
Ini adalah bab ke 3 dari novel baruku yang berjudul Love Or Obsession. Aku harap kalian mampir baca ke novel itu. Novelnya masih sepi 😂😂😂 maaf ya bab ini kalian kena prank. author lagi promosi.😂😂 eits baca dulu!!
Segera kutarik paksa tubuhnya dan kulemparkan keatas ranjang. Wanita itu hanya mampu mennagis dan berusaha memberontak.
"Tuan, aku mohon lepaskan aku. Hiks hidupku sudah sangat hancur bagaimana mungkin anda semakin membuatku hancur?"
"Bukankah sudah kukatakan sebelumnya? Jika suamimu sendiri yang telah melemparkanmu padaku. Dia menjualmu padaku. Lalu kemudian apa aku harus membebaskanmu setelah aku sudah membelimu dengan harga yang tinggi? "
Wanita itu kini berada diujung ranjang. Kulihat tubuhnya pun bergetar hebat. Ditambah air mata yang terus menganak sungai disana. Sial*an. Dia semakin membuatku ingin menghabisinya sekarang.
"Me... memangnya berapa uang yang diterima oleh suamiku? A a a aku akan berusaha untuk menggantinya. Pasti Tuan. Tapi tolong lepaskan aku. Aku berjanji pada anda cepat atau lambat akan aku ganti uang yang diterima oleh suamiku." Wanita itu menangkupkan kedua tangannya.
Hah. Mengganti? Apa dia masih tidak sadar jika dia djual dengan harga yang sangat tinggi?
"Apa kau yakin?" Aku menekankan kalimat yakin.
"Tentu saja Tuan." Wanita itu menjawab dengan sangat antusias sembari menghapus air matanya. "Katakan padaku Tuan, berapa uanh yang diterima oleh suamiku?"
"Hanya sedikit." Pancingku. Dan benar saja wanita itu untuk pertama kalinya menatap kedua mataku. Meskipun saat ini aku tengah memakai topeng diwajahku. Namun aku masih dapat melihatnya. Bagaimana kulitnya bersih seputih susu. Atau dua buah gunung kembar yang kurasa sangat menantang itu. Ternyata aku benar-benar membeli sesuatu yang berharga. Sepertinya aku tak menyesal mengeluarkan uang satu Milyar itu.
__ADS_1
"Berapa Tuan?" Wanita itu mulai berani mengajakku berbicara. Aku tersenyum menyeringai. Wanita yang menarik.
"Hanya sedikit, satu Milyar saja." Setelah mendengar jawabanku, wanita itu luruh. Seakan tenaganya telah habis terkuras.
"Apa?" lirihnya semakin membuatku tak sabar untuk mendapatkan mahkotanya. Dengan sekali hentakan wanita itu kini berada di bawah kungkunganku. Aku masih bisa merasakan betapa ketakutannya dia. Kucekal kedua tangannya dan kuikat kedua tangannya di penyangga ranjang.
"Lepaskan aku. Aku mohon, disini bukankah aku tak bersalah. Tolong Tuan berbaik hati untuk melepaskan aku."
"Hahaha bukankah kau istrinya? Tutup mulutmu dan layani aku."
Kurobek baju miliknya hingga menampakkan dua buah gunung kembar yang sangat menantang.
Segera aku menikmati dua buah gunung kembar yang sangat menggiurkan. Kuraup ujungnya dan aku mainkan yang satunya lagi. Ohhh miliknya benar-benar membuatku gila.
"Tidak! Lepaskan aku! Kau brengs*k kau laki-laki brengs*k. Dasar pengecut!"
Plaaakkkk
"Siapa yang lebih brengs*k? Aku atau suami yang menjual istrinya sendiri hanya untuk uang yang dipertaruhkan di meja judi? Katakan, aku hanya memintamu untuk melayaniku malam ini saja dan suamimu mendapatkan uang satu Milyar dariku? Kau tau kan seberapa besar jumlah itu? Maka diamlah dan kutuklah suamimu yang tak berguna itu!"
__ADS_1
Kini wanita itu menangis dalam diam. Kulanjutkan menjelajahi setiap inchi tubuhnya dan meninggalkan banyak kissmark ditubuhnya. Dan aku semakin menggila begitu mendapati bagian bawah miliknya yang kini polos dan basah. Kulirik wanita itu memejamkan kedua matanya sembari menggigit bibir bagian bawah.
"Kau basah. Aku semakin menggila sekarang." Segera kumasuki dia dengan paksa. Tanpa adnya sebuah kelembutan disana.
"Sakit. Pelan sedikit." Teriaknya begitu nyaring.
Kuabaikan tangisan dan cakarannya dipunggungku. Tetap melesak masuk meskipun sangat sulit.
"Arghttt." Rintihannya gadis itu terdengar cukup nyaring menambah gairah didalam jiwaku.
Seketika setelah memasuki lubang kenikmatan miliknya aku merasa ada cairan yang mengalir membasahj sprei. Kedua mataku membulat begitu tahu apa itu.
"Kau masih perawan?"
******
dibawah ini cover dan judulnya ya.
__ADS_1