Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
S3. Bab 446. Sudah mulai aktif ya, Bun?


__ADS_3

Akhirnya Sabrina dan William sudah aman ya? Nggak juga😂😂 Gimana-gimana? Cerita William dan Sabrina dibumbui cerita pasangan yang dijodohin dengan calon pasangan tanpa pernah bicara panjang lebar. Keknya lucu Aretha sama Artur ya? Bukannya mereka sama-sama kaku.


 


"Sabrina? Lu kenapa?" Suara Meisya terlihat ketus.


Sabrina memalingkan wajah. Menatap Meisya yang juga menatapnya tajam. Sabrina menggelengkan kepala. Malas berbicara dengan orang seperti Meisya.


"Sehat walafiat. Nggak usah kepo." Sabrina melengos. Akhir-akhir ini moodnya sangat buruk.


"Sombong banget dia! Aku juga bingung. Kenapa Lexi, Justin, Dixton dan Artur deket banget sama dia? Kayaknya aku harus lakuin sesuatu. Lexi, aku harus mendapatkannya. Tapi, apa yang harus aku lakukan?" Meisya terlihat resah.


"Akhir-akhir ini aku lihat Lexi demen banget ya sama Sabrina? Dia juga melayat kemarin. Beberapa teman kita juga ogah ke tempat dia. Masalahnya ya itu. Kecentilan ke sana ke sini jalan sama cowok. Menurutmu, enaknya kita kasih kejutan nggak?" Sherly memainkan kedua alisnya diiringi senyum seringai di bibirnya.


"Tapi apa?" tanya Meisya.


Sherly membisikkan sesuatu di telinga Meisya. Sesaat Meisya tersenyum. Lalu Sherly menarik tubuhnya menjauh dari Meisya. Sepertinya Sherly tampak puas dengan reaksi Meisya.

__ADS_1


"Justin. Aku rasa, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja! Sabrina, lihat bagaimana aku akan memberimu pelajaran." Sherly membatin puas.


Di sisi lain, Sabrina didampingi Artur dan Lexi makan siang di kantin. Entah sejak kapan mereka bertiga mulai menyukai menu yang sama. Mie ayam dan bakso. Adalah menu rakyat yang sedang mereka gilai bersama.


"Lex, aku pikir kau tidak akan suka menu rakyat begini?" Sabrina memecah keheningan.


Lexi menarik sudut bibirnya. "Selama ini aku makan ya itu-itu saja. Bosan rasanya. Sebenarnya mama melarang buat beli ginian. Well, lu tahu kan gimana over protektifnya seorang ibu sosialita?" Sabrina menjawab dengan anggukan kepala. Lexi melanjutkan kata-katanya, "Jadinya biasalah. Ternyata makan beginian enak juga. Rasanya beda. Gua gak bisa ngomong."


"Lu nyama-nyamain diri lu sama gua? Itu seharusnya jadi kata-kata gua." Artur tak mengalihkan pandangannya. Ia fokus menikmati semangkuk bakso yang sekiranya lezat.


"Please! Kalau mau bertengkar jangan di sini. Takutnya jadi nggak mood mau makan." Sabrina mencebikkan bibirnya.


Hening melenggang. Saat tengah asyik menikmati sarapan, tiba-tiba seseorang mengirim pesan ke handphone Sabrina. Gadis itu melirik handphonenya. Kemudian menyambar handphone dan membuka pesan. Dahi Sabrina mengerut.


081xxxxxxxx


[Halo, Nona. Aku Dante. Salam kenal, silahkan di save nomor handphone-ku ya? Hari ini, aku dan William sedang berkumpul bersama Ardi dan Anggi. Biasa, sedang menikmati mengenang masa lalu. Semoga kau berkenan meminjamkan William kepadaku ya!]

__ADS_1


Foto


--


Sabrina mengepalkan kedua tangannya. Sebuah foto menampilkan Anggi duduk tepat di samping William. Mereka sedang makan-makan? Tapi tunggu, kenapa William tak memberikan kabar untuknya? Sabrina membatin kesal. Pikiran-pikiran negatif kini bergelayut di kepalanya. Gadis itu memejamkan kedua mata. Tak lama kemudian sebuah pesan masuk ke handphone Sabrina.


Honey💓


[Honey, aku makan siang dengan teman lama. Yah, yang waktu itu bertemu di Reuni sekolah. Maaf ya? Bukan niatku untuk bertemu dengan Anggi. Aku mengatakan ini takut jika kamu salah paham. Aku mencintaimu.]


Sabrina tersenyum tipis. Hanya sebuah pesan dari William cukup untuk menenangkan hatinya. Ia lalu meletakkan kembali handphonnya di meja. Menikmati kembali semangkuk bakso yang mulai dingin.


"Kapan-kapan kalian mampir ke rumah gua dong," ucap Lexi.


Pria itu telah selesai makan. Sabrina melirik mangkuk yang digeser oleh Lexi. Kedua mata Sabrina membulat.


"Astaga! Ni anak orang belum makan dari pagi apa? Kuah bakso sampai ludes begitu? Biasanya anak orang kaya pasti sok jaim. Terlebih sosok Lexi yang tampan itu. Apa aku sudah memberikan virus bodo amat padanya ya? Pasalnya Artur saja sudah membanting selera makannya hampir semua sama sepertiku." Sabrina membatin sembari terkekeh. Jika dipikir-pikir Justin dan Dixton juga beralih selera yang hampir sama dengannya.

__ADS_1


__ADS_2