
"Hmmmm.... Mas Ardan udah bangun?" Mengerjap-ngerjapkan matanya. Melihat sosok sang suami yang tengah duduk sembari sibuk dengan Laptopnya.
"Iya sayang kau pasti lelah ayo tidurlah. Aku sedang mengecek bahan rapat yang dikirimkan sekretaris ku." Mengecup puncak ubun-ubun kepala istrinya kemudian fokus kembali pada laptopnya. Ani melirik jam dinding saat ini pukul setengah 5 pagi dia bahkan belum sholat subuh. Akhirnya bergegas untuk segera mandi besar. Meskipun sangat lelah berkat permainan ganas suaminya.
"Mau kemana? Tidurlah dulu aku tau kamu lelah sayang." Ucap Ardan sembari menarik kembali tangan istrinya.
"Aku belum shubuhan." Jawab Ani pelan.
"Oh... Baiklah mandilah pakai air hangat." Melepaskan tangan istrinya.
"Iya mas." Kemudian berlalu meninggalkan Ardan menuju kamar mandi untuk segera menyelesaikan ritual paginya. Seusai mandi dia melihat suaminya masih dengan posisi yang sama. Fokus pada laptopnya. Kemudian dia mengambil mukena.
"Mas kapan mas mau ikut sholat subuh bareng aku? Gak baik loh bolong-bolong gitu."
Benar Ardan sebenarnya sudah lama tak melaksanakan kewajiban itu. Namun semenjak menikah dengan istrinya dia kembali melaksanakan kewajiban 5 waktu tersebut namun dengan situasi dimana dia terkadang masih absen untuk itu. Ardan mendongakkan kepalanya. Memikirkan sejenak perkataan istrinya. Ada benarnya juga dia sudah berumur sekarang kapan lagi bisa menabung untuk hidup selanjutnya nanti.
"Aku akan berusaha sayang. Maaf aku belum bisa jadi imam yang baik buat kamu." Raut wajah nya kini mulai sendu.
"Mulai besok cobalah." Ucapan terakhir Ani untuk Ardan setelahnya dia melaksanakan sholat subuh. Seperkian menit dia selesai. Melipat kembali mukenanya. Beranjak ke dapur untuk memasak sarapan pagi.
"Mau kemana?" Tanya Ardan.
__ADS_1
Memutar mata kesal. "Mau kemana lagi? Mau kedapur untuk membuat sarapan."
"Kemarilah pekerjaan itu bisa dikerjakan oleh pelayan. Aku masih ingin bersamamu. Sini." Menepuk ranjang beberapa kali. Mengisyaratkan agar Ani membawa tubuhnya mendekat ke suaminya.
"Mas... Aku mau buat sarapan dulu ya." Mulai melangkah kembali.
"Keluarlah !!! Sana keluar !!! Jangan kembali lagi !!"
"Hah?" Mematung. Ada apa sih?
"Kenapa berhenti ?! Sana keluar bilang saja kalau kau tak mau menemaniku disini !!" Mendengus kesal.
"Mas... Aku mau bikinin mas Ardan sarapan. Bukan gak mau temenin mas disini. Ini sudah pagi."
"Kenapa?"
"Katanya minta ditemenin."
"Kalau tidak ikhlas sana pergilah !!!" Tolak Ardan. Ani sudah kehabisan akalnya satu-satunya hal yang bisa menyelamatkannya dari amukan singa yaitu....
"Mas Ardan..." Mencoba bergelayut manja di lengan kekar Ardan. Aroma maskulin Ardan menyesap memasuki Indra penciuman Ani. Ardan menyunggingkan senyum penuh kemenangan. Dengan segera dimatikannya laptopnya istrinya bahkan benar-benar sudah berani menggodanya.
__ADS_1
"Kau benar-benar menggodaku ya !!" Ardan pun menarik tubuh istrinya membenamkan kepalanya dalam-dalam ke pelukannya.
"Em........" Ardan sudah mendaratkan ciuman mesra untuk istrinya. Hangat dan dalam.
"Mas .... Sudah hentikan. Nanti kita kesiangan."
"Huh... Kau kan sudah melemparkan tubuhmu kemari ya sudah kita nikmati saja kemesraan ini sayang. Jarang-jarang kamu manja begini." Ardan terkekeh menyadari bagaimana rupa istrinya saat ini. Pipinya akan merona merah seperti tomat. Rasanya menggoda istrinya itu menjadi hobi baru untuknya.
"Tapi mas aku belum bikin sarapan buat mas Ardan."
"Kan ada pelayan apa gunanya aku menggaji mereka? Atau kau sengaja ya menjauh dari aku?"
"Aduh mas Ardan bukan begitu ... Aku cuma pengen melayani mas dengan tanganku sendiri. Sudah ya...."
"Tapi ini masih pagi. Lihat jam berapa saat ini?" Ardan bersikeras untuk membuat sang istri tetap disampingnya. Memang masih sangat pagi. Tapi untuk orang yang selalu bangun pagi pasti ada saja kegiatannya.
Baiklah batas kesabaranku sudah habis.
"Kalau mas masih kayak gini terus lihat saja seminggu penuh aku gak bakalan kasih jatah !!''
Ultimatum tersebut sontak saja membuat Ardan merinding. Ia lantas melepaskan rengkuhannya.
__ADS_1
"Ya sudah sana mas mau mandi dulu." Dengan perlahan Ardan bangkit dari tempatnya. Sembari menggerutu mengeluarkan kekesalannya.
Besok hari Jum'at author libur.... Author akan update banyak nanti... tapi sebelum itu tunjukkin dong cinta kalian sama novel ini... jangan cuma di-like dan dibaca .... oke🤗🤗🤗🤗 see you