Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Tukang Perintah.


__ADS_3

Semua orang terpana saat ada Rendy di hadapan mereka saat ini. Tak ada lagi suara keributan yang keluar dari bibir mereka. Terlebih lagi mereka semua merinding ketakutan saat melihat tatapan dari kedua bola mata Rendy.


"Elena kemarilah."


Elena memdongakkan kepalanya dan segera berjalan menuju kearah Rendy. Sejenak Rendy melirik apa yang ada di lantai. Sebuah rantang makanan? Itu pasti dari bunda. Bunda menyuruh Elena untuk mengantarkannya. Begitulah pikiran Rendy berperang. Kemudian lelaki itu menoleh kearah Elena yang kini sudah berada disampingnya.


"Apa itu bekal makan siang untukku?" tanya Rendy sembari menunjuk kerantang makanan yang telah berserak di lantai.


"Iya. Mereka menarik tanganku sangat kasar sekali. Maaf, aku tidak bisa menjaga amanat bundamu dengan baik." Elena menundukkan kepalanya.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Rendy segera menarik tangan Elena. Terlihat rona kemerahan karena sebuah cengkraman yang sangat kuat membekas di kulitnya yang seputih susu itu. Seketika Rendy mengeratkan lehernya. Wajahnya pun terlihat memerah karena amarah. Semua yang berada di sana menundukkan kepalanya sesaat merasakan aura yang begitu mencekam.


"Beraninya kalian menyentuhnya! Kei! Aku tidak mau tau kau pecat mereka semua! Jangan harap aku akan berbelas kasih sedikitpun. Tidak akan ada pesangon atau gaji yang keluar. Seret mereka keluar!"


"Baik Tuan Muda."


Setelah mengatakan hal itu, Rendy segera menggendong tubuh Elena. Kembali mereka semua tersentak disana. Menyesali perbuatan bodohnya dan berteriak sembari meminta tolong untuk dimaafkan. Nihil, tiada jawaban. Rendy segera membawa Elena ke ruangannya. Elena menyembunyikan wajahnya, merasa malu dengan Rendy yang terus saja menggendongnya tanpa peduli keadaan sekitar. Sekali-sekali ekor mata Elena melirik kearah wajah Rendy yang tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Maaf." Sebuah kata maaf yang lolos dari bibir Rendy meluncur begitu saja saat keduanya sampai di ruangan Rendy.


"Seharusnya aku yang minta maaf Paman. Padahal itu bunda yang memasak sendiri. Tapi aku bodoh aku tidak menjaganya dengan baik." Elena menundukkan kepalanya. Takut-takut jika harus menatap wajah Rendy.


"Kau kan bisa bilang jika jau tunanganku. Kenapa tidak bilang?" Pertanyaan dari Rendy membuat Elena memutar kedua bola matanya.


"Kau minta aku cekek ya Paman! Aku sudah mengatakanny berkali-kali. Tapi mereka tidak ada yang percaya padamu. Mereka bilang, mana mungkin Presdir menjalin hubungan dengan bocah sepertimu! Itu mimpi!" kata Elena sembari mempraktekkan nada bicara kedua reseptionist itu.


Gelak tawa Rendy menggelegar memenuhi ruangan. Sungguh, Elena benar-benar menggemaskan. Tidak akan ada yang percaya jika gadis itu adalah seorang ketua mafia. Mungkin memang ada banyak alasan yang membuat Elena menempuh jalan itu.


"Ha-ha-ha baiklah baiklah. Lalu mengapa kau tidak menelponku?" tanya Rendy. "Aduh. Kau mau mati ya?"


"Aku tanya memang kita saling tukar nomor ponsel?"


Benar juga.


"Kemarikan ponselmu!" Rendy segera menyambar ponsel Elen. Kemudian mengetikkan beberapa angka yang ada disana. "Lain kali jika ada apa-apa kau tinggal telpon aku. Biar tidak terjadi hal seperti ini untuk yang kedua kalinya!"

__ADS_1


"Baiklah. Kalau begitu aku pulang saja." Elena bangkit dari duduknya di sofa.


"Hei! Kau mau aku kelaparan ya?"


"Memang kenapa? Paman kan bisa pergi ke restaurant. Aku harus pulang sekarang nanti bunda mencariku."


Rendy segera mengambil ponselnya yang berada di saku celananya. Kemudian memanggil seseorang. Elena hanya mematung tanpa ingin bertanya apa yang akan dilakukan oleh Rendy selanjutnya.


"Kin! Kau bilang pada bunda jika Elena akan di perusahaanku. Aku akan membawanya pulang setelah aku selesai bekerja."


Selesai mengatakan hal itu Rendy segera mematikan telponnya tanpa ingin menunggu jawaban dari telpon di seberang.


"Sudah bereskan? Ayo kita makan di restaurant."


"Hah?" Sebelum paham apa yang dikatakan oleh Rendy, lelaki itu sudah menarik tangan Elena.


Dasar orang yang suka seenaknya sendiri!

__ADS_1


__ADS_2