Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 126


__ADS_3

"Sayang," mama Agnes mencoba mendengarkan jawaban dari Agnes yang masih membisu. Dengan sangat hati hati menanyakan kembali perihal perjodohan itu. "Apa itu semua bener?"


Sebenarnya Agnes masih bimbang. Tapi dia sudah berjanji waktu itu jika dirinya dibiarkan bebas maka akan menerima perjodohan ini. Kemudian Agnes mengambil nafas dalam-dalam dan kemudian menegaskan jawabannya.


"Iya ma," jawabannya tentu saja membuat kedua laki-laki paruh baya itu bersorak kemudian berpelukan persahabatan mereka kini akan terus dijalin dengan tali sebuah pernikahan anak mereka. Dion menyunggingkan senyum penuh kemenangan. Ya gadis yang membuatnya tertarik. Dia benar-benar sudah melupakan bagaimana dia sering menyumpah serapahi gadis itu.


"Kalau begitu Minggu depan kita putuskan pertunangan mereka," kata Leonardo.


"Aku rasa tidak perlu om," serobot Dion.


Hei sudah diamlah kau bisa membuatku mati kehabisan nafas karena kegilaanmu !!


"Kenapa? Apa maksudmu?" kali ini Bastian yang bertanya.


"Tidak ada pertunangan. Langsung menikah saja," perkataan Dion spontan saja membuat mereka semua terbelalak kaget. Terlebih Agnes. Rasanya dia sudah diambang Kematian untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


Dasar brengsek !!! Kau benar-benar mau aku mati ya?


"Menikahnya bulan depan,"


Lagi-lagi kata-kata Dion membuat mereka kaget. Terlebih Agnes, emosinya hampir meledak. Siang bolong seperti tersambar petir. Ingin rasanya dia pingsan. Atau setidaknya bisa mencekik laki-laki dihadapannya ini.


****** deh ******.


Teriakan hati hanya bisa menjadi teriakan hati. Agnes hanya bisa mengumpati laki-laki yang sedang ngebet-ngebetnya mengajaknya menikah. Entahlah apa yang sebenarnya ada di isi hati dan isi kepala Dion, beberapa waktu yang lalu masih dengan pedenya berteriak padanya. Dan sekarang malah minta untuk segera dinikahkan dengan dirinya. Agnes memutar kedua bola matanya. Benar-benar kesal merasuki dadanya.


"Haha tak kusangka akan secepat ini. Baiklah kita tentukan tanggalnya,"


Agnes membisukan mulutnya menulikan telinganya dia sudah kepalang kesal dengan apa yang sedang terjadi. Tak henti-hentinya dia mengumpati Dion. Merutuki bagaimana nasibnya setelah ini.


Kedua perempuan paruh baya itupun tak tinggal diam kabar permintaan dari Dion membuat mereka bersemangat tentang EO yang akan mereka sewa nantinya. Kemudian disusul dengan berbagai macam pernak-pernik pernikahan. Agnes hampir kehilangan keseimbangannya. Dia benar-benar kesulitan bernafas.

__ADS_1


Usiaku baru saja menginjak dua puluh satu tahun dan akan menikah bulan depan? Oh ya Allah. Bagaimana aku harus menjalaninya. Rasanya sungguh sial harus menikah dengan laki-laki playboy itu. Ingin kucekik saja laki-laki itu.


Agnes hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya. Dia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Sedangkan Dion laki-laki itu sedang duduk disofa yang berada diruangan Agnes. Mengamati berbagai ekspresi yang berada diwajah Agnes. Awalnya dia memang tidak tertarik dengan gadis yang dijodohkan dengannya. Yang ada setiap kali bertemu dia akan menyumpahinya dengan berbagai sumpah serapah. Namun kini yang ada dia malah ingin segera menikahi Agnes.


Gadis yang tangguh. Bahkan dia masih menjaga kehormatannya. Hahaha lihatlah wajahnya. Apa dia tak menyadari wajahnya itu sudah seperti tikus Curut sekarang. Kau benar-benar membuatku ingin segera menaklukanmu.


Dion masih menatap wajah Agnes dengan berbagai ekspresi dan mimik wajah yang


berubah-ubah. Perubahan wajah dan raut muka itu benar-benar terlihat. Karena sekarang wajah Agnes sangat lusuh. Rambut yang berantakan. Wajah pucat pasi. Kemudian tubuhnya yang lemas karena mereka semua membahas pernikahan yang sebentar lagi akan terlaksana.


Aku akan segera menjadikanmu milikku. Haha lihat saja ya. Dion tersenyum puas.


💞💞💞


Haloha dua episode sudah meluncur ya bab 125 dan bab 126. Sisanya nanti hari Minggu sore 😘😘 mau bobok syantik dulu gaes.

__ADS_1


__ADS_2