Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Elena Priscilia Vanhoutten


__ADS_3

Kasih aku vote dan like dong 🙄🙄🙄



Aku nangis nih kalau nggak dikasih vote 😂😂😂😂 Kasih aku vote ya nanti aku senyum lagi 😂😂😂


Seorang gadis asing yang tengah berbaring diranjang itu perlahan mengerjabkan kedua matanya. Mencoba mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan itu. Tiba-tiba dia tersentak begitu mendapati seorang dokter tengah menungguinya.


"Anda siapa? Dimana paman?" tanya gadis asing itu dengan begitu polos.


"Paman?" tanya Antony heran. Lelaki itu bahkan kini menautkan kedua alisnya.


"Iya paman ... Pemilik rumah ini. Anda siapa? Apa anda dokter?" tanya kembali gadis itu.


"Kau memanggil pemilik rumah ini dengan panggilan paman?" tanya Antony sembari menahan tawa.


"Iya ... Kamu siapa? Aku dah jawab semua pertanyaanmu. Kenapa susah sekali kau menjawabku?" gadis itu meringis. Mungkin karena luka didahinya.


"Ha ha ha ... Kau berani sekali hei bocah. Siapa namamu?" tanya Antony yang sedikit tertarik dengan gadis asing di hadapannya itu. Tak ada sedikitpun rasa ketakutan dan ragu-ragu. Terlebih memanggil si Badboy itu dengan panggilan paman? Are you seriusly? Rendy pasti akan membuatnya menyesal karena telah memanggilnya paman.

__ADS_1


Brak!


"Kalian berdua diam! Kei ... Seret laki-laki itu keluar dari rumah ini. Sedangkan dia, aku akan mengurusnya sendiri dengan kedua tanganku," ujar Rendy dengan tatapan nyalang.


"Baik Tuan Muda," jawab Kei dengan segera menarik tangan Antony dengan paksa.


"Hei hei Rendy kau sial*n! Setelah kau selesai dan tidak membutuhkanku lagi kau buang aku hah?" teriak Antony dengan marah.


Kini suasana terasa hening. Tak ada dari mereka berdua yang memulai pembicaraa. Gadis asing itu menundukkan kepalanya dalam-dalam. Karena takut jika dirinya akan dibuang oleh lelaki dihadapannya itu.


"Katakan siapa namamu?" tanya Rendy tanpa menoleh kearah gadis itu. Lelaki itu justru memandang kearah jendela kaca yang menampakkan keindahan malamnya.


"Saya Elena Paman. Anu ... Bisakah Paman tidak membuangku? Aku berjanji pada Paman, aku tak akan nakal. Aku akan bersih-bersih rumah, pokoknya aku akan melakukan apapun untuk Paman. Asalkan Paman tidak membuangku," ucap gadis itu yang ternyata bernama Elena.


Buta? Bukankah dirinya tadi bisa berjalan dengan benar ya? Lantas apa maksud dari buta itu? Elena sejenak terdiam. Mencoba untuk menyimak pertanyaan singkat dari lelaki yang memunggunginya itu.


"Ish Paman tadi tidak lihat ya? Aku bahkan bisa berlari?" tanya Elena dengan kesal.


"Kau tidak melihat berapa banyak maid yang tadi menyambut didepan hah?" tanya Rendy.

__ADS_1


Ups ... Maksudnya apa? tanya Elena dalam hati.


"Paman ... Kalau bicara bisa tidak nggak usah muter-muter gitu?" Elena mendengus kesal.


"Selain buta ternyata kau bodoh juga ya?" Rendypun menggeleng-gelenggkan kepalanya.


" Paman ... Kau mengejekku ya?" Gadis itu menekankan kembali kata paman untuk Rendy.


"Kau tidak lihat didepan ada banyak pelayan dirumah ini? Itu artinya matamu buta. Kenapa aku memanggilmu bodoh? Kau itu memangnya tidak bisa berpikir ya? Kalau aku punya banyak maid untuk bekerja padaku. Memangnya aku butuh tambahan tenaga lagi? Sedangkan aku memiliki puluhan maid dirumah ini." Rendy membalikkan tubuhnya. Menatao remeh kearah gadis yang sedang tercenung diatas ranjangnya itu.


"Paman ... Aku mohon kasihanilah aku. Tolong tampung aku Paman. Aku janji aku akan menjadi anak baik. Aku tidak akan nakal." Elena memasang wajah memelasnya. Berharap Rendy akan sedikit menurunkan egonya.


"Kau yakin berharap aku akan menampungmu?" tanya Rendy dengan sebuh senyum seringai terbit disudut bibirnya. Kata-kata dari Rendy seketika membuat raut wajah Elena sedikit bercahaya. Seakan tak ada lagi mendung yang menghiasi wajahnya.


"Iya! Tentu saja Paman. Tenang saja Paman, aku akan menjadi anak yang baik. Asal Paman mau menampungku. Meskipun aku harus menjadi seorang babu sekalipun.


"Ada satu hal yang bisa membuatmu membalas budi padaku," ucap Rendy.


"Katakan saja Paman. Aku pasti akan melakukan apapun untuk Paman. Tapi Paman juga harus berjanji untuk menampungku dan memberikan aku gaji," tutur Elena dengan senyum yang tersungging dibibirnya.

__ADS_1


"Kau yakin? Jadilah penghangat ranjangku," ucap Rendy dengan senyum sinis. Gadis itu sontak membeliak kaget.


Tolong like dan vote ya 💖💖💖


__ADS_2