar kepala. Membusungkan dada seakan telah mendapat pujian yang sangat berharga. Sedangkan si empunya suara yang mengeluarkan kata tampan dia bungkam rapat-rapat dengan kedua tangannya. Ani yang melihatnya pun terkekeh. Menahan tawa melihat dua sejoli yang mungkin sedang terkena panah asmara.
__ADS_1
Dasar dua manusia bodoh. Yang satunya tipical bucin yang satunya benar-benar gak peka.