
Apa?! Dasar breng**k !! Memang sekalinya brengsek tetap breng**k.
"Huh kalau gitu maaf lebih baik gue pergi sendiri. Emang gue gak bisa pulang ?!" Sungut Agnes kesal. Benar-benar breng**k. Umpatnya.
Dasar cewek emosian !!! Umpat Dion dalam hati.
"Ya sudah ya sudah ayo pulang. Gue bercanda !!" Menarik tangan Agnes untuk mengikutinya. Malas jika harus berdebat lagi.
"Hei !! Loe gila ya?!! Jangan sentuh gue !! Lepas !!" Teriak Agnes.
"Loe nurut aja. Gue gak bakalan ngapa-ngapain. Lagian loe jadi cewek judes amat. Bukan tipe gue."
"Damn !!! Loe belum pernah ditampol ya?!"
Kalau gue punya duit buat pulang loe habis !!! Dasar sinting !!
Hening. Agnes hanya menurut saja ketika Dion menggiringnya ke parkiran. Dimana mobil Dion berada. Agnes membuka pintu mobil belakang.
"Loe ngapain?!" Tanya Dion.
"Lah loe kan ngajak gue pulang!!"
"Maksud gue ngapain dibelakang sini didepan !!"
"Enggak !!" Agnes menolak dengan cepat.
"Loe pikir gue supir loe?! Buruan!!! Nyebelin banget sih loe jadi cewek?!"
__ADS_1
Agnes membuang muka. Secepat kilat menyambar gagang pintu mobil. Kali ini dia membuka pintu mobil bagian depan. Dia akan duduk di samping Dion yang mengemudi. Hening menyapa suasana di dalam mobil. Tak ada yang mengeluarkan suara lagi. Kemudian dirasa Dion menepikan mobilnya di sebuah parkiran milik restaurant terkenal.
"Turun." Perintah Dion.
"Kalau loe laper loe makan aja dulu. Gue tunggu disini."
"Turun nggak? Atau loe pengen gue gendong?!" Dion menyeringai penuh arti.
"Dasar gila!!" Akhirnya Agnes menuruti kemauan Dion. Namun dia melihat dengan seksama keadaan sekitar. Mencoba menangkap sesuatu yang mencurigakan.
Jangan Sampek pengawal papa lihat gue disini. Bakalan habis gue diseret pulang.
"Loe ngapain? Gue udah laper cepetan!!"
"I....i....iya...."
"Huaaaaaaa.....huhuuhuhu.... Kenapa bisa begini...."
Tangisan memekakkan telinga nan memilukan tersebut memenuhi ruangan. Masih dengan tubuh polos dibalik selimut tipis. Dilihatnya beberapa tanda kepemilikan berwarna merah ditubuhnya. Dia merasa dirinya begitu hina.
"Hei ..... Seharusnya bahagia dong sayang. Investor itu membatalkan investasi diperusahaanku."
Sebuah suara membuatnya menoleh. Air matanya yang sedari tadi keluar membuat matanya setengah menyipit.
"Kau breng*** Johan!!!" Teriak Intan. Benar... laki-laki dihadapannya ini adalah Johan Saputra mantan tunangannya. Yang membuatnya harus berakhir seperti sampah.
"Kenapa? Bukankah kau dari dulu seorang ja***g? Seharusnya melayani tamuku dua atau tiga laki-laki dalam semalam tak masalah untukmu bukan? Kau kan hanya melayani tamuku semalam satu laki-laki. Aku sudah berbaik hati untukmu bukan?" Seringai menyeramkan dari bibir Johan terlihat.
__ADS_1
Benar..... Johan mengajaknya malam itu untuk bertemu dengan investor yang mau menarik investasinya di perusahaan Saputra. Namun bukan untuk menemani Johan makan malam. Melainkan melayani tidur om om tua mesum yang menjadi investor di perusahaan Johan. Tentu saja diiming-imingi tubuh molek nan indah milik Intan yang memiliki paras cantik berkulit mulus. Sontak saja niat hati ingin membatalkan investasi tersebut namun seperkian detik pun diurungkan. Siapa yang tidak tertarik mencicipi gadis muda untuk om om tua berperut buncit.
"Kau brengs*** Johan !!! Kenapa kau menghancurkan hidupku?!! Huaaa!!"
Plaaakkkk..... Sebuah tamparan mendarat di pipi milik intan.
"Tutup mulutmu itu sayang. Aku tau kau sudah lelah. Istirahatlah besok pagi jangan lupa aku akan menjemputmu lagi. Kita akan berusaha agar para investor itu membatalkan keinginan mereka untuk mencabut investasi diperusahaanku."
Tubuh intan lemas. Kini dia berakhir menjadi seorang ******. Air matanya kembali menganak sungai.
"Bagaimana bisa Johan. Kau melemparku ke ranjang pria lain?"
"Hahahaa tentu bisa sayang. Ingatlah.... Kau sudah menanda Tangani perjanjian itu." Membisikkan ke telinga intan. Tubuh intan bergetar hebat.
"Tapi kau membohongiku...." Kata intan lirih. Hatinya hancur bersamaan dengan masa depannya.
"Kenapa? Kau menyesal? Hahahaha buang penyesalanmu itu. Karna sekarang gak ada artinya. Ingat siapa aku." Johan menyeringai seram. Lanjutnya. "Mandilah aku tunggu dibawah." Menatap intan dengan jijik. Kemudian merapikan setelan jas miliknya. Dan setelahnya dia bergegas pergi meninggalkan kamar hotel dimana intan berada.
Intan menarik selimut tipis itu ke dadanya.
"Hancur sudah....huhuuhuhu papa.... Aku sudah hancur." Gumam intan. Meratapi nasibnya. Memang dirinya sudah tak perawan lagi. Namun dia tak pernah tidur dengan sembarang laki-laki. Dan sekarang dia harus terima jika sang kekasih hatinya melemparkan tubuhnya ke ranjang laki-laki lain. Bahkan laki-laki tua berperut buncit dapat menikmati tubuhnya dengan gratis.
Benar...... Sekejam itulah Johan.
💕💕💕💕
Tolong vote yang banyak ya biar author semangat nulisnya. See you💓💓💓
__ADS_1