
Empat belas tahun yang lalu ...
"Kak ... Apa maksudnya ini? Ke-kenapa melakukan ini semua?" tanya Elena kecil yang masih berusia 9 tahun.
"Kau akan mengerti semua itu nantinya. Bagaimana Elena? Apa kau masih menyayangi kakak?" tanya seorang lelaki yang berumur 20 tahunan.
"Kakak jahat! Bagaimana mungkin kakak melakukannya pada papa dan mama?" Elena kecil begitu histeris. Tangisannya bak nyanyian merdu diantara para mayat yang tergeletak tak berdaya.
"Elena sayang ... Kau akan mengerti nantinya. Aku melakukan ini untuk kebaikanmu juga adikku sayang." Lelaki itu menatap mayat-mayat yang ada di lantai dengan penuh emosi.
__ADS_1
"Kakak jahat!! Kenapa kakak melakukan ini semua? Mengapa kakak melukai papa dan mama? Mengapa? Kakak juga melukai bibi Hani! Juga paman Roy! Ada apa dengan kakak? Hiks Hiks. Elena sekarang harus bagaimana? Elena sendirian hu-hu-hu. Kakak ... Ayo bawa mereka semua ke rumah sakit. Elena takut mereka meninggalkan Elena sendirian Kak,' ucap Elena dengan tangis yang tidak berhenti.
"Maafkan kakak Elena. Tapi seperti inilah yang kau tau. Mereka semua sudah mati Elena. Buat apa kau menangisi para mayat-mayat itu?"
Pernyataan dari sang kakak membuat Elena bungkam. Apakah yang dihadapannya itu masih kakak kandungnya atau bukan? Mengapa Elena seakan tak mengenali lagi sosok dingin nan kejam di hadapannya itu. Sekelebat bayangan akan kebersamaannya dengan kakak lelakinya itu seakan lenyap tak bersisa. Kakaknya yang dulu begitu ramah, kini sekarang menjelma sebagai pembunuh. Bukan, melainkan seorang pembantai. Terlebih, bukan hanya kedua orangtuanya yang telah menghembuskan nafasnya yang terakhir kalinya di tangan sang kakak. Namun, ada begitu banyak nyawa para penjaga dan bahkan para maid yang sama sekali tak bersalah juga berakhir dengan tragis. Mati mengenaskan di tangan tuan muda mereka.
"Hu-hu-hu ... Apa yang sebenarnya terjadi padamu kak? Mengapa kau begitu kejam pada keluarga kita sendiri? Lalu bagaimana dengan Elena saat ini? Bagaimana Elena bisa menjalani hari-hari selanjutnya? Hiks-hiks ... Elena sekarang sudah tidak mempunyai siapapun. Hu-hu-hu kakak jahat! Elena benci kakak! Elena tidak memiliki seorang kakak sepertimu! Aku yakin itu! Kau pasti hanya orang luar! Pergi kau penjahat!" teriakan Elena menggema di aula pertemuan itu. Elena kecil meraung menangisi keluarganya yang telah mati mengenaskan ditangan sang kakak, Steven Robert Vanhoutten.
"Persetan denganmu! Aku tidak memiliki seorang kakak sepertimu! Aku juga tidak akan menikahi pembunuh sepertimu! Kau bajingan! Kembalikan papa dan mamaku! Seharusnya yang mati adalah kau! Kau pembunuh! Huuuuaaaa ... Kau pembunuh," teriak Elena.
__ADS_1
"Elena ... Mereka bukan orangtua kandungmu," ucap Steven sembari mengeluarkan sebuah surat yang telah usang. Pernyataan dari Steven lagi-lagi membuat Elena kecil terkejut.
"Kau pembunuh! Aku tak akan percaya padamu. Jika ... Jika seandainya Elena bukan anak kandung mereka, mereka pasti akan memperlakukan Elena dengan buruk. Tapi mereka memperlakukan Elena dengan baik. Kau hanya membual. Aku tidak akan percaya padamu lagi," tegas Elena.
"Kalau begitu ... Lihatlah ini. Ini adalah surat yang ada bersamamu saat kami semua menemukanmu di depan pintu rumah kami." Steven menyodorkan sebuah surat yang usang kepada Elena. Dengan tangan yang gemetar, tangan Elena yang mungil menangkap surat usang itu. Kemudian dengan tergesa-gesa membacanya.
Tolong jaga dia. Beri dia nama Elena. Juga jaga kalung ini bersamanya. Kami akan menemukannya saat semuanya sudah selesai.
Elena terdiam. Kemudian tangan mungilnya meraba sebuah kalung yang memiliki sebuah mata yang terbuat dari batu ruby berwarna hijau. Dia ingat kata papa dan mamanya untuk terus menjaga kalung tersebut. Jadi itu artinya dia telah dibuang oleh keluarga kandungnya?
__ADS_1
"Elena sayang. Ikutlah dengan kakak. Kakak akan menikahimu dimasa depan setelah kau cukup umur. Kakak sangat mencintaimu. Sangat, sangat dan sangat. Untuk itulah kakak membunuh semua keluarga kandung kakak. Agar kakak bisa menikahimu dimasa mendatang. Lihatlah betapa besar rasa cinta dan sayang kakak untukmu. Kemarilah Elena sayang. Hanya kakak yang Elena miliki bukan?" Steven mendekati Elena. Namun dengan kasar Elena menepisnya.
"Aku tidak akan menikah denganmu yang seorang pembunuh!"