
Diruangan gelap berlantai ubin.... Ada empat sosok yang berdiri dengan tegap tegas dan berwibawa. Siapa lagi jika bukan Zack, Lita, Kaisar, dan Jesslyn. Dua gadis cantik sebagai seorang dokter dan berkeahlian khusus dibidang beladiri dan boxing. Sedangkan dua orang laki-laki yang berkeahlian berkelahi dan beladiri dialirkan Wing Chun, Taekondow, dan boxing. Beladiri Wing Chun sendiri adalah seni bela diri Cina dan bentuk bela diri yang mengkombinasikan penyerangan dan pergulatan dan spesialisasi di pertarungan jarak dekat. Keduanya menatap tajam seorang penyusup yang baru saja tersadar dari pengaruh obat bius.
"Katakan siapa yang mengirimmu?" Tanpa basa-basi Kaisar segera menghujaninya dengan pertanyaan terpenting. Laki-laki itu mendongakkan kepalanya. Tidak ada rantai atau apapun yang mengikatnya. Tapi yakinlah dia mengetahui siapa dua orang laki-laki yang berada didepannya itu. Dua orang yang memiliki ikatan paling erat dalam sebuah gebrakan si kembar Zack Kaisar. Akan sulit untuk lari dari keduanya. Tersiksa atau mati.
"Bukankah sudah jelas," dia menyeringai.
"Apa tujuan dia mengirimmu?"
"Masih sama bukan. Haha percuma kalian mengancam ku toh aku juga akan mati bukan?" Meringis menahan luka tempat dikakinya.
"Heh....kenapa kau mengantarkan nyawamu kemari hah?" Zack kembali meninggikan suaranya.
"Bukankah sama seperti kalian? Hanya melaksanakan perintah!!" Ucapnya sinis.
__ADS_1
Zack dan lainnya menautkan alisnya. Ya mereka memang melaksanakan perintah. Namun mereka melakukannya tanpa ada paksaan sedikitpun. Karena kalau menolak pun juga Ardan tidak akan mempermasalahkannya. Karena ini menyangkut nyawa hidup dan mati. Tapi karena mereka memiliki alasan sendiri untuk mengikuti Ardan kembali. Benar seperti Jesslyn tadi. Dia memiliki alasan besar untuk kembali keranah permainan yang membuatnya bebas. Bebas dari segala hal dan melampiaskan semua kekesalannya.
"Ada apa?" Tanyanya. Menyadari keempat obyek didepannya hanya berdiam. "Apa kalian takut?"
"Takut? Hahahahaha. Aku hanya kasihan padamu," ucap Kaisar sarkas.
"Kenapa? Bukankah hal yang normal jika aku menginginkan uang?" Benar sekali penyusup itu adalah seorang pembunuh bayaran. Yang artinya bekerja jika ada uang.
"Kau hanya sebuah pion. Hidup matimu tak penting untuknya," Kaisar menatapnya tajam.
"Kami berbeda.Kau hanya akan mati pada akhirnya. Sedangkan kami? Lebih baik daripada kau !! Katakan dimana persembunyian bos brengs**mu itu !!"
"Apanya yang beda !! Aku dan kalian sama-sama anjing peliharaan seseorang !! Tapi maaf aku tidak akan menggigit tuanku !! Cuih," dia meludah.
__ADS_1
Tanpa aba-aba atau peringatan sekelebat bayangan segera menghantam perut laki-laki itu. Sebuah teriakan melolong menyayat hati pun terdengar. Luka diperutnya pun kembali robek. Darah segar kembali mengucur. Batinnya tersiksa bagaimana bisa seorang gadis bergerak tanpa ampun? Bukankah dirinya sudah terkulai lemas? Mengherankan gadis satunya memberikan pertolongan untuknya dan yang satunya malah membuatnya untuk mati secepatnya. Seketika semua mata mengarah kearah Jesslyn seorang gadis yang seakan tak memiliki emosi dalam jiwanya. Seakan jiwa tersebut telah lama mati.
"Apa yang kau lakukan Jess !!" Teriak Lita dia menarik tangan Jesslyn untuk mundur beberapa langkah.
"Apalagi? Membungkam mulutnya lah !! Rasanya telingaku sakit mendengar omongan busuk itu," segera memalingkan wajahnya. Karna Kaisar sudah menatap tajam. Netra hitam milik Kaisar seakan menusuk ulu hatinya.
"Tapi aku baru saja menjahit lukanya!! Kita butuh informasi darinya tentang markas bosnya!! Kalau dia mati bagaimana kita mendapatkan informasi itu?" Teriak Lita.
Jesslyn hanya bisa diam. Mau bagaimana lagi dia memang termasuk dalam jajaran anggota yang tak memiliki nurani.
Zack mulai bergerak mencari sesuatu ditubuh laki-laki yang setidaknya bisa berhubungan dengan bossnya. Dan dia menemukan sebuah ponsel.
Kemudian mulai mengutak Atik ponsel tersebut. Dan ya.....dia menemukan sesuatu. Sesuatu yang membuatnya tersenyum menyeramkan.
__ADS_1
"Sepertinya lebih baik kita menyerang terlebih dahulu. Kita sudah punya tujuan jelas !!" Zack menyeringai menampakkan gigi-giginya yang putih dan bersih itu seakan babak terakhir mulai tergapai.