
Setelah semua hal di Indonesia telah terselesaikan, kini giliran untuk meneyelesaikan apa yang ada di London. Terutama masa lalu Elena yang penuh misteri. Setelah meyakinkan Monica dan Kevin, Rendy mencoba untuk menyelesaikan masa llu Elena. Agar saat Monica dan Kevin meminta Elena kembali, tidak ada hal yang akan membebani Elena. Kini keduanya saling diam dalam keheningan yang menyeruak. Terlebih, saat terakhir kali keduanya saling berdebat membuat keduanya canggung. Alhasil inilah mereka sekarang. Membisu dan saling mengabaikan satu sama lainnya.
Sebentar lagi aku harus bergerak sesuai dengan arahan mami. Sepertinya satu-satunya cara agar aku bisa bergerak adalah dengan melanjutkan kuliahku. Aku sudah hampir mengobrak abrik London. Tetapi aku belum juga menemukan Steven bajing*n itu. Secepatnya aku harus mengakhiri balas dendam ini dan aku akan meninggalkan kehidupan gelapku. Mama papa … Tunggu aku membalaskan dendam kalian.
Gadis itu. Mengapa jadi pendiam? Rasanya terakhir kali kami berdebat dia sudah berubah. Seakan menghindariku. Atau dia sedang memikirkan cara untuk bergerak. Bukankah dia adalah ketua geng mafia The Queen. Jadi wajar jika dia yang memutar otak untuk kelanjutan geng mafianya. Tapi, apa alasan Elena bergabung dan bekerja sebagai seorng geng mafia? Bahkan dia selalu mencuri persenjataan dari geng mafia lain untuk dijual. Lalu apa tujuannya hanya uang? Mengingat Elena pernah mengatakan ingin balas dendam. Rendy menggumam dalam hati. Masalah tidak sesederhana itu. Elena adalah anak dari aunty Monica, sahabat ibundanya. Lalu bagaimana reaksi selanjutnya dari mereka berdua jika anaknya yang telah hilang justru seorang mafia? Pasti mereka akan kecewa bukan? Itulah hal yang paling dikhawatirkan oleh Rendy.
"Aku lelah sekali. Akhirnya kita telah sampai." Elena beringsut terlebih dahulu. Meninggalkan Rendy yang terus mengamati gerak-geriknya. Lelaki itu kemudian menghela nafasnya.
"Kei jangan lupa perintahkan orang untuk terus mengamati pergerakan Elena. Hal sekecil apapun harus kalian laporkan. Untungnya di cincinnya sudah aku beri gps agar aku bisa mengamati keberadaannya. Kei … Menurutmu salah tidak jika aku menginginkannya? Rasa rinduku yang telah aku kubur meminta untuk diluapkan. Tapi lihatlah dia, gadis kecilku kini berubah menjadi sosok yang penuh misteri. Oh ya pastikan Jonathan tak mengetahui apapun tentang Elena. Melihat dia yang begitu menyayanginya, aku yakin Jonathan bisa melakukan hal gila. Pantau juga dia."
"Baik Tuan Muda." Kei membungkukkan badannya. Kemudian lelaki itu menatap punggung Rendy yang kian menjauh.
__ADS_1
Maafkan aku tuan muda. Aku akan mengorek hal sekecil apapun tentang nona Elena. Sedikitpun tak akan aku biarkan dia menyakiti anda.
****
"Paman … Ada yang ingin aku bicarakan." Elena mematung diri menunggu kehadiran Rendy. Lelaki yang ada di hadapan Elena itu akhirnya mendudukkan bokongnya disofa dengan angkuh. Menatap tajam Elena yang masih berdiri mematung.
"Katakan."
"Baiklah. Kei akan mengurusnya untukmu. Tapi … Ingatlah ini akan menjadi hutangmu," ucap Rendy sembari rersenyum licik.
"Kalau begitu tidak usah. Terima kasih dan selamat malam," sahut Elena dengan kesal. Hal itu tentu saja membuat Rendy kembali tergelak. Sungguh menggemaskan Elena kecilnya itu.
__ADS_1
"Baiklah lupakan tadi. Syaratnya gampang kok. Kau harus melayaniku."
Brakkk. Tanpa diduga Elena justru menggebrak meja. Gadis itu terlihat emosi. Kedua matanya menujukkan kilatan amarah yang kian menajam.
"Kau pikir aku ini gadis apa Paman? Dasar brengs*k kau!"
"Kau pikir layani apa? Aku hanya menginginkan kau melayaniku ketika aku akan makan, atau aku akan berangkat kerja. Kau harus melayaniku seperti itu. Kau pikir aku memintamu melayani apa? Apa kau berfikir aku memintamu untuk melayaniku di ranjang?" tanya Rendy menggoda Elena. Bahkan lelaki itu mengerlingkan matanya nakal.
"Kau! Baiklah terserah! Sudah malam aku mau tidur! Kampret!" gerutu Elena sepanjang dirinya melangkahkan akkinya menuju ke kamar.
"Ha-ha-ha dasar bocah! Lihat saja kau Elena. Aku akan membuatmu terikat padaku."
__ADS_1