
Like tembus 300 aku crazy up ya. Naskah udah ada tinggal kirim. Kalo nggak tembus 300 like, up ini aja sama besok 2 bab. Batas like sampai jam 12 malam ya.
Rendy mengerjapkan matanya tak percaya. Kobaran jago merah telah melahap habis mobil itu. Hari ini adalah pertemuan mereka yang pertama dan sekarang justru juga menjadi pertemuan yang terakhir kalinya. Mungkin saat ini, lelaki muda itu telah menghembuskan nafasnya untuk yang terakhir kali.
"Tuan Muda," panggil Kei yang cukup khawatir pada Rendy.
"Ya. Kita harus bergegas menuju lokasi yang dikirim oleh Leo. Tidak ada waktu lagi, Xiao Nai! Lebih baik jangan membuang waktu. Kita segera bergegas memberitahukan hal ini pada Leo." Rendy segera menarik tangan Xiao Nai menuju mobil miliknya. Melihat Rendy telah masuk kedalam mobil, Kei juga patuh mengikutinya tanpa bersuara sedikitpun.
*****
Sesuai dengan arahan dari Leo, Rendy dan Kei telah berada di sebuah pantai yang berdampingan dengan sebuah tebing. Sepertinya lelaki yang bernama Leo ini cukup memanjakan istrinya. Pemandangan di sekitarnya juga cukup indah. Disana ada taman bunga, taman bermain berikut roaller coaster beserta sebuah lapangan golf yang luas.
Sesaat Rendy terpaku melihat pemandangan yang menyejukkan kedua matanya. Namun sayup-sayup Rendy mendengar seseorang memanggil namanya, Leo. Lelaki terlihat tengah tergopoh-gopoh. Sepertinya kondisinya tak sesederhana itu. Rendy memicingkan matanya. Menatap tajam sosok yang ada di hadapannya itu.
"Rendy, aku benar-benar minta tolong. Bantai mereka semua nantinya. Jangan sisakan satupun yang selamat terhindar dari maut. Siksa mereka sebelum akhirnya kau membunuh mereka semua."
"Kau tidak perlu khawatir, Leo. Aku pasti akan menghabisi mereka semua. Tenanglah, kau jangan khawatir yang disini."
__ADS_1
"Baiklah ... Aku akan menunjukkan tempatnya. Ikuti aku."
Mereka semua bergerak menuju gedung yang dimaksud oleh Leo. Kemudian Leo berjalan mendahului mereka semua. Untuk memberitahukan dimana lokasi tempat untuk mengakhiri mereka. Setelah berjalan cukup lama menyusuri lorong panjang, Leo berhenti disebuah kamar. Kunci terbuka, mereka semua.masuk ke dalam kamar tersebut. Selebihnya, Leo memencet sesuatu ditembok yang telah ditutupi oleh sebuah lukisan.
Dreeekkk dreeekkk.
Ada sesuatu yang bergerak. Tetapi entahlah tidak nampak sama sekali. Setelah bunyi itu selesai bersuara, Leo membuka sebuah lemari pakaian yang terbuat dari kayu. Alangkah mengejutkannya, di dalam lemari tersebut justru ada sebuah jalan rahasia yang kemudiam ada sebuah tangga mengarsh ke bawah. Tanpa mengucapkan sepatah katapun, mereka segera menuju ke arah bawah. Hawa pengap yang pekat mulai terasa. Setelah sampai didasar, terlihatlah para musuh Leo yang telah kalah. Mereka semua diikat pada sebuah tulang dan diborgol kedua tangannya. Dengan sebuah msumpalan dimulut mereka juga tentunya. Otomatis mereka semua tak mampu bergerak.
"Hei bocah tengik! Hadapi aku satu lawan satu jika kau memiliki nyali. Mengapa kau malah membawa temanmu kemari? Katakan saja jika kau tak berani melawanku satu lawan satu bukan?" Seseorang terlihat memprovokasi Leo. Membuat Leo mendekat.
"Charlos ... Aku sudah bersabar dari kemarin. Jika saja Shena tidak hamil, aku juga akan menghabisimu dengan kedua tanganku sendiri. Untuk saat ini, bersenang-senanglah. Untuk hidupmu yang tidak lama lagi. Rendy, nyawa mereka semua ada di tanganmu sekarang."
"Baiklah. Tapi aku ada permintaan soal hutang budimu itu. Boleh aku memintanya sekarang?" tanya Rendy.
"Sobat ... Kau membantuku sejauh ini. Tentu aku akan membalas budimu. Katakan saja, apa yang kau inginkan. Agar aku bisa membalasnya saat ini juga," ucap Leo dengan bersungguh-sungguh.
"Bisakah kau mempertemukan aku dengan Reza? Ada sesuatu yang haru aku bahas dengannya segera."
__ADS_1
"Baiklah. Kau tenang saja. Aku akan mengatur pertemuan kita nanti. Apa ada lagi?"
"Ada satu hal. Bukankah nyawa mereka sekarang semua milikku?" tanya Rendy sembari menunjuk para tawanan itu.
"Tentu. Lalu?"
"Setelah aku menghabisi mereka semua, boleh tidak aku bawa mata, jantung dan ginjal mereka untuk kuberikan kepada Reza sebagai pertukaran nanti dengan info apa yang aku cari?"
Mereka semua yang mendengarnya langsung tersentak kaget. Itu artinya di hadapan mereka kini adalah seorang mafia yang begitu kejam. Dia bilang ingin mengoleksi mata, ginjal dan jantung? Dia adalah psycopath!
"Lakukan sesuka hatimu, sobat. Setelahnya jangan lupa buang ke kandang harimau. Kandangnya yang kita lewati tadi. Kalau begitu aku pergi dulu. Ayahku baru saja tertembak dan istriku juga mengalami pendarahan. Sungguh, terima kasih Rendy karena telah membantuku. Aku permisi." Leo mulai melangkahkan kakinya mulai menjauh dari tempat eksekusi itu.
"Serahkan padaku Leo. Kau hanya perlu mendengar kabar mereka telah selesai di tanganku. Kei ... Saatnya kita meluapkan emosi."
***
Mohon maaf karena baru up. Author pulang kerja jam 7 malam. Mata dah ngantuk banget setelah makan dan mandi. Mohon pemgertiannya.💞💞💞
__ADS_1