
Malam ini suasana kian mencekam. Smith merasakan aura yang berbeda dari seorang Ardan Wijaya. Diliriknya Ardan Wijaya yang duduk disampingnya. Dingin dengan tatapan yang membunuh. Laki-laki yang selama ini selalu bersikap hangat dan ramah.
Disebuah hutan belantara, lebih tepatnya pinggiran kota kini terlihat mencekam sengan hadirnya dua kubu yang saling memendam dendam yang kian membara.
Ardan Wijaya berikut dengan pasukannya menatap nyalang pada musuh yang mencoba menelusup dari balik kedamaian yang ada. Sosok yang pernah menjadi lawan dari mafia ™Ꭰᥲʀκ͢☢Ӄᴎ͟͞ɪ͟͞ԍ͟͞ʜ͟͞ᴛ]™ yang dipimpin oleh Ardan.
"Setelah sekian lama aku telah menunggu hari ini Ardan Wijaya." Seorang lelaki bertopeng memimpin pasukan lawan. Berdiri dengan angkuh dan congkaknya. Menenteng senjata api laras panjang Ak 47. Yang memiliki keunggulan sangat efektif digunakan dalam jarak jauh maupun jarak dekat.
Berbeda dengan Ardan Wijaya, lelaki yang terlihat berwibawa itu berdiri dengan kewibawaannya yang penuh kharisma. Terlebih dengan senjata api yang ada ditangannya. Sebuah senjata api berjenis HK416 yang masuk dalam jajaran senjata api paling berbahaya didunia.
"Sekian lama pula kau terpuruk melihat kesuksesanku bukan?" Ardan tersenyum sinis. Saat mendapati musuh masa lalunya berubah raut wajahnya.
__ADS_1
"Kau sial*n! Tutup mulutmu! Kita buktikan siapa yang lebih kuat diantara kita!" seru lelaki itu dengan begitu lantang. Lelaki itu menatap nyalang pada Ardan yang masih berdiri dengan senyum yang meremehkan.
"Kenapa? Apa kau takut bertarung denganku?" tanya Ardan meremehkan.
"Kau sinting! Aku sudah menunggu untuk hari ini! Kau yang pastinya sudah pasti kalah dariku!" teriak lelaki bertopeng itu.
"Kau? Ha ha ha ... Apa aku tidak salah dengar? Bagaimana kalau kita adu kekuatan? Kau dari dulu ingin mengalahkanku bukan?" tanya Ardan.
"Bac*t!" Ardan seketika membuang senjatanya. Kemudian keduanya sama-sama berlari menuju kearah lawan.
Bught.
__ADS_1
Kedua tangan mereka saling beradu. Dua tangan Ardan menahan dua tangan lelaki bertopeng yang sedang melancarkan pukulannya. Ardan dan William sama-sama beradu kekuatan otot.
Setelah itu William melayangkan sebuah tendangan untuk Ardan. Seketika Ardan melepaskan kunciannya pad kedua tangan William. Lelaki itu segera menghindar dengan mundur beberapa langkah kebelakang.
Sesaat Ardan nampak kembali maju kedepan dengan melayangkan sebuah tendangan Front Kick atau biasa disebut Ap Chagi. Ini adalah sebuh tendangan yang kuat di Taekwondo dan juga digunakan dalam karate. Untuk melakukan tendangan ini, Ardan membawa lutut ke dada dan melemparkan ke luar dengan gerakan menyentak. Ardan mengarahkan ke inti atau wajah lawan.
Seperkian detik berikutnya lelaki bertopeng itu roboh seketika. Dengan kecepatan hitungan detik saja, Ardan mampu melumpuhkan lawannya.Masih belum cukup sampai disitu, Ardan melayangkan sebuah tendangan Spinning Hook Kick atau biasa disebut Dwi Huryeo Chagi. Tendangan yang sangat kuat yang menggabungkan bidikan tendangan tumit dan putaran untuk menambah kekuatan lebih.
Terlihat begitu jelas muncratan darah dari lelaki bertopeng itu. Dia dipukuli habis-habisan oleh Ardan Wijaya tanpa memberikan sedikit kesempatan untuk melawannya. Dengan mudahnya Ardan menyentak tubuh lelaki bertopeng itu.
"Kau tau ... Aku sangat menunggu hari ini William!" Ungkap Ardan dengan sebuah senyum menyeringai.
__ADS_1