Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 76


__ADS_3

"Hahaha lihat dia masih dengan percaya dirinya diantar oleh calon tunanganku."


"Wah kupikir Monica gadis yang lugu ternyata salah ya."


"Mungkin wajahnya yang polos itu justru untuk menutupi sifat aslinya yang menjijikkan itu. Huh seperti tidak ada laki-laki lain saja." Kini yang lainnya pun menimpali.


"Bener tuh harusnya tau lah posisinya dimana udah masuk kampus sini lewat jalur beasiswa malah sekarang menggaet calon tunangan orang lain benar-benar hebat gak tahu malau."


Begitulah sepanjang perjalanan Monica ke ruang kelasnya dia mendapat cibiran dan kata-kata yang menjijikkan menurutnya. Entah apa yang terjadi. Bagaimana bisa ada rumor buruk tentangnya. Menoleh ke arah Jessica cs. Geng Jessica terdiri dari Anita, Julia, dan Inneth. Suara yang paling keras meneriakinya. Dari tatapan semua anak-anak terlihat begitu tajam. Menatapnya sinis.


"Omong kosong apa yang kau katakan itu jessica?" Tanya Monica.


"Heh jangan sok pura-pura beg* loe !! Masa iya calon tunangan temen sekelas aja direbut. Gila ya kayak gak ada yang lain aja." Ucap Anita.


"Benar-benar sialan pagi-pagi harus berdebat sama kalian!". Gertak Monica.


"Masih berani sok? Ya elah Monica udah deh ngaku aja loe ganggu tunangannya Jessica kan?" Tanya Inneth setengah berteriak.


"Tunangan Jessica? Yakin?" Monica menahan tawa. Dia sudah tahu apa yang terjadi.

__ADS_1


Benar-benar menggelikan.


"Maksud loe? Tentu saja yang gue maksud Kevin !!! Loe kan tiap pagi keganjenan dianterin sama Kevin iya kan?! Heh loe harusnya nyadar diri dong. Loe itu miskin gak pantes sama Kevin." Jessica ambil suara. Dia benar-benar kesal lantaran jawaban yang monica berikan diluar kendalinya. Dia berfikir mungkin setelah dia permalukan Monica akan menciut nyalinya. Namun siapa sangka malah jawaban yang dilontarkan Monica membuatnya naik pitam.


"Terus yang pantes sama mas Kevin siapa? Kamu? Oh ya ampun Jessica kamu dong yang harusnya malu. Mas Kevin aja bilang jomblo sama aku."


"Ap ..... apaaa?" Jessica membulatkan matanya. Kaget dengan apa yang dikatakan Monica. Pasalnya selama ini dialah yang sangat antusias mendekati Kevin. Namun Kevin selalu menghindarinya.


"Alah ... Alasan loe aja kali. Gak mungkin banget kan. Yah mungkin aja udah kegoda sama loe makanya tunangan Jessica ngaku jomblo." Ujar Anita.


Jessica tersenyum. Setidaknya ada sahabat yang membelanya. Dan tak mempercayai apa yang dikatakan Monica.


"Loe ?!!!! Huh.... Awas aja ya gue gak bakal tinggal diam kalo loe masih ganggu Kevin. Loe harus tahu diri. Siapa loe dan siapa gue !!" Teriakan Jessica menarik beberapa pasang mata untuk melihat kearah mereka.


"Oh aku tahu kok. Aku Monica kamu Jessica kan?"


"Huh!!! Awas aja ya" Jessica segera berlalu dengan kesalnya. Mengepalkan tangannya erat-erat. Diikuti pasukannya yang kebingungan dengan sikap Jessica. Yang awalnya mau melabrak Monica malah dia sendiri yang kehabisan kata-kata.


"Hehe Monica dilawan. Emang aku gak tau apa yang sebenarnya terjadi?! Huh padahal aku belum cerita tentang mas Kevin yang udah nembak aku dua kali. Pasti deh jantungnya meledak."

__ADS_1


"Monic.... Ngapain? Udah hampir telat loh."


Monica menoleh kearah sumber suara. Memperlihatkan sahabatnya yang sudah berdiri dengan anggunnya. Memakai sepatu kets putih dengan dipadu dress selutut dengan lengan panjang. Berwarna biru muda. Rambut sebagian diikat keatas. Sebagian dia biarkan tergerai. Benar-benar menawan wajah yang terbalut make up tipis itu.


"Wah bebebku cantik banget sih." Memeluk sahabatnya. Kemudian menyadari bahwa sahabatnya itu tak sendiri.


"Ani?" Tanya Monica. Menyadari sesuatu yang tak biasanya.


"Oh ya kenalkan ini Agnes. Dia kuliah dijurusan arsitek. Yah emmm... Orang yang ditugaskan untuk mengurusku." Menundukkan kepala dalam-dalam karena malu.


"Hah? Tunggu.... Mengurusmu?" Tanya Monica setengah tak percaya.


"Iya." Jawab Ani singkat.


Kini tatapan Monica mengintimidasi tajam sosok Agnes. Seakan tak ingin ada yang terlewatkan. Begitu juga Agnes memandang tingkah Monica dengan tatapan yang menusuk. Bagaimanapun sekarang tanggungjawabnya adalah menemani nona mudanya. Memastikan tidak melanggar peraturan tuan muda Ardan.


Dasar ceroboh apa dia tak tahu tempatnya? Memeluk nona mudaku yang berharga. Agnes.


Kenapa dia melotot? Huh memangnya aku gak bisa melototimu? Monica.

__ADS_1


"Hey kita terlambat masuk kelas nih." Ani menyeret Monica yang masih menatap lekat Agnes. Berbeda dengan Monica Agnes menghembuskan nafas pelan. Kemudian berpamitan kepada nona mudanya dan seperkian detik dia berlalu meninggalkan keduanya.


__ADS_2