Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 83


__ADS_3

Monica diam tak bergerak jantungnya sudah berpacu lebih cepat. Namun sosok yang menarik ujung dressnya benar-benar santai. Masih melakukan hal yang sama menelpon seseorang.


"Dasar bucin !!!" Dion melewati mereka dengan berdua perasaan dongkol bisa-bisa melakukan hal konyol didepannya. Kemudian dia mengikuti mobil Ardan dengan mengendarai mobilnya sendiri dengan kesal. Gak mungkin banget kan Dion jadi obat nyamuk.


"Kamu ikut mobilku. Ayo." Dengan santainya melepaskan ujung dress Monica kemudian beralih menarik tangan Monica. "Masuk."


Monica menurut. Dia masuk ke mobil Kevin saat Kevin membukakan pintu mobilnya. Terlihat tubuh Monica kaku.


"Kamu cantik hari ini." Ucap Kevin mengawali pembicaraan. Setelah duduk di kursi kemudi.


"Hah? Ah i...iya makasih." Monica membuang wajahnya. Pandangannya menatap keluar. Tapi sungguh pikiran dan hatinya kacau.


Kenapa aku gugup gini sih?! Monica.


"Kenapa diam? Biasanya sudah ngoceh ke mana-mana."


"Hmmmm gak apa-apa."


"Biasanya wekkend gini kamu kemana aja?" Kevin berusaha santai. Namun yakinlah detak jantungnya sedang maraton.


"Emmmm.... Di rumah sih." Mencoba menenangkan hatinya. "Mas Kevin sendiri?"


"Yah nongkrong. Atau paling ke cafe. Lihat pemasukan tiap minggunya."


"Gak liburan?" Tanya Monica penasaran.


"Enggak sih. Gak punya gandengan 😂😂😂😂".


"Mas Kevin tadi malam nginep dirumah pak Ardan?"


"Iya udah sering sih dulu nginep disini. Pas waktu kuliah juga sering banget kesini malahan."

__ADS_1


"Oh ya apa kabar Tante sarah?"


"Mama? Alhamdulillah baik sih. Mama sebenernya ngundang kamu buat makan malam. Tapi aku bilang kamu mungkin sibuk jadi gak bisa."


"Emmm... Boleh." Gumam Monica.


"Apa?"


"Makan malam sama Tante Sarah." Monica tersenyum. Dia benar-benar kagum pada sosok itu.


"Yang bener?" Kedua mata Kevin berbinar. Monica mengangguk dengan cepat.


"Kalau gitu secepatnya deh aku atur buat makan malam nanti."


Mas Kevin .... Apa bener kamu punya perasaan tulus sama aku? Rasanya aku takut bermimpi terlalu tinggi.


Monica.... Semoga kamu membuka hati untukku.


🤗🤗🤗


"Pak Ardan sama Ani masih jemput Rendy mas." Ujar Monica.


"Nah itu mobil Ardan." Tunjuk Kevin.


"Halo aunty." Sapa Rendy dengan riangnya dalam gendongan Ani.


"Aduh ponakanku." Mencium pipi kanan dan kiri milik Rendy.


"Uuuhhh. Aunty !!!" Mengelap pipinya bekas ciuman Monica dengan tangan kecilnya. Melihat hal itu pun semua tertawa gemas.


"Apa? Wah pintar ya kamu." Monica mencubit pipi Rendy.

__ADS_1


"Ayah aunty nakal." Rendy merajuk.


Mata Ardan memberikan isyarat ke Kevin. Sejurus kemudian dia mengulurkan dua tiket untuk Kevin. Segera Kevin mengambil tiket itu. Kemudian dengan cepat menyambar tubuh Monica. Menggendongnya dipundaknya.


"Arrrrgghhht apa yang kamu lakukan?!! Turunkan aku." Monica meronta-ronta. Namun Kevin dengan santainya berlalu.


"***** si Kevin?!!!" Gumam Dion.


Selepas kepergian Kevin dan Monica. Ardan memberikan satu tiketnya ke Dion.


"Agnes !!!" Teriak Ardan. Agnes pun mendekat. Kemudian Ardan memberikan satu tiketnya untuk gadis itu. Dengan kebingungan dia memegang tiket itu.


"Tuan...?"


"Untukmu. Jangan mengikuti kami."


Ardan berlalu bersama dua orang yang dicintainya. Mulai memasuki taman bermain itu.


Agnes mematung. Sebenarnya dia tak berniat untuk ikut bermain di wahana itu.


Dion memandang lekat gadis yang tengah memandangi tiket itu dengan seksama. Karna rasanya wajahnya sangat tak cocok jika dilihat dari pekerjaannya. Sangat cantik. Wajah blasterannya benar-benar menawan.


"Hai." Sapa Dion. Gadis itu menoleh. Dilihatnya sosok yang tengah menyapanya dengan acuh.


"Hmmm"


Sombong banget nih. Mentang-mentang cantik.


"Mau masuk bareng? Udah ada tiket nih. Kayaknya lebih baik refresing dulu deh lihat-lihat." Kata Dion sembari menunjukkan satu tiketnya ke gadis dihadapannya.


Agnes merenung. Memikirkan ucapan pria asing yang memang ada benarnya. Rasanya dia gak mungkin memuaskan hatinya dengan berbelanja di mall. Karna dia sudah kehilangan semuanya. Dengan tiket ditangannya. Dia bisa menaiki wahana apapun tanpa harus membayarnya. Karna Ardan sudah membayar semuanya.

__ADS_1


Agnes menganggukkan kepalanya. Dengan perlahan dia memasuki wahana bermain itu. Melangkahkan kakinya tanpa menunggu Dion mengikutinya.


"Nih cewek kenapa sih?! Cuek banget. Gue tuh cuma mau temen. Masa iya gue sendiri. Udah jomblo masa ngenes juga. Sialan!!" Dion pun sepanjang menyusul Agnes menggerutu tak jelas. Kedua tangannya dia masukkan kedalam saku celana pendeknya. Menampakkan betapa kerennya dia saat ini. Banyak pasang mata yang menatap keduanya saat ini.


__ADS_2