Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Akhir.


__ADS_3

Penjaga itu langsung terjungkal saat mendapati sebuah pukulan diperutnya dari Queen. Kemudian tak hanya sampai disitu,


Queen memberikan sebuah tendangan Turn Sidekick. Turn Sidekick adalah sebuah tendangan yang menggunakan kaki belakang dan berbalik 180 derajat untuk mendapatkan kekuatan / kecepatan. Queen menggunakan tumit kaki dan kemudian melayangkan tendangan tepat mengenai ulu hati lawan.


"Uhukk." Lelaki paruh baya itu roboh seketika setelah mendapat dua pukulan yang kuat dan tepat mengenai vitalnya. Bahkan muncratan darah keluar dari mulutnya.


Queen segera menyambar Knuckle miliknya dan melayangkan banyak pukulan tepat diwajahnya. Beberapa detik kemudian, lelaki itu telah pingsan. Sedangkan keempat lelaki bawahannya itu kembali waspada saat Queen memberikan isyarat untuk kembali bergerak menyusuri setiap inci gedung tua itu.


Kedua mata Queen menangkap sebuah pintu yang dikanan kirinya ada dua orang penjaga. Dengan kilat, Queen menembak kedua penjaga itu dengan tepat. Alhasil keduanya meregang nyawa dengan tragis.


Keempat anak buah Queen segera mendobrak pintu itu dengan keras. Hingga membuat pintu itu terbuka lebar. Didalamnya benar adanya. Ada banyak sekali persenjataan yang lengkap. Namun saat Queen mencoba untuk mendekati senjata-senjata itu, muncullah sekitar dua puluh orang didalam ruangan tersebut.


Tanpa basa-basi lagi Queen dan anak buahnya beradu kekuatan. Saling melibas dan memukul. Bahkan tak ayal lagi beberapa tembakan beruntun keluar dari pistol lawan. Keadaan tak seimbang. Queen segera memanggil Lady untuk membantu. Benar saja, Lady muncul disaat yang tepat. Tetapi gadis itu bersembunyi disebuah tempat yang tak terlihat oleh lawan.

__ADS_1


Gadis itu segera mengeluarkan senjata laras panjang miliknya. Kemudian tanpa ampun dan belas kasihan Lady menembak semua lawan yang ada disana. Hingga ruangan itu kini berubah menjadi lautan darah. Dengan segera ke 8 lelaki itu segera mengambil semua persenjataan yang ada di dalamnya. Menguras habis semua persenjataan yang begitu berharga.


Setelah dirasa cukup, Queen dan Lady keluar dengan membawa sejumlah persenjataan cangkih dari berbagai dunia. Tak tanggung-tanggung, keuntungan bisa mencapai 1 Milyar. Queen dan Lady tersenyum saat keduanya telah keluar dari gedung tua itu. Queen tersenyum menyeramkan melihat pemandangan terakhir didepan matanya itu.


"Salam hangat dari Queen." Gadis itu segera menyambar sebuah Gas terkompresi yang dia simpan sedari tadi. Kemudian dia melemparkannya tepat didepan gedung tua itu.


Boom!


*******


Dengan suasana hati yang begitu bahagia, Elena berjalan setengah berlari. Hari ini suasana hatinya tengah baik. Tetapi raut wajah ceria itu berangsur lenyap. Seakan tak berbekas. Sesaat mengetahui Rendy telah menunggunya diteras rumah. Terlebih raut wajah Rendy tak bisa diartikan.


"Pa-Paman ...." panggil Elena dengan lirih. Gadis itu menenteng sebuah tas paper bag ditangannya. Namun, Rendy menatap nyalang pada sosok Elena.

__ADS_1


"Darimana kau?" tanya Rendy dengan nada sedikit emosi.


"Anu Paman ... Ta-tadi aku jalan-jalan sebentar," jawab Elena.


"Kau tahu ini sudah jam berapa?" kembali Rendy melemparkan sebuah pertanyaan yang semakin membuat Elena bingung.


"Jam-jam 9 malam Paman," jawab Elena dengan lirih.


"Kau tau jam 9 malam tapi kenapa kau malah keluyuran hah?! Buat orang khawatir saja! Kau harusnya bilang dulu padaku kalau kau pulang malam! Jangan seenaknya sendiri. Lain kali kau harus hubungi aku paham?" tanya Rendy kesal.


"Pa-paham Paman. Ta-tapi ... Aku kan nggak tau nomor ponselnya Paman," ucap Elena pelan.


Oh benar juga. Terus kenapa aku malah marah-marah sama dia? Shit! Aku kenapa sih?

__ADS_1


__ADS_2