
"Ti_idak !!" Intan terbata. Dunia yang diimpikannya seakan runtuh seketika. Tidak bisa dia harus menjadi milik Dion. Dia tak boleh kehilangan Dion. Ini adalah satu langkah yang dia ambil. Membuang Johan yang sudah tak ada artinya lagi. Benar, percuma jika harus memikirkan cinta. Cinta saja gak bakalan bikin kita kenyang dan belum tentu akan bahagia. Baru saja dia akan menggenggam dunia impiannya namun seketika akan hancur begitu saja. Kalau dulu dia adalah gadis yang sangat mencintai Johan namun sekarang Johan baginya tak berarti lagi.
"Dasar brengsek !!! Beneran loe ****** gak punya harga diri !!!" Johan masih mengumpat. Bagaimanapun harga dirinya dipertaruhkan disini!! Rekan bisnis dan keluarganya pun ada disini Awalnya dia merasa terhormat bisa diundang oleh keluarga Leonardo. Namun pada pertengahan acara Johan merasa melihat kekasihnya. Siapa sangka gadis yang menyandang status tunangannya malah bertunangan dengan pria lain didepan matanya. Harga dirinya ambruk. Emosi membuncah di dadanya.
"Hahahaha siapa maksud tuan Johan. Kenapa anda sangat marah. Hei ini acaraku. Jangan membuatku malu."
Lega. Begitulah perasaan intan. Dion tak mempercayai Johan. Ia merasa bangga.
"Hahahaha baiklah intan. Jika itu maumu. Didepan semua orang dan keluargaku. Aku memutuskan pertunangan kita !! Seharusnya aku dulu mempertahankan rumah tanggaku saat dirimu menggodaku dengan tubuhmu. Dasar Ja**Ng."
"Apa maksud anda?" Tanya Dion. Memasang mode bingung dan heran.
"Hahahaha baiklah intan sepertinya loe bener-bener wanita murahan yang menjual wajah dan tubuhmu demi uang ya. Baiklah tuan Dion. Karna tunanganku tidak mau menjelaskan maka aku akan menjelaskannya. Dulu aku memiliki istri dan istriku adalah teman baiknya. Lalu anda tahu? Bagaimana selanjutnya?"
__ADS_1
Johan naik ke atas panggung. Mendekati intan dan Dion. Benar-benar drama yang memusingkan !!
Tubuh intan kaku. Bibirnya kelu. Entah apa yang kini dia pikirkan. Namun bisa ditebak dia saat ini memikirkan hal yang buruk. Terlihat dari wajahnya yang pucat pasi.
Bagaimana ini? Tamat sudah.
"Dia melemparkan tubuhnya padaku. Padahal istriku saat itu adalah sahabat baiknya. Baiklah intan. Ternyata kamu memang benar-benar sampah!! Bersyukur kita belum menikah. Baiklah tuan Dion. Pikirkan baik-baik tentang ucapanku ini. Jangan jadi sepertiku yang dibutakan olehnya." Johan berbalik. Melambaikan tangan.
Apa ini karma? hahahaa mungkin Allah sedang menghukumku. Johan tersenyum miris.
Johan pergi meninggalkan gedung itu. Teriakan papa dan mamanya sudah tak ia pedulikan lagi. Mau bagaimanapun ini masalah hati dan harga diri. Rasanya intan telah melemparkan kotoran kewajahnya.
Sesaat dia mengingat wajah lembut Ani. Selama ini dia telah dibutakan. Dan terpengaruh kata-kata intan. Namun nyatanya ja**Lang sebenarnya adalah intan sendiri. Dia berjalan gontai memikirkan kenangan-kenangan indahnya bersama mantan istrinya.
__ADS_1
Kita kembali ke gedung megah. Dimana sebuah acara pesta pertunangan berlangsung. Namun kacau. Kacau karena ternyata ada hal mengejutkan yang terkuak. Marzuki mengepalkan tangannya. Wajahnya merah menahan malu dan amarah. Hari ini dia tak hanya mengundang rekan kerja nya namun juga keluarga besarnya. Ingat Marzuki manusia seperti apa. Dia terlalu percaya diri dan congkak. Karna itulah dia tak menyadari jika ini adalah jebakan. Hanya untuk mempermalukan keluarganya. Pembalasan dendam.
Bukan Ardan namanya jika tak membalas perbuatan orang yang telah mengusik kebahagian orang terkasihnya. Dan semua biaya perihal pesta semua Ardan yang menanggungnya. Dialah penguasa yang sesungguhnya. Ardan adalah sosok dingin yang kejam. Kejam terhadap musuhnya. Namun akan bersikap hangat pada orang-orang terkasihnya.
"Apa itu benar?" tanya Dion.
"A a a a aku." Intan memundurkan tubuhnya. Saat Dion mendekatinya. Ia tahu akan ada hal buruk yang akan terjadi padanya.
Sebenarnya ada apa ini? Dan sejak kapan intan menjalin hubungan dengan mas Dion? Dan mas Ardan kenapa tersenyum mengerikan seperti itu.
Ani merinding di samping tubuh Ardan. Suaminya benar-benar memiliki sisi lain yang tak ia ketahui.
Heh... ini hadiah untukmu karna menampar istriku. Pelitaku. Besok aku masih ada kejutan untuk keluargamu. Kejutan yang gak akan kalian lupakan dalam hidup.
__ADS_1