
Carlos hanya mampu menatap sosok angkuh yang sedang duduk di sebuah kursi itu. Rasa sakit yang menjalar saat tangan itu terpotong begitu hebat. Sebelum sempat menyadari apa yang terjadi, Danar sudah mengambil rantai dan menyeret tubuh Carlos yang sedang mematung. Dengan cepat Danar sudah mengikat tubuh Carlos kembali ke tiang.
"Dasar psycopath! Lepaskan aku!"
"Melepaskanmu? Kita bahkan belum memulai permainan yang sebenarnya, Carlos."
Kata-kata Rendy membuat Carlos merinding. Belum bermain yang sebenarnya? Sekilas Carlos bisa menatap kaki tangan Rendy yang bergerak. Kali ini Danar, orang yang telah memutus tangannya itu mengambil sebuah tombak disampingnya berdiri. Dalam sekejap tombak itu telah terbang meluncur kearah salah satu anak buahnya.
Crooot. Muncratan darah membanjiri tempat itu. Bahkan mengenai para tawanan yang lain. Tombak itu benar-benar mengenai tepat di perut anak buah Carlos. Hal itulah yang membuat para anak buah Carlos semakin merinding tidak percaya akan maut yang begitu cepat dan dengan cara yang cukup sadis.
__ADS_1
Sebelum para tawanan itu tersadar akan ketakutannya, Danar kembali bergerak. Disaat anak buah Carlos yang tengah sekarat itu nafasnya mulai tersengal, Danar justru dengan tanpa mengenal belas kasih justru membelah dadanya. Membuatnya benar-benar merasakan rasa sakit yang tak berujung. Dengan mata kepala mereka sendiri, mereka menyaksikan sebuah pembantaian tanpa mengenal rasa belas kasih sedikitpun.
Setelah lelaki itu membelah dadanya dengan sebuah belati, Danar dengan lihainya mengeluarkan jantung milik anak buah Carlos itu. Bersamaan dengan itu pula, anak buah Carlos tersebut menghembuskan nafas terakhirnya. Jantung itu kemudian dia letakkan pada sebuah kotak berwarna hitam dengan sebuah pita kupu-kupu. Belum selesai sampai disitu, Danar kembali membedah tubuh yang telah kehilangan jantung itu. Lelaki itu kembali mengeluarkan sesuatu yaitu, paru-paru. Seperti halnya jantung, lelaki itu kemudian memasukkannya kedalam kotak khusus untuk organ yang berwarna hitam dengan sebuah pita kupu-kupu. Setelah jantung dan paru-paru, dia bahkan mengeluarkan ginjalnya. Lantai yang tadinya ubin, kini berubah menjadi merah karena darah yang membanjir. Terakhir tangan Danar kembali bergerak, lelaki itu seperti mahir dengan pembantaian yang dilakukannya. Dua buah mata itu telah tercongkel keluar dari tempatnya.
"Tuan ... Kita bisa menjual ini semua dengan harga yang tinggi," ucapan Danar disertai dengan seringai yang menyeramkan.
"Bagaimana?" tanya Rendy dengan santai. "Satu dari anak buahmu telah tewas. Buang mayat itu ke kandang harimau."
Anak buah Rendy segera menyeret mayat itu keluar dari ruangan itu. Menyisakan rasa mencekam yang luar biasa didalam ruangan tersebut. Carlos bahkan merasa tenggorokannya tercekat. Lelaki itu menyadari jika lelaki dihadapannya lebih menakutkan dari kematian itu sendiri. Mengapa dia bisa menyimpulkan begitu? Karena jika langsung mati maka tidak akan merasakan rasa sakit yang luar biasa. Sedangkan apa yang diperbuat oleh algojo-algojo Rendy, lebih normal disebut psycopath. Mati dengan organ tubuh yang tidak lengkap jauh lebih menyeramkan dari apapun.
__ADS_1
"Ada apa denganmu? Bukankah tadi kau berteriak dengan lantng? Apa sekarang nyalimu telah ciut? Atau kau memang sudah memasrahkn hidupmu ditanganku?"
"To-tolong ampuni aku. Tu-tuan ... Bukankah kita tidak ada urusan apapun? Bi-bisakah kau mem-membebaskan saya?" Carlos menundukkan kepalanya. Tubuhnyapun sudah bergetar hebat karena rasa sakit yang kian mendera ditambah dengan sosok Rendy yang sangat mengintimidasi. Rendy kembali menggerakkan tangannya. Kedua iris mata coklat milik Carlos mengikuti gerakan tangan Rendy sejurus kemudian Kei mengeluarkan senjata laras panjangnya.
Dor!
Satu tembakan melesat menembus daging di kaki Carlos. Lelaki itu terhuyung untuk beberapa waktu. Hingga kembali lelaki itu melolong kesakitan. Menggema seisi ruangan itu.
Mutlak! Nyawa mereka semua hanya bergantung pada satu gerakan tangan Rendy. Maka tamatlah riwayat mereka. Suasana kembali mencekam saat Carlos menggeliat kesakitan yang kian mengusiknya untuk memint pengampunan.
__ADS_1