Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Apa Ini Cinta?


__ADS_3

Rendy semakin memacu kecepatan memompanya. Sedangkan Elena, tak berhenti meloloskan desahan dan erangan dari balik tubuh Rendy yang berada diatas tubuhnya. Entah sudah berapa lama keduanya bersatu dibawah selimut yang sama. Saling memberikan kenikmatan satu sama lain.


"Paman, aku hampir keluar."


"Sayang, keluarkan saja. Aku juga hampir keluar."


"Arrrghhtt." Lolos sudah erangan puncak kenikmatan dari bibir Elena. Disusul oleh Rendy, yang juga telah mencapai titik kenikmatan. Setelahnya Rendy segera menjatuhkan dirinya disamping tubuh Elena yang sedang lemas.


"Elena, mulai sekarang jangan memanggilku paman. Bisakah, kau memanggilku dengan namaku saja? Sungguh itu terdengar menyakitkan," ucap Rendy dengan nafas yang masih menderu.


"Memangnya kenapa?" tanya Elena heran. Bukankah hanya sebuah panggilan saja?


"Karena aku mencintaimu. Jadi panggil namaku mulai sekarang."


Kata-kata yang keluar dari bibir Rendy justru semakin membuat detak jantung Elena tak aman. Jantungnya seakan ingin melompat keluar dari tempatnya. Rasanya ada sekelip perasaan yang aneh kian menghangatkan hatinya yang terlampau dingin. Semenjak dirinya fokus pada dendam miliknya, Elena bahkan lupa jika didunia ini juga ada cinta.

__ADS_1


"Elena, panggil namaku sekarang," pinta Rendy sembari melingkarkan tangannya di perut Elena.


"Aku ngantuk," desis Elena begitu enggan untuk menyebut nama Rendy.


"Elena." Rendy yang sudah kesal segera membalikkan tubuh Elena dengan paksa. Kemudian mendaratkan bibirnya di bibir ranum milik Elena. "Kau benar-benar tak menurut padaku. Apa kau ingin di hukum lagi?" Kata-kata yang diucapkan Rendy membuat seluruh bulu kuduk di tubuh Elena meremang.


"Ren-Rendy," panggil lirih Elena sembari menyembunyikan wajahnya.


"Bagus! Ini wanitaku. Sekarang tidurlah. Aku yakin kau lelah. Besok aku harus kembali bekerja," ucap Rendy sembari memejamkan kedua matanya.


"Paman! Kau tidur?" tanya Elena.


"Panggil namaku!"


"Aih aku kan hanya mengecek saja. Apa bedanya memanggil nama dan memanggil paman?" Pertanyaan dari Elena sontak membuat Rendy segera membuka kedua matanya.

__ADS_1


"Kau bilang apa?"


"Oke. Rendy, Bagaimana dengan janjimu? Kau bilang akan membantuku mencari Steven?"


"Elena, apakah menurutmu mencari sosok seperti dia itu mudah? Karena hanya untuk menukar info ini, aku harus memiliki sesuatu yang besar. Sekarang coba bilang, kau mencintaiku," ucap Rendy membuat Elena melebarkan kedua matanya.


"Kau hari ini aneh sekali! Tidurlah, sepertinya perjalanan jauh membuat otakmu tidak waras!" Elena segera membalik tubuhnya membelakangi Rendy.


"Elena! Cepat katakan kau mencintaiku."


"Tidak! Tidurlah cepat! Kalau gila jangan ngajak-ngajak dong!"


Rendy tersenyum melihat tingkah Elena. Hatinya begitu sakit saat menghadapi Elena yang dibutakan masa lalunya. Semua persiapan menyerbu Stevan sedang diurus oleh Danar. Jika waktunya sudah siap dan dirinya tau keberadaannya, Rendy bersumpah akan menyeretnya ke hadapan Elena. Agar gadis yang dia cintai itu terlepas dari bayang-bayang masa lalu yang menjeratnya.


Tunggulah sebentar lagi sayang. Setelah ini aku akan bertemu dengan seseorang. Dimana dia yang akan memberikan info dimana markas Steven berada. Pertukaran yang kmi lakukan juga tak main-main. Ada banyak organ-organ tubuh manusia yang harus aku tukarkan untuk sebuah info yang akurat. Setelah ini kumohon, tetaplah berada di sampingku. Karena inilah tempatmu.

__ADS_1


__ADS_2