Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 113


__ADS_3

Maaf gaes author baru bisa up karena lagi sakit.... semoga kalian semua bisa maklum ya .. selamat membaca ♥️


💞💞💞


"Kakak? Apa aku boleh ikut?" tanya Rianna takut-takut.


"Kau lapar juga?" tanya Ardan. Rianna menjawabnya dengan anggukan kepala. Memang dia masih takut dengan kejadian barusan. Namun dia tak ambil pusing.


"Yasudah ayo.... Sayang hati-hati ya. Ri bilang pak Surya kalau kita akan keluar. Sekalian Agnes dan beberapa pengawal suruh ikut dengan kita,"


"Siap kak," Rianna segera berlari-lari kecil mencari pak Surya dengan wajah yang ceria sedangkan Ardan berjalan beriringan dengan istrinya. Saat ini yang terpenting adalah mendapatkan martabak dan wedang ronde. Karena memang Ardan yang mengidam. Ani melirik jam didinding. Hampir jam sembilan malam. Semoga saja waktu mereka cukup untuk mendapatkan martabak.


Sesampainya dihalaman pak Surya beserta yang lain sudah siap. Kemudian pak Surya membukakan pintu mobil untuk tuan dan nona mudanya. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.


"Kak aku ingin makan bakso," ucap Rianna tiba-tiba.


"Tidak, kita cari martabak sama wedang ronde. Pertama kita cari martabak dulu ya pak," ucap Ardan.


"Tapi aku ingin makan bakso," ucap Rianna. Kali ini nada bicaranya lebih tinggi satu oktaf. Ardan yang sedari tadi ingin makan martabak pun tidak terima jika harus makan bakso.


"Tidak !!! Bukannya tadi kakak udah bilang Ri kalau kakak pengen makan martabak sama minum wedang ronde !!"


"Bakso !!" teriak Rianna.


"Martabak !! Tadi harusnya kau tidak usah ikut saja kalau kau ingin makan bakso !!"


"Kakak!!! Aku pengen bakso. Nah itu ada warung bakso. Ayo berenti !!"


"Teruskan!!! Kita cari martabak !!"


"Bakso kak!!"

__ADS_1


Mobil terus melaju mengikuti saran dari Ardan mencari martabak. Tak mengindahkan Rianna yang sudah merengek-rengek minta bakso.


"Kakak !!"


"Diam kamu Ri !! Kita tujuannya mau cari martabak bukan bakso !!"


"Kakak aku baru datang dari Ausy. Apa kakak tidak ingin menuruti keinginanku !!" ucap Riana dengan nada sedikit galak.


"Martabak titik !!"


"Bakso !!"


"Martabak !!"


"Baksooooo!!"


"Diam kalian berdua !!!" teriakan Ani membuat keduanya membungkam seketika. Dia memijat pelipisnya. Pusing dengan perdebatan keduanya. "Jangan berdebat. Kita cari dulu martabak baru bakso. Adilkan? Kalian berdua seperti anak kecil,"


"Hei Rianna, sejak kapan kau menyukai bakso? Bukankah selama ini kau selalu merengek minta dibelikan pasta !!" Ardan mengangkat kakinya menjulurkannya hingga mengenai lengan Rianna. Kelakuan bar-bar. Batin Ani.


"Dasar memang orang gak peka seperti kak Ardan mengerti selera? Aku menyukai bakso semenjak kakak ipar membuat bakso. Apa ada yang salah? Bakso kan enak," menyondongkan tubuhnya kedepan agar Ardan tidak mengusiknya. "Memangnya sejak kapan kakak menyukai martabak? Selama ini bahkan kakak tak pernah membahas itu. Saat aku dan kak Kevin merengek minta martabak," sungutnya kesal.


"Sejak malam ini. Kau kan tidak tuli kau dengarkan kalau aku minta martabak malam ini?"


"Cih !!! Kasihan sekali kakak ipar harus sama kakak yang arogan !!"


"Ri.....annn....na !!!" Teriak Ardan membuat telinga Ani berdengung.


Baiklah..... Ani sedikit mengerti. Mereka berdua memang jika dilihat dari luar seperti sepasang kekasih. Tapi lihatlah keduanya benar-benar seperti anjing dan kucing yang membuatnya pusing. Dia dulu berfikir Rianna akan membawa prahara dalam rumah tangganya tapi dia salah. Rianna benar-benar seperti seorang gadis remaja yang menuntut kasih sayang. Tapi entahlah. Dia masih belum mengerti sifat Rianna.


"Kakak !!! Lihat !! Ada martabak !!" teriak Rianna. Tangannya menunjuk-nunjuk penjual martabak kaki lima yang berjualan didepan swalayan.

__ADS_1


Mobilpun berhenti. Mereka semua turun kecuali orang-orang yang mengikuti mereka. Mereka tetap berdiam ditempat masing-masing.


Segera saja Ardan memesan martabak. Dengan dua porsi spesial isi daging. Ani menggelengkan kepalanya pelan. Memangnya bisa habis itu semua? Pikirannya berperang. Namun berbeda dengan Rianna. Gadis itu dengan wajah polos dan mata berbinarnya mendekati penjual martabak itu. Seakan-akan itu adalah hal yang dinantikannya. Ardan menarik tubuh istrinya untuk duduk di teras minimarket, kemudian mendudukkannya. Setelahnya ia sendiri berlalu menuju minimarket. Beberapa saat kemudian dia membawa beberapa minuman dingin.


Rianna dan penjual martabak itu mendatangi mereka dengan martabak yang sudah dikemas dengan sedemikian rupa. Ardan membayarnya dan kemudian mulai memakan martabak dengan lahapnya.


"Ayo sayang makan," Ardan mengajak istrinya setelah suapan pertama mendarat telak diperutnya. Kemudian Ani mengambil sepotong martabak itu dan mengunyahnya begitu pula dengan Rianna mulai memasukkan potongan demi potongan martabak itu dengan rakusnya. Saat memasuki potongan keempatnya Ardan menepis tangan Rianna.


"Kakak!!!" teriak Rianna.


"Kau kan mau makan bakso !!" teriak Ardan yang tak ingin berbagi martabaknya. Rianna memonyongkan bibirnya.


"Mas Ardan, kan bisa minta lagi mas. Sana Ri minta lagi," ucap Ani.


"Oke," tanpa dikomando lagi segera melesat pergi kehadapan penjual martabak itu. Dengan antusias memesan kembali martabak keinginannya. Saat sudah selesai Rianna kembali dengan sekotak martabak spesial isi daging. Saat Ardan hendak mengambil sepotong martabak Rianna menepis tangannya.


"Hei !!!"


"Aku tidak mau berbagi," ucapnya santai.


"Kau kan tadi juga makan martabakku !! Sekarang gantian aku ambil punyamu biar impas!!! Anggap saja tadi hutang !!"


"Tidak !!" kembali memakan martabak miliknya.


"Aku boleh minta RI?" tanya Ani.


"Boleh kak. Ini," Rianna membagi martabaknya dengan Ani. Ani tersenyum kemudian mengambil dua potong martabak. Namun dia malah menyuapi Ardan dengan jatah yang dia ambil dari Rianna.


"Kakak !!" teriak Rianna kesal.


"Biar adil," ucap Ani dengan santainya. Dia sendiri benar-benar pusing dihadapkan dengan keduanya yang suka sekali berdebat. Yang satunya rakus yang satunya ngidam. Bayangkan malam-malam mereka berdebat demi makanan pinggir jalan dan melupakan mereka semua yang berada dimobil yang satunya.

__ADS_1


__ADS_2