Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Pulang Ke Indonesia


__ADS_3

Gadis itu menatap takjub kearah sebuah rumah mewah yang berdiri tak jauh darinya. Sekilas gadis itu sedikit bersyukur karena ditemukan oleh orang yang kaya. Setidaknya dia tidak akan kelaparan. Batinnya dalam hati.


Rendy keluar dari mobil diikuti dengan Kei. Dengan begitu tergesa-gesa gadis asing itu mencoba untuk mensejajarkan langkahnya dengan Rendy dan Kei. Bahkan Gadis itu menyeret paksa koper besar miliknya.


"Pulanglah Kei. Istirahatlah, aku juga akan istirahat," ucap Rendy sembari menaiki tangga.


"Tunggu Paman! Aku bagaimana?" tanya gadis asing itu sembari menunjuk wajahnya dengan jari telunjuknya.


Rendy menghentikan langkahnya sejenak. Menatap lekat pada kedua orang yang saling mematung. Rendy tersenyum sinis ia lupa jika ada seseorang yang mengikutinya.


"Kei," panggil Rendy dengan nada sinis.


"Iya tuan muda," jawab key dengan tegas.


"Kau bawa gadis itu pergi atau kau lempar ke jalanan terserahmu. Itu bukan urusanku," kata Rendy dengan mantap. Kemudian lelaki itu meneruskan langkah kakinya.

__ADS_1


"Paman!" gadis itu berlari meninggalkan Kei dan kopernya menuju Rendy. Dengan begitu berani gadis itu menarik ujung jas milik Rendy. Membuat Kei dan Rendy menatap tajam kearah gadis itu.


"Kumohon Paman terima aku. Aku yatim piatu Paman. Apa Paman nggak punya hati, mau lempar aku kejalanan?" tanya gadis itu dengan memasang wajah yang menyedihkan.


"Beraninya kau! Lepaskan baju Tuan Muda!" teriak Kei dari bawah tangga.


"Aku mohon Paman." Gadis itu berlutut dikaki Rendy. "Aku benar-benar tak memiliki sanak keluarga. Tolong jangan buang aku."


"Tunggu ... Kau daritadi memanggilku apa?" tanya Rendy.


"Kurang ajar! Beraninya kau! Keluar dari rumahku!" teriak Rendy dengan menunjuk pintu rumahnya.


"Paman! Maafkan aku. Tapi aku mohon terima aku. Jadi babu juga nggak apa-apa. Tapi tolong terima aku. Hiks aku ini yatim piatu Paman," tangis gadis itu pecah seketika. "Atau menyemir sepatumu aku juga bisa Paman. Aku mohon, kau tidak kasihan padaku? Paman, aku ini gembel. Kau juga tidak lihatkah diluar sedng hujan angin Paman."


Kenapa dia mengaku gembel? Padahal sudah jelas jika dilihat dari baju dan koper miliknya. Sudah menunjukkan bukan orang biasa yang memilikinya. Batin Kei dalam hati.

__ADS_1


"Astaga! Kei! Buang dia!" teriak Rendy sembari menghempaskan tubuh mungil gadis asing itu. Membuat gadis seketika terjungkal dan bahkan tergulung dilantai tangga hingga kelantai dasar.


"Tuan Muda!" Seketika Kei menghampiri gadis malang itu. Terlihat kepalanya mengalir darah segar.


"Panggil Antony sekarang Kei!" Titah Rendy sembari menggendong gadis malang itu. Sedangkan Kei, mencoba menghubungi dokter pribadi milik Rendy.


****


"Yo? Seorang gadis?" tanya seorang lelaki yang memiliki name tag dibaju putih miliknya.


"Periksa saja Tuan Antony," ucap Kei dengan nada datarnya.


"Hei Kei! Ini adalah hal yang luar biasa. Untuk pertama kalinya seorang Rendy, badboy kita yang satu ini pulang bawa seorang gadis? Hei Kei kau tak ingin bosmu itu segera menikah? Ingat kau itu jomblo sudah bertahun-tahun loh," ujar Antony.


"Tuan Antony ... Lebih baik anda segera memeriksanya. Kalau anda masih sayang dengan leher anda," ancam Kei. Mendengar ancaman dari Kei, Antony segera memeriksa lehernya. Seakan takut jika leher dan kepala miliknya terpisah. Sedangkan Rendy hanya diam sambil memijit pelipisnya. Kepalanya terasa pening.

__ADS_1


Hari ini aku si*l sekali! Rutuk Rendy dalam hati.


__ADS_2