Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 96


__ADS_3

"Mas .... Kenapa jadi seperti ini?"


"Monica aku benar-benar ingin menjadikanmu milikku seutuhnya. Secepatnya."


"Tapi kenapa? Ah.... kenapa sekarang si?"


"Hah.... apa lagi Monica? Aku sangat mencintaimu, kamu menunggu apa lagi? Aku menginginkanmu."


"Tapi mas.... Aku takut."


"Takut siapa?"


"Mas.... Jangan seperti ini ya?"


"Monica... Jangan membuatku gila. Aku tak bisa. Aku sudah setengah jalan!! Ayo segera kita lakukan saja !!" Teriak Kevin.


"Mas Kevin yang gila!!! Ini masih pagi buta !! Gila banget mas. Kesini pagi-pagi gini. Terus kenapa sama Tante Sarah juga?!" Kata Monica setengah berbisik. Dia panik begitu mendapati Kevin si pengetuk pintu rumahnya sudah rapi bersama mamanya. Bersamaan dengan itu pula Kevin membawakan berbagai parcellan seperti tengah melamar seseorang. Bertamu sepagi buta sedangkan si tuan rumah baru saja turun dari ranjang yang hangat. Memakai piyama, dan masih bau bantal. Bisa dibayangkan, betapa paniknya Monica. Kemudian menarik tangan Kevin agar sedikit menjauh dari Sarah. Sebelum ayah dan ibu tahu jika ada tamu model begini. Diusir dululah. Begitu batinnya berperang.


"Aku gak bisa. Ini sudah setengah jalan kamu gak lihat mamaku? Gak kasian?" Wajah Kevin memelas.


"Monica siapa yang bertamu nak? Kenapa gak disuruh masuk?"


Deg..... Jelas itu suara ibu. Mati aku.


"Mas Kevin pergi dulu ya. Please?!" Usir Monica. Namun terlambat kepala ibunya bahkan sudah menyembul keluar untuk menengok siapa yang pagi-pagi buta datang bertamu.


"Monica kenapa gak disuruh masuk?" Tanya ibu.

__ADS_1


Tubuh Monica kaku. Wajahnya pucat. Dia bingung harus berbuat apa. Melihat Monica yang diam tak bergerak akhirnya Kevin mendekat ke arah ibu Monica.


"Saya datang kesini ada perlu dengan ayah dan ibu. Ada yang ingin saya katakan secepatnya." Ucap Kevin tegas. Sarah tersenyum melihat kemantapan dalam diri Kevin memperjuangkan cintanya. Berbeda dengan Kevin yang mantap dengan tindakannya. Monica bahkan mematung sembari menundukkan kepalanya. Ibunya menyadari itu.


"Silahkan masuk." Ibu Monica tersenyum lembut. "Monic, sana bikin minuman." Imbuhnya kemudian menyadarkan Monica.


"I....iya Bu ."


Secepat kilat Monica segera berlari kedapur. Wajahnya merah merona seperti tomat rebut.


Bagaimana bisa mas Kevin segila ini.... Aaaaaa aku bahkan belum mandi, muka kucel.


"Monica segera kemari." Teriak ayahnya.


Waduh, kalau ayah marah gimana? Mati aku.


"Sudah punya pacar tapi gak pernah mau cerita sama ayah dan ibu."


"Ayah.... Bu...bukan begitu." Sanggah Monica.


"Saya yang ingin segera meresmikan hubungan kami pak. Saya rasa tak perlu berlama-lama." Ucap Kevin senyum manisnya mengembang dibibirnya.


"Tolong hargai niat baik anak saya." Ucap Sarah.


"Semua keputusan ada ditangan anak saya. Tapi saya sebagai orangtua sekaligus wali dari Monica, tetap ikut andil dalam hal apapun."


"A....ayah..."

__ADS_1


"Kenapa kamu gak cerita kalau pacarmu akan melamarmu?" Intonasi suara ayahnya Ketika bertanya bertambah satu oktaf lebih tinggi. Membuat Monica semakin gemetar. Bagaimanapun juga Monica baru menginjak dua puluh tahun.


"Ta....tapi ayah ... Dia bukan pacarku !!"


"Kalau bukan pacar kenapa dia tiba-tiba datang melamarmu? Kita bahkan tanpa persiapan apapun!!" Perkataan sang ayah benar-benar tak bisa dijawabnya.


"Ini keinginan saya pak. Tolong jangan marahi Monica. Kami bahkan belum berpacaran."


Seketika itu juga kedua orangtua Monica terlonjak kaget, kemudian menatap Monica lekat-lekat. Itu artinya laki-laki dihadapan mereka saat ini ingin serius menjalin hubungan tanpa harus memasuki hubungan yang rentan berpisah. Berpacaran. Singkat kata. Ta'aruf. Entahlah bagaimana yang benar, yang jelas Monica bahkan bingung dengan hatinya sendiri.


"Baiklah secepatnya saja." Kata ayah Monica. Seketika semua orang didalam ruangan itu pun mengangkat kepala mereka dan menatap sang pemilik suara dengan seksama. Tak terkecuali Monica. Perasaannya yang sudah kalut menjadi semakin kebingungan dengan perkataan sang ayah.


"Mak....maksud ayah?"


"Lamaran kalian saya terima !!" Ujar ayah Monica.


"Kita langsung bicarakan tanggalnya saja pak." Saut Sarah.


"Hah? Apa maksud anda mereka secepatnya menikah?" Tanya ibu Monica.


"Sepertinya aku sedang bermimpi ya?" kata Monica pelan.


πŸ’žπŸ’ž


Silahkan baca novel author yang lainnya ya!! update seminggu sekali nanti😁😁😁 masih fokus sama yang ini up setiap hari🀣🀣🀣 jangan lupa vote ya😘😘😘


@ Belenggu Cinta

__ADS_1


__ADS_2