Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Beraksi.


__ADS_3

Suasana sunyi nan mencekam kian mengitari keadaan dan kondisi suasa gedung yang lampunya telah padam. Diringi dinginnya malam yang kian merasuk, Queen tetap bergerak dalam keheningan yang menyeruak. Setelah sampai di lantai yang dimaksud, Queen segera membuka kunci jendela dengan menggunakan jepit rambut yang tersemat di rambutnya.



Queen membuka lekukan jepit rambut tersebut .Agar dia mendapatkan kawat besi lurus yang panjang. Ini akan menjadi alat pencungkil Queen,yang dimasukkan ke dalam lubang kunci dan digunakan untuk menggerakkan pin-nya keluar. Gadis itu dengan santaai melepas pelindung karet atau plastik pada ujung jepit rambut. Karena bagian itu akan menghalangi proses. Queen kemudian membengkokkan ujung yang lain. Setelah gadis itu dengan terampil memasukkannya kedalam lubang kunci. Kemudian memutarnya hingga terdengar bunyi klik.


"Berhasil," gumam Queen.


Setelah meleaslan tali pengaman yang membuatnya terjun bebas tadi, dengan perlahan dan hati-hati Queen bergerak menggunakan kecepatan yang tinggi namun tak meninggalkan suara apapun. Hanya orang yang memiliki ilmu bela diri kungfu tinggi yang mampu melakukannya. Gadis itu berhenti sejenak dan seketika berhenti tak kala mendengar ada suara langkah kaki yang mendekat. Minimnya cahaya penerangan benar-benar merupakan sebuah keberuntungan untuknya.

__ADS_1


Dua orang? Tidak, sepertinya itu tiga orang.


"Hei bro sudah aku bilang tidak ada apa-apa. Ayolah! Aku mau membaca novel "Naik Ranjang" milik author Nunuk Pujiati. Itu novel banyak adegan wik-wik dan romantis dijamin baper."


"Ckckckck kau ini. Bisa tidak jangan baca itu lagi? Otakmu benar-benar mesum. Mendingan baca novel "Playboy Jatuh Cinta" milik author Titin Supriatin. Itu benar-benar bengek."


"Dasar oncom kalian berdua! Yang cool dong kayak aku nih. Oh iya recommended banget yang judulnya "Penjara Cinta Sang Mafia" karya author Kolom Langit dijamin lu bakalan nangis tapi gemes juga."


"Ngomong-ngomong kenapa kita justru kayak emak-emak ya?"

__ADS_1


"Yang penting bini jangan sampai tau!"


Apa mereka sudah pergi? Apa itu semua? Aku justru lebih suka novel "Rianna" karya author Permaisuri. Sayang dia malas sekali update. Sudahlah, aku harus bergegas.


Queen kembali melangkahkan kakinya. Bergerak dengan cepat menembus angin. Hingga sampailah gadis itu di dalam sebuah ruangan dimana ad sebuah berlian yang sangat indah. Tetapi Queen merasa ada yang salah. Tidak ada penjaga sama sekali? Segera Queen memakai sebuah kacamata hitam. Benar sekali kecurigaan Queen. Sayangnya, ada banyak laser berwarna merah. Mungkin itu adalah satu cara untuk memberikan kode jika ada yang berniat untuk mengambil berlian itu.


Queen hanya tinggal menunggu sebuah kode dari Lady dimana gadis itu telah merusak semua cctv di ruangan itu. Earphone yang menghubungkan Queen kepada Lady telah aktif dan Lady sudah memberikan kode jika cctv diruangan itu mati. Queen tersenyum dan bergerak. Gadis itu bergerak menghindari laser merah itu dengan begitu hati-hati. Tidak ada yang tidak mungkin untuknya. Queen bergerak perlahan namun pasti. Gadis itu masih betah meliuk-liukkan tubuhnya berkali-kali.


Setelah sampai di tempat berlian itu berada, Queen segera memasang sarung tangan untuk menghindari meninggalkan jejak sidik jari. Gadis itu membuka kunci yang tersemat di kotak berlian yang diatasnya terlihat terbuat dari kaca. Seperti sebelumnya Queen kembali membukanya melalui jepit rambut yang berubah menjadi sebuah kunci untuknya. Setelah berbunyi klik, Queen tersenyum. Misi berhasil dan waktunya untuk bergegas setelah memasukkan berlian itu kedalam saku miliknya.

__ADS_1


Kembali, Queen bergerak meliuk-liukkan tubuhnya. Masih sabar, gadis itu terus saja melakukannya dengan hati-hati. Setelah benar-benar lolos, Queen segera melesat kembali. Meninggalkan tempat lokasi kejadian yang akan heboh di keesokan harinya.


*******


__ADS_2