Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 135


__ADS_3

Hai gaes....yuhu ini bab ke3 ya untuk hari ini. Aku cuma mau bilang ini sebentar lagi end yah gak bakalan ngeri-ngeri banget seperti novel mafia kebanyakan. Tapi yakinlah ada author hanya ingin menyampaikan sedikit konflik aja sih haha. Kalau bucin atau pelakor udah biasa. Jadi yah author buat sedikit agak berbeda. Namun pada akhirnya nanti akan lebih banyakan cerita romantisπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Ini hanya sekedar selingan saja wkwkwk. Salam sayang dari author semoga kalian sehat selalu 😘😘😘


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


"Segera hubungi Justin," ucap Zack pada Kaisar. "Jess kau obati dulu luka dilengan Lita aku akan melapor pada tuan muda,"


Zack melenggang pergi sesuai tugas yang sudah dibagi. Setidaknya mereka akan menyerang bagian inti markas milik Smith.


Tok tok tok


Dengan perlahan Zack mengetuk pintu. Sesaat pintu itu sudah terbuka. Namun seseorang yang tak dikenalnya malah hanya melongokkan kepalanya.


Si....siapa ini? Kedua alis Zack bertaut.


"Siapa Ri?" Teriakan dari suara bariton khas milik Ardan terdengar dari dalam kamar.


"Nggak kenal," ucapnya singkat dan segera membuka pintu itu lebar-lebar. Namun hal yang lebih membuat mata Zack seakan mau keluar dari bola matanya adalah melihat bos mafia yang disegani dan terkenal itu tengah memijit kaki seorang perempuan muda.


B...bos?

__ADS_1


Mulutnya seakan terkunci rapat. Matanya melotot. Seakan tak percaya. Namun beberapa menit kemudian dia berusaha menguasai dirinya kembali.


"Sayang...istirahatlah aku ada yang harus aku urus," tutur kata yang lemah lembut keluar dari mulut Ardan membuat tubuh laki-laki yang masih berdiri diambang pintu kaku. Dan terakhir kembali seakan nyawanya tercabut dari tubuhnya ardnlan meninggalkan kecupan mesra dikening istrinya.


Paaakkkk.... Zack menampar pipinya. Terasa sakit sih. Sekian detik berikutnya dia memegangi pipinya. Kemudian mengerjap-ngerjabkan matanya kembali. Dan segera menguasai diri.


"Ada apa?"


Zack mendekatkan diri disamping Ardan membisikkan sesuatu yang kemudian membuat Ardan tersenyum.


"Istirahatlah. Besok kita mulai rencana baru. Aku yakin Justin pasti berhasil,"


"Apa perlu kami juga ikut?"


"Selamat malam tuan muda," meninggalkan kamar dan kembali menuju tempat ketiga rekannya berada.


Ardan segera menutup kembali pintu kamar. Dia kemudian berjalan menuju ranjangnya dilihatnya istrinya sudah tertidur sembari memeluk tubuh mungil anak laki-lakinya. Terlihat dari nafasnya yang mulai teratur.


Semoga tidak terjadi sesuatu yang menyulitkanmu sayang. Aku berharap kita bahagia.

__ADS_1


Dia kemudian mengedarkan pandangannya. Gretha sudah terlelap hanya Rianna, Kevin dan Nico yang masih terjaga.


"Bagaimana nak?" Tanya Nico.


"Papi tenang saja. Cepat atau lambat Ardan akan turun tangan. Istirahatlah Pi. Aku tau papi lelah. Vin istirahatlah. Ri? Gak tidur? Anak gadis jangan bergadang. Gak baik. Sana tidur Monica saja sudah tidur,"


"Kak.....em....aku takut sesuatu akan terjadi," Rianna menggigit bibir bawahnya.


"Tidurlah....jangan berfikir yang tidak-tidak," Ardan mengelus puncak ubun-ubun Rianna. Gadis itu mengangguk pasrah dan kemudian menjatuhkan diri disamping tubuh Monica.


Ya....jika Justin berhasil dengan rencananya mungkin akan lebih cepat. Lebih cepat lebih baik.


Ardan segera berjalan keranjang kemudian melepas sandal rumah yang dipakainya. Saat hendak menaiki ranjang......


Plaaakkk. Kevin menabok pant** Ardan.


Ardan terlonjak kaget.


"Eh bangs** gue tidur dimana?"

__ADS_1


"Oh ya ampun Vin sori gue lupa ada elo. Bisa kan tidur disofa?" Ardan menangkupkan kedua tangannya memohon.


"Sial** !!" Kevin mengusap wajahnya frustasi.


__ADS_2