
Bagi kalian yang ingin melihat visual Ardan dan Ani author sudah bikin Mutiara Kasih Sayang season 2 kalian ketik saja judul ini. Maka akan keluar. Disana nanti juga ada Visual dari anak-anak mereka. Kedua novel nanti bakalan jalan bareng jadi kalian bisa baca dua-duanya. Yang season 2 nanti membahas tentang kisah percintaan dan kehidupan dari Rendy Wijaya. Dan jangan lupa untuk vote ya. Updatenya akan lebih ke yang ini karena ini masih season 1. Dan sebentar lagi akan end. Tapi author jaga-jaga juga biar ada season 2 nya hehe.... salam sayang dari author yaππ
Pengawal yang dipanggil Agnes baru saja tiba. Segera tanpa dikomando mereka mengamankan nona muda mereka. Agnes berburu para pelaku yang menangkap Rianna. Sesaat dia sesudah melumpuhkan kelima preman itu.
"Halo...."
"Halo nona,"
"Cari plat nomor mobil dengan plat B XXXX (nomornya aku samarkan ya π ) Dan ikuti segera mereka kemana,"
"Siap laksanakan,"
Benar Agnes kali ini meminta bantuan Mickhael untuk mengatasinya. Dia tahu seberapa hebat Mickhael dalam melacak informasi akurat.
Dia segera mencari Ani. Mencoba memastikan keadaanya. Dia harus memastikan keadaannya baik-baik saja.
__ADS_1
"Nona...." Agnes membuka pintu mobil yang dikelilingi beberapa pengawal.
"Agnes," tubuhnya bergetar hebat. Air matanya sudah membasahi wajahnya yang ayu. Dia tahu bahwa Agnes membawa sebuah senjata yang bahkan melumpuhkan musuhnya didepan mata kepalanya sendiri. Tak bisa dipungkiri untuk gadis desa seperti dirinya. Dia merasakan ketakutan yang luar biasa hebat.
"Nona muda tenanglah. Anda baik-baik saja? Apa mereka sempat melukai anda? Maaf nona saya tak bisa menjaga anda dengan baik,"
"Rianna gimana huhu," Ani menangis dipelukan Agnes. Gadis cantik itu pasti ketakutan. Dia yang sudah selamat saja tak bisa dipungkiri dia ketakutan dengan luar biasa hebat. Apalagi gadis itu yang kini bersama dengan para penjahat.
"Saya sudah menyuruh seseorang untuk segera melacak keberadaan nona Rianna Anda tenang saja anda jangan khawatir nona. Ingatlah bayi yang anda kandung,"
πππ
Ditempat lain Ardan yang sudah mendengar kabar mengenai istrinya itu segera bertindak. Menyiapkan keamanan dari keluarga Wijaya.
Ting....sebuah pesan dari Agnes. Ardan segera membagi keamanan itu menjadi dua kubu. Satu kubu untuk menyelamatkan Rianna satu kubu untuk mengawal istrinya. Benar pesan dari Agnes adalah sebuah alamat pergudangan yang sudah kosong. Sepertinya disanalah mereka menyekap Rianna.
__ADS_1
"Pak Herman !! Pergilah kealamat itu dan selamatkan adikku. Aku akan ketempat istriku," ucapnya dengan intonasi yang tinggi. Tanpa menoleh sedikitpun. Wajahnya merah padam karena menahan emosi yang memuncak. Dan sekretaris Rio yang menghandle segala sesuatu tentang perusahaan.
Dengan segera mobil Ardan dan para pengawal itu pun melaju menuju mansion orangtuanya. Istrinya berada disana. Karena tempat itulah yang kini menjadi tempat teraman untuk istri dan anaknya. Mengingat dirumah Ardan kemarin juga sempat ada yang mengiriminya paket misterius.
drap....drap....drap.... Ardan dengan cepat melangkahkan kakinya mencari istrinya. Tak perduli peluh menetes diwajahnya.
Brakk
"Sayang !!" dia segera memeluk istrinya yang terbaring diatas ranjang. Wajahnya pucat pasi. Dia benar-benar ketakutan. Tampak diruangan itu terdapat Nico dan Gretha beserta Rendy yang meringkuk disamping tubuh ibunya.
"Bagaimana Rianna Ardan?" tanya Nico. Mami Gretha sesekali sesenggukan. Begitu mendengar kabar tentang menantu dan anak angkatnya itu dia menangis meraung-raung.
Ardan mengangkat wajahnya. Rasanya dia benar-benar bersalah terhadap adik angkatnya itu.
"Agnes masih mengurusnya. Smith sudah keterlaluan," ucap Ardan lirih.
__ADS_1
"Apa perlu β’α α₯²ΚΞΊΝ’β’Σα΄ΝΝΙͺΝΝΤΝΝΚΝΝα΄]β’ ikut andil?" tanya Nico.