Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Kemarahan Rendy.


__ADS_3

"Siapa yang kau maksud dengan om om? Atau sekalian kau tambahkan orang yang usianya jauh lebih tua dari Elena. Kemudian dia juga berperut buncit?" tanya Rendy mengintimidasi Sonia.


"Tuan apa masalahmu? Mengapa kau ikut campur urusan keluarga kami?" tanya Sonia kesal.


Rendy membisu, tetapi dia mendekati Elena dan mendekapnya dihadapan mereka semua. Bahkan Elenapun membeku dalam diam. Gadis itu begitu syok dengan apa yang Rendy perbuat.


"Oh ... Seingatku wanitaku ini sudah memutuskan semua hubungan dengan keluarga Vanhoutten." Rendy menatap penuh amarah ke arah Sonia.


"Bagaimana kau tahu kami dari keluarga Vanhoutten? Ohhh ... Si jal*ng ini pasti udah ngomong yang enggak-enggak ya?" Sonia terlihat tak terima. Pasalnya sosok lelaki dihadapannya itu adalah sosok yang benar-benar sesuai dengan kriterianya. Namun lagi-lagi, Elenalah yang memiliki kedekatan dengan sosok tampan nan angkuh itu.


"Kei ... Aku beri kau waktu lima belas menit untuk membeli Mall Harrods. Serta panggil pengacara untuk mengatasnamakan sertifikat Mall Harrods ini dengan nama Elena Priscillia Vanhoutten. Agar orang yang tidak tahu malu aham akan posisinya," ucapan Rendy membuat mereka semua terbeliak kaget. Terlebih Elena. Bahkan tubuh gadis itu terlihat gemetar.


"Baik Tuan Muda." Kei membungkuk kemudian berjalan meninggalkan kerumunan di butik tersebut.

__ADS_1


"Tu-Tuan kau bercanda? Membeli Mall Harrods ini dan kemudian memberikannya kepada wanita jal*ng tak tahu malu ini?" tanya Sonia dengan nada yang penuh emosi.


"Siapa yang kau panggil jal*ng?" tanya Rendy dengan sebuah tangan yang mengepal erat.


"Tentu saja dia! Elena. Gadis itu bahkan sudah terbuang dari keluarga kami. Bagaimana mungkin kau memberikan dia mall terkenal dan terpopuler di London ini? Dia tidak pantas!" teriak Sonia.


Sepertinya kau lupa diri, Sonia. Kau bahkan lupa jika saat ini kau sedang berada di tempat umum. Elena bergumam dalam hati.


"Jika Elenaku ini tidak pantas mendapatkan mall ini, memangnya siapa yang menurutmu cukup pantas untuk mendapatkan mall ini? Atau kau berfikir jika kaulah yang pantas untuk mendapatkan ini semua hem? Jangan mimpi! Kau dan dirinya sangat berbeda jauh. Bukan hanya dari tingkah laku, namun juga penampilan dan hatinya! Sangat jauh jika dibandingkan dengan dirimu. Kau memangnya siapa? Atas dasar apa kau bisa mengaturku hah?" Kini emosi Rendy semakin meluap.


Dengan segera Rendy menoleh kearah Elena. Memegang dagu milik Elena. Terlihatlah di pipi kanannya rona merah muda. Itu adalah jejak yang ditinggalkan oleh sebuah tamparan. Tiba-tiba gigi Rendy bergemelutuk serta lelaki itu mengeratkan lehernya. Emosinya membludak melihat ada yang lancang menyentuh miliknya.


"Kaisar!" Panggil Rendy pada kaki tangannya yang selalu ada dibelakangnya. Kaisar maju dan membungkukkan badannya. "Sayang ... Katakan siapa yang memukulmu?" tanya Rendy sembari menyentuh pipi Elena.

__ADS_1


Elenapun terdiam. Namun beberapa saat kemudian dia menunjuk salah seorang bodyguard dari Sonia. Kedua iris mata Rendy dengan seksama mengarah kearah seorang bodyguard di samping Sonia.


"Kaisar! Kau tau apa yang aku inginkan bukan? Biarkan mereka semua mengingat selalu kejadian ini. Agar kedepannya nanti, mereka tahu siapa yang berkuasa," kata Rendy dengan nada yang penuh tekanan.


"Baik Tuan Muda." Kaisar membungkukkan badannya sekali lagi. Kemudian dia mendekati bodyguard yang ditunjuk oleh Elena tadi. Meskipun bodyguard itu telah dipukul mundur, aku yakin mereka tidak akan menyerah.


Kraaakkkk.


"Aaaarrrggghhhtttt ... Ampun Tuan. Tolong ampuni saya." Lolongan memilukan itu berasal dari mulut seorang bodyguard tersebut. Mereka semuapun mundur sedikit menjauh dari tempat mereka semula.


"Tuan Muda ... Saya telah mematahkan kedua tangannya," kata Kaisar tanpa rasa bersalah sedikitpun. Lelaki itu membungkuk didepan Rendy saat ini. Semua yang ada di sana kembali dipukul mundur. Seakan tak percaya jika dihadapan mereka ini adalah sosok yang tak memiliki belas kasih. Selang beberapa waktu, Kei telah kembali dengan seorang pengacara beserta sebuah berkas dimana itu adalah dokumen pengalihan Mall Harrods.


"Tuan ... Seperti yang anda minta sebelumnya. Ini sertifikat mengenai mall ini, Tuan Muda. Kemudian kami juga sudah mengganti nama pemilik sebelumnya. Sekarang nama pemilik yang tercantum adalah nona Elena Priscilla Vanhoutten." Lagi-lagi Sonia hanya mampu meneguk salivanya. Lantaran, Elena saat ini mampu menyainginya.

__ADS_1


Dengan sigap Rendypun menggendong Elena ala Bridal Style. Tak perduli berapa pasang mata yang menatap keduanya dengan tatapan yang tajam.


"Ahhh ... Apa yang kau lakukan?" tanya Elena bingung. Namun nihil, Rendy hanya melangkah dalam diam.


__ADS_2