Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 199


__ADS_3

Alur maju ya jangan cerewet. Nanti ada flashbacknya.


\=> **Azalea sudah bisa dibaca lagi ya ampek bab 15.


\=> Balada Cinta kisah tentang Agnes dan Dion. Besok baru update malam yah.


\=> Mutiara Kasih Sayang bulan ini TAMAT**



Seorang gadis berlari melesat menembus udara. Tak lagi terasa dinginnya malam dan sakitnya kerikil yang tajam.


Sesekali gadis cantik itu menoleh kearah belakang. Melirik takut-takut 5 orang laki-laki yang mengejarnya. Langkahnya semakin tertatih.


Seharusnya aku mendengarkan papa. Kenapa aku menolak ditemani Rangga. Aku pikir supir baru itu baik. Kenapa aku terlalu bodoh seperti ini? Aku hanya bisa menjadi beban saja. Batinnya penuh penyesalan. Menyesali sifat keras kepala yang membuatnya dalam bahaya. Situasi yang benar-benar mencekam baginya.


Seru napas yang mulai habis. Seolah tak menyurutkan keinginannya untuk menghentikan langkah seribu yang dia ambil.


"Hei cantik berhentilah! Apa kau tak lelah hah?" teriakan tersebut justru membuat gadis cantik itu semakin gemetar. Tetap pada langkah seribu yang dia ambil.


Saat berada di taman kota karena malam yang kian beranjak suasana sepi menjadi kian mencekam.

__ADS_1


Kemudian tubuh semampai itu bersembunyi dibalik semak-semak yang rimbun. Membekap mulutnya agar tak mengeluarkan sepatah katapun. Air matapun tak ayal membanjiri wajahnya. Napasnya memburu, belum lagi kakinya yang polos tanpa alas kaki terasa begitu perih.


Lima orang laki-laki itu terus meneriaki dan mencari kesegala arah. Namun gadis itu tetap bersembunyi dibalik rimbunnya dedaunan. Keringat dingin mulai menjalar ke seluruh tubuh. Entah dari mana datangnya sebuah tangan kokoh membekapnya. Kedua matanya melebar, kemudian dengan sekuat tenaganya dia memukul-mukul tangan kekar itu. Nihil laki-laki itu diam tanpa bersuara. Terus menyeret tubuhnya sembari membekap mulutnya. Membuatnya semakin tak berdaya.


"Rianna diamlah. Atau paling tidak kau bekerja sama denganku. Jika tidak kau habis bersama mereka." Bisikan itu membuatnya sedikit lega. Tetapi tak menampik bahwa dia masih ketakutan.


Benar, gadis cantik dengan tinggi yang semampai itu bernama Rianna. Anak gadis Smith satu-satunya.


Rianna melirik sosok laki-laki yang masih terus menyeretnya. Meski sedikit kasar dia tetap mengikuti arahan laki-laki misterius itu. Saat dirinya melihat sedikit wajah sang pria misterius itu. Lewat cahaya yang temaram Rianna mampu melihat dengan jelas siapa laki-laki itu.


"Rangga." lirihnya. Jauh lebih tenang dari sebelumnya. Kini mereka semakin menjauh.


"Aku membuntutimu. Rasanya ada yang janggal saat wanita itu mulai memasuki rumah tuanku," Kata Rangga dengan tegas. Sepertinya laki-laki itu begitu menghormati Smith sebagai tuannya.


Brakkkk


Ardan menggebrak meja. Matanya berkilat menunjukkan amarah yang menggelegar. Deru napasnya tak lagi beraturan. Seringai menyeramkan semakin terlihat jelas diwajahnya yang pias.


"Jack!" panggilnya pada kaki tangannya. Seorang laki-laki dengan sigap menghadap dirinya dan Mariani yang tengah kebingungan.


"Siap tuan!"

__ADS_1


"Siapkan segalanya! Bawa semua pasukan yang kita punya. Sepertinya dendam membara dimasa lalu mulai memercik kembali. Siapkan penjaga dan pengawalan ketat dirumah ini, mansion mami dan rumah paman Smith! Bagaimana bisa wanita ular itu menyelinap kerumah paman? Bajing*n! Kau William Anderson! Kau mengusik kembali kehidupan keluarga Wijaya! Arnold siapkan komando pasukan kita. Bangunkan kembali mereka semua. Setelah ini aku akan memimpin langsung. Biarkan Lita dan Jesslyn tetap disamping istriku. Jack kembali ke markas bersama Arnold. Kaisar Kau ikut aku kerumah paman Smith pastikan semua yang diinformasikan Arnold benar."


"Baik tuan muda." Mereka semua bergegas mengambil posisi masing-masing.


"Sayang." Ardan mengusap rambut lurus nan indah milik istrinya.


"Jelaskan mas ada apa ini?" tanya Mariani bingung.


"Sabar sayang. Nanti mas akan menjelaskan sewaktu semuanya sudah selesai. Sekarang tak ada lagi waktu. Aku kan pemeran utama tokoh dinovel ini masa iya belum action juga? Kan lucu?" Mencium mesra bibir ranum milik istrinya.


"Aku akan menunggu kabar darimu mas. Aku percayakan seluruh hati dan jiwaku padamu. Pulanglah dengan selamat. Bawa kembali separuh jiwaku yang kau bawa pergi."


"Tentu saja sayang. Aku akan kembali dengan selamat." Kecupan terakhir sebelum perpisahan. Bulir bening mulai berjatuhan dari kedua pelupuk mata Mariani.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam." Kelu sudah lidah Mariani. Tak lagi merasakan manisnya kebersamaan. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Akan tetapi hatinya teguh memberikan kepercayaan yang tinggi untuk lelaki kebanggaannya.


***


INI KONFLIK TERAKHIR HABIS INI END

__ADS_1


Ada yang pengen gabung grub wa untuk novelku nggak 🤣🤣🤣🤣 kalau ada bab besok AQ kasih wa aku bikinkan grub 🤣🤣🤣


__ADS_2