
Di sebuah tempat yang begitu sunyi dan jauh dari keramaian. Sebuah mobil Lamborghini berhenti tepat di sana. Kemudian dari arah yang lain datang dua mobil Jeep berisikan 4 orang disetiap mobilnya. Dua orang gadis turun dari mobil Lamborghini itu memakai topeng sebagai wujud pertahanan diri.
"Queen ... Apa benar ini jalan menuju kesana? Kemungkinan mobil kita tak bisa membelah hutan. Kecuali kita ikut ke mobil Jeep itu," ucap seorang gadis yang berdiri dengan rambut yang di kuncir kuda.
"Hanya beberapa meter dari sini gudang persenjataan itu ada disana. Hanya sedikit lagi kita bisa jalan kaki ke sana. Karena jika kita membawa mobil, suara dari mobil itu sudah pasti membuat mereka jadi waspada," tutur gadis yang dipanggil Queen itu.
"Baik Queen. Kita hanya 10 orang, semoga di sana musuh tidak sedang berjumlah puluhan. Ayo kita pergi, kalian semuanya sudah membawa senjatanya masing-masing bukan?" tanya gadis yang lain.
__ADS_1
"Sudah Lady," jawab mereka secara bersamaan.
"Lady ... Kau bawa 4 orang di belakangmu, aku akan membawa 4 orang yang lain. Sesuai dengan rencana kita jangan terlalu gegabah. Aku ambil yang depan kau ambil yang belakang," kata Queen.
Mereka kemudian berpencar memecah menjadi dua bagian. Yang satunya berjalan mengarah ke belakang sebuah bangunan gudang yang sudah tua. Tentu saja itu sudah membawa berbagai persiapan yang digunakan untuk pertahanan diri maupun penyerangan.
Aku adalah seorang Queen yang melakukan penyerangan secara hati-hati dan terselubung. Ini pasti akan menambah pundi-pundi keuangan dari geng mafia milikku. Jika aku berhasil mendapatkan beberapa senjata yang sangat berharga di dalam gedung itu. Gumam Queen dalam hati.
Sunyi senyap suasana malam itu. Namun tak membuat para penjaga itu lengah dalam menjaga gudang tua. Tanpa disadari mereka berapa tembakan telah diluncurkan tanpa suara. Tentu saja hal itu berkat alat peredam suara itu. Hingga kelima orang yang berjaga di sana pun langsung roboh seketika. Keempat lelaki anak buah dari Queen berjalan ke arah mereka yang roboh dan seketika menutup mulut mereka agar tak bersuara sedikitpun.
__ADS_1
Agar tak meninggalkan jejak, Queen mengisyaratkan kepada keempat laki-laki itu untuk segera menyeret penjaga-penjaga. Tak sampai di situ, dia juga memerintahkan kepada anak buahnya untuk mengikat para penjaga itu agar tak bisa melarikan diri. Tentu saja dengan sarung tangan yang tak bisa dipisahkan dari tangan ke-4 laki-laki itu. Bukankah agar mereka semua tak meninggalkan sidik jari maka sarung tangan itu penting bukan?
Dalam dunia mafia The Queen adalah geng mafia yang bekerja sangat hati-hati dan selalu menang. Mereka selalu mencuri, merampas persenjataan dari geng mafia lainnya. Membuat geng The Queen selalu ditakuti oleh geng mafia yang lainnya. Tentu saja itu semua cukup meresahkan. Namun, banyak diantara mereka yang hanya diam karena jika menghentikan langkah dari The Queen ini bisa berakibat cukup mengerikan.
Mereka semua melanjutkan perjalanannya. Menyusuri setiap inci dari gudang tua itu sembari perlahan-lahan melumpuhkan para penjaga.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya seorang penjaga dari arah yang lain. Hal itu menyentak 5 orang tamu tak diundang itu.
Queen beringsut. Tak ... tak ... Brakkkk.
__ADS_1