Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Menginap.


__ADS_3

Saat ini Rendy tengah melamun di depan laptopnya. Ada banyak hal yang harus dia selidiki tentang Elena. Tes DNA, masa lalunya dan bagaimana dia menjalaninya. Pertanyaan pertanyaan itulah yang membuat Rendy harus memeras otaknya agar menemukan jawabannya. Terlebih, mengapa Elena begitu ingin membalas dendam?


Tring.


Sebuah pesan masuk ke ponsel milik Rendy. Lelaki itu dengan segera meraih ponsel yang berada di atas nakas. Setelah melihat siapa yang mengirimkan sebuah pesan itu Rendy menarik sebuah lengkungan di sudut bibirnya.



Rendy segera menelpon nomor yang dikirim oleh Leo. Hanya ini satu-satunya cara agar dia segera menyelesaikan masalah Elena. Mengingat keadaan dari Monica dan Kevin yang kacau.


"Halo selamat siang."


"Ya halo ini dengan siapa?" Sebuah suara dari seberang terdengar menyahut.


"Aku Rendy yang waktu itu ada di jamuan makan malam yang diundang oleh Leo. Aku juga mendapatkan nomor ini dari Leo. Anda tidak keberatan bukan?" tanya Rendy.


"Ada hal penting apa yang membuat Tuan menelpon saya?" tanya Rendy.


"Kau pasti Jones asisten dari Reza bukan? Aku ada hal-hal penting yang ingin aku sampaikan kepada Reza. Bisakah kau berikan kepadanya?" tanya Rendy tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Baiklah sebentar." Hening beberapa saat lamanya kemudian tersambung kembali namun dengan suara yang berbeda.


"Halo."


"Halo ini aku Rendy Tuan Reza. Bisakah saya meminta tolong kepadamu?"


"Kita baru saja saling mengenal. Kau sudah berani meminta tolong padaku?" tanya Reza dingin.


"Aku hanya bisa meminta tolong padamu. Aku sudah mencoba mencari data seseorang. Tetapi pada akhirnya ada sebagian data yang dihapus itu mungkin memiliki latar belakang yang begitu besar. Sehingga mereka bisa menghapus data seseorang. Tetapi ada sebagian data yang aku temukan. Namun yang membuat aku heran mengapa data 1 orang itu ada yang berhasil aku temukan, tetapi juga ada yang menjadi misteri. Bisakah kamu membantuku Tuan Reza? Untuk menyelidiki seseorang itu.


"Tidak masalah. Hanya mencari data seseorang bukan? Bagaimana kau tahu jika aku mampu menemukan sesuatu hal yang tidak bisa ditemukan oleh orang lain?"


"Saat itu aku melihat ada tatapan yang berbeda dari kedua matamu. Saat kau melihat gadis yang kubawa di jamuan makan malam waktu itu. Aku benar bukan?"


"Katakan saja kau bisa atau tidak membantuku. Aku merasa kau seperti sudah mengetahui sesuatu tentangnya. Maka dari itulah, aku memintamu untuk menyelidikinya."


"Apa ini artinya kamu meragukan kekasihmu Tuan Rendy?"


"Jangan bercanda! Apa yang aku ragukan? Aku hanya ingin tahu tentang masa lalunya. Mengapa aku tak menemukan sebagian datanya yang hilang."

__ADS_1


"Baiklah aku akan membantumu. Kalau begitu kita akhiri saja pembicaraannya ini. Aku ada hal yang harus aku selesaikan. Aku akan menghubungimu, jika aku telah menemukan sesuatu."


"Baiklah Tuan Reza terima kasih telah mau membantuku."


"No problem. Selama aku mampu. Baiklah Tuan Rendi selamat siang."


"Selamat siang Tuan Reza."


Tok tok tok terdengar sebuah untuk diketuk. Rendy segera mendongakkan kepalanya. lelaki itu mencoba merenungi apakah orang yang sedang mengetuk pintu itu mendengarkan pembicaraannya atau tidak.


"Masuk."


Ceklek.


Terlihat Elena masuk ke dalam ruang kerja milik Rendy. Gadis itu dengan segera melemparkan tubuhnya di atas sofa. Mengabaikan pandangan penuh tanya dari Rendy.


"Jangan banyak tanya Paman! Kita disuruh menginap! Menginap di sini selama satu minggu! Bukankah itu gila?" gerutu Elena dengan kesal. Tetapi di sisi lain Rendy justru tersenyum.


Sebelum aku menemukan sesuatu tentangmu, kita tidak akan pulang. Aku hanya ingin tahu apakah kau Elenaku yang pernah hilang atau bukan. Tapi aku berharap kau adalah Elena ku yang hilang.

__ADS_1


"Sudahlah jangan banyak mengeluh. Lagipula di London kau mau apa? Bukankah kau seorang pengangguran yang banyak acara? Maka dari itu lebih baik diamlah."


"Sialan kau Paman!" dengus Elena.


__ADS_2