
**Alur Mundur. Pelajari Baik baik! Jangan coment yang membuat semangat down. Mulai bulan depan author Fokus aplikasi sebelah.
Selamat membaca.
Aku harus bisa masuk kedalam rumah laki-laki brengs*k itu. Setidaknya membalaskan dendam akan harga diriku. Meskipun saat iini aku juga menjadi tawanan orang gila itu, tak apa. Asalkan aku bisa membalas mereka. Rianna, aku mulai dari kamu gadis lemah. Batin Intan begitu bergejolak. Seakan dendam yang sudah membuncah mulai melambung tinggi kembali.
****
"Wanita gila! Apa kau benar-benar tak tahu malu?"
"Tapi lihatlah! Aku tak mungkin bohong. Ini anakmu! Lihatlah bukti dari sebuah rumah sakit ternama itu! Kau harusnya bertanggung jawab. Bagaimanapun juga ini anakmu. Darah dagingmu."
"Omong kosong!" Smith berteriak lantang. Hingga suaranya yang nyaring itu tertangkap oleh Rianna. Gadis blasteran bermata biru itu mencoba mencari asal suara yang berisik.
"Apa maksudnya ini?" tanya Rianna. Seketika Smith terhenyak kaget mendapati anak gadisnya muncul dan menyela pembicaraan yang pas.
"Sayang, dengarkan papa dulu,"
"Kau jahat Smith! Jadi karena anak itu kau mengabaikan aku dan anakmu?"
__ADS_1
"Cukup! Kau!" Smith mengangkat tangannya. Memberikan tenaga sekuatnya pada tangannya
Plakkk. Intan terjengkang mundur. Namun, tubuh Smith mematung begitu mendapati dirinya menampar anak gadisnya, Rianna.
"Pa, cukup sekali saja Papa melakukan kesalahan padaku. Tapi tidak dengan bayi yang dikandung wanita ini." Rianna meringis kesakitan. Saat Smith ingin menggapai Rianna, dengan cepat gadis itu menepisnya. Kemudian memberikan tatapan tajam kepada papanya.
"Sayang, maafkan papa. Papa tak bermaksud untuk menyakitimu." Smith menundukkan kepalanya. Kali ini tangannya kembali menyakiti buah hatinya.
"Kalau paoa tak ingin menyakitiku, terima dia. Aku tidak ingin dia mengalami hal yang sama sepertiku. Cukup aku saja yang Papa telantarkan. Cukup aku saja yang tak mengenal Papa sedari kecil. Jika Papa sayang aku maka terima dia," kata Rianna dengan tegas. Meskipun rasa nyeri menjalari pipinya.
"Sayang, maafkan Papa." Smith melirik ke arah Intan. Laki-laki paruh baya itu seakan mengerti jika Intan hanya berbohong. Namun, dirinya tak memiliki bukti yang kuat untuk itu. "Baiklah Sayang, dia boleh tinggal disini. Ingat aku menerimamu, karena Rianna. Bukan dirimu. Kau harus tahu posisimu."
"Siapa yang membantunya? Aku yakin ini tidak mudah," gumam Smith sembari berjalan kosong. Pikirannya seakan terbang entah kemana.
*****
"Aku boleh memnggilmu Mama kan?" tanya Rianna dengan hati-hati. "Aku akan membujuk papa agar dia mau menikah denganmu."
Rianna tersenyum, jika memang dirinya kini bisa mempunyai keluarga yang utuh, maka dia akan sangat bersyukur.
__ADS_1
Semoga saja aku bisa merasakan hidup yang damai. Bersama papa dan mama baruku.
Intan tersenyum tipis. Wanita itu benar-benar seakan menjadi duri dalam daging. Dendamnya kepada sahabatnya sendiri, begitu menyeruak masuk kedalam hatinya. Mendarah daging, seakan sulit untuk dihapus.
Aku hanyalah pion. Kejutan yang lainnya perlahan akan mengudara jika waktunya tepat. Kalian sudah menghancurkan hidupku. Kenapa saat ada kesempatan datang aku tak memanfaatkannya?
"Kalau begitu, panggil saja sesukamu. Senyamanmu, tapi papamu tidak menyukai kehadiranku. Dia bilang aku berbohong." Intan menundukkan kepalanya. Memberikan kesan seakan dirinya menyedihkan.
"Aku yang akan berbicara pada papa nantinya."
Masuk perangkap wahai kau kelemahan Smith.
*****
**Author come back !!!! Maaf author semedi karena pindah rumah kesebelah jadi blm bisa fokus disiniπππ tolong jangan teror aku ya. AZALEA NANTI AKU PINDAH. BULN DEPAN BARU RILIS LAGI KE BAB 1 HAHAHA.
MENGIKUTI JEJAK BELENGGU CINTA.
TENANG AJA DISINI NNTI AKU TERUSIN KOK TENTANG ANINDITA SEBAGAI GANTI MENGHILANGNYA AZALEA
__ADS_1
OK SEE YOUπππ BACOTLAH SEPUAS KALIAN OKE AKU AKAN USAHAKAN INI UP MESKIPUN GAK RUTIN AKU SAYANG KALIANNNN**