
Maafkan author ya selama beberapa hari ini nggak update entah kenapa semua naskah yang udh author simpan tiba2 ilang. entah karena author salah pencet atau apa tiba2 udh kosong aja dokumentnya. Padahal udh nulis banyak banget. Buat jaga2 kalau2 nanti author gak bs update. Aku tu kesel bgt karena bukan cuma naskah Mutiara Kasih Sayang aja yang ilang. Tapi Belenggu Cinta, Azalea dan Rianna semua ilang padahal aku udh capek2 nulis gaesðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜. Makanya saking keselnya aku males mau update dan yah akhirnya baru mulai lagi nulis hari ini.
Maafin aku ya aku kesel dan emosi tapi kalian ikut kena imbasnyaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜. Nih nnti author update 2 bab aja ya. Lanjut ok.
***
Smith berjalan perlahan mendekati ranjang Rianna. Terlihat tubuh Rianna bergetar. Ani menggenggam tangan Rianna memberi kekuatan. Smith terlihat ragu-ragu. Tetapi setelah melihat Ani menganggukkan kepalanya Smith melangkah kembali hingga kini dia berhadapan dengan Rianna.
"Ba...bagaimana kabarmu?"
__ADS_1
Ya Allah dia terlihat sangat kacau. Hah. Mungkin memang lebih baik aku tidak hadir dalam hidupnya. Jika memang aku tidak diterima ya sudah lebih baik aku menyerahkan diriku saja kepolisi. Kalau aku melakukan kekerasan kepadanya. Ayo Smith jangan menyesal lagi dikemudian hari. Mungkin ini balasan dari keeoisanmu dulu. Kau tak mengakui itu anakmu dan sekarang malah dia yang tak mengakuimu sekarang. Kau memang pantas Smith.
Rianna masih diam. Namun badannya masih bergetar.
"Ri?"
"Kh...,"
Tiba-tiba saja air mata membasahi kedua pipi Rianna. Saat Smith mengucapkan nama mamanya. Satu-satunya lentera dalam hidupnya.
__ADS_1
"Bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya? Aku hanya ingin memeluk sebentar saja. Aku tau aku tak berhak atas kamu sedikitpun. Tapi walau bagaimanapun juga kamu adalah buah hatiku bersama dengan Rosita. Satu-satunya wanita yang membuat hidupku bahagia. Satu-satunya wanita yang mengenalkan cinta untuk hidupku. Hanya sebentar saja, setelah itu aku akan pergi selamanya dari hidupmu,"
"Memang anda mau kemana tuan Smith?"
"Aku akan mempertanggung jawabkan perbuatanku. Mungkin aku akan mendekam lama di penjara karena aku hampir membunuh seseorang. Yang bahkan ternyata malah anak kandungku sendiri. Tolong tetap disampingnya. Karena aku mungkin tidak akan bisa disampingnya ketika dia menikah nanti,"
Mata Smith semakin berair. Tanpa aba-aba dan izin dari Rianna, Smith memeluk erat tubuh putrinya. Entah kenapa Ani semakin terisak. Pertemuan antara Smith dan Rianna entah kenapa membuat hatinya seakan dihujam belati. Bagaimana mungkin Smith memikirkan saat Rianna menikah nanti? Bahkan mengatakan tak akan bisa mendampinginya? Oh astaga ...
"Aku menyayangimu," bisik Smith ditelinga Rianna. Smith melepaskan pelukannya. Kemudian dia merogoh saku celananya. "Ini aku kembalikan padamu. Jaga dengan baik, karena ini bukti bahwa aku dan Rosita menyayangimu. Saat itu aku memberikannya untuk mamamu. Dan sekarang aku memberikannya padamu, karena aku sangat menyayangimu. Berbahagialah dan ingatlah bahwa kamu memiliki keluarga dan sahabat yang mencintaimu. Papa pergi," Smith mencium kening Rianna. Kini laki-laki itu mulai melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
__ADS_1
Saat hendak membuka handle pintu, dia mendengar sebuah suara. Suara yang lemah namun begitu dia tunggu.
"Papa,"