
Kemarin aku double update. ini versi Revisi ya
******
Setelah mendapat informasi keberadaan Elena, Rendy segera bersiap. Bersamaan dengan itu pula kedua kaki tangannya juga ikut ambil bagian. Siapa lagi jika bukan Kei dan Danar. Perasaan aneh yang ada di hati Rendy membuat lelaki itu mau tak mau harus mencari Elena. Sekalipun mereka tak mungkin bersama, tetapi mengingat Elena adalah anak dari auty Monica membuat Rendy harus membawanya kembali.
Setelah persiapan beres, mereka segera beranjak pergi ke markas The Queen. Disisi lain, Rendy juga kehilangan kontrak kerjasama yang tidak sedikit. Kerja sama senilai milyaran rupiah, ia tinggalkan demi mencari Elena.
Kabar kedatangan Dark Knight tentu saja telah terdengar oleh mami. Sehingga para anak buah mereka tempatkan di titik manapun. Seringai senyum licik terbit di bibir wanita paruh baya itu. Elena, aset berharganya yang memiliki pondasi kuat untuk bertarung membuatnya tak rela jika gadis itu harus pergi dari posisi ketua The Queen. Karena berkat Elena, kemenangan telak selalu ada di tangan The Queen. Jika sebelumnya wanita paruh baya itu memanfaatkan Elena dengan balas dendamnya, kali ini dirinya memanfaatkan Lady sebagai alat untuk mengendalikan Elena.
__ADS_1
"Elena mami memanggilmu," panggil salah seorang penjaga bawah tanah keada Elena yang sedang menyuapi Lady makan. Elena mendongakkan kepalanya. Entah mengapa perasaannya menjadi bertambah gelisah.
"Oke." Tanpa dikomando lagi Elena bangkit. "Lady, aku pergi dulu. Nanti aku kembali lagi."
Lady menganggukkan kepalanya. Kemudian Elena segera melangkahkan kakinya menuju tempat maminya berada. Perasaan yang terus saja membuatnya gelisah, membuat Elena sesekali berdecak kesal. Hingga tanpa terasa dirinya telah sampai di tempat sang mami. Yang lrbih aneh baginya adalah, banyak anak buah The Queen yang sudah bersiap dengan senjata keahlian mereka.
Apa ini? Apa kita akan bertarung? bisik Elena dalam hati.
Deg. Dark Knight? Sejenak Elena memejamkan kedua matanya. Satu anggukan kepala dari Elena membuat para anak buahnya mangambil posisi masing-masing demi menyambut tamu. Kemudian Elena pergi ke kamarnya bersama Lady. Gadis itu mengambil sebuah topeng dan mengganti pakaiannya. Terakhir Elena mengikat rambutnya kuncir kuda untuk memudahkannya bergerak. Setelah selesai dengan persiapannya, Elena menyambar knuckel dan menyembunyikannya di balik celananya. Jangan lupakan katana yang menjadi senjatanya dalam bertahan. Satu hal yang tak bisa ia tinggalkan. Pistol revolver berkaliber 22 juga ia simpan dibalik bajunya.
__ADS_1
Seorang penjaga memberikan informasi jika geng mafia Dark Knight telah sampai di gerbang luar markas milik The Queen. Demi memperkecil persentase banyaknya korban, Elena beranjak menemui si tamu itu.
Sama dengan Elena, Rendy juga memilih memakai sebuah topeng. Dan kini tanpa mereka sadari keduanya telah saling berhadapan. Sesaat mereka berdua diam. Namun setelah Elena membuka suaranya Rendy semakin yakin jika dia adalah Elena.
"Tuan, jika anda maju selangkah saja maka katana milikku ini akn menebas kepalamu," kata Elena memberikan sambutan untuk Rendy. Mendengar hal itu Rendy tersenyum. Tetapi senyumnya kali ini terlihat menyeramkan bagi Elena.
"Aku kemari untuk memastikan satu hal, Elena."
Deg.
__ADS_1
Satu kalimat itu sudah menjelaskan segalanya. Panggilan nama aslinya, suara bariton yang khas dan sangat ia kenali sebelumnya, ditambah kedatangan Rendy yang tidak sesederhana meminta dirinya untuk pulang.