
"Selamat datang Kaisar aku menantikan kehadiranmu," Ardan memeluk pria bernama Kaisar itu.
"Maaf tuan muda saya terlambat," ucap laki-laki itu. Disampingnya berdiri seorang gadis cantik yang sedang tersenyum dengan tinggi semampai berwajah bule dan modis.
"Yah nggak apa-apa sih sepertinya Zack sudah mendapatkan anak buah Smith. Jesslyn terima kasih mau bergabung kembali bersamaku. Aku harap kita bisa saling bekerjasama,"
"Tentu saja tuan muda. Anda dan tuan Nico pernah menyelamatkan saya. Sudah tugas saya untuk membalas Budi kepada anda dan tuan Nico," ucap gadis yang bernama Jesslyn itu. Gadis mungil yang dulu pernah diselamatkan oleh Nico karena sebuah kerusuhan yang berujung pembakaran rumah warga. Dan gadis itu tumbuh dengan baik walaupun tanpa kedua orangtuanya. Berkat Nico Jesslyn mampu menempuh pendidikan menjadi dokter bedah terbaik dan mendapat gelar Sp. B Jesslyn.
"Baiklah Zack sudah menangkap penyusup itu. Sekarang berada digudang bawah tanah kau susul partner sehidup semati mu itu. Aku mau menemui istriku dan Jesslyn tolong awasi orang-orang yang sedang merapikan tempat ini oke. Jangan sampai ada satu kesalahanpun,"
"Siap tuan muda," jawab mereka serentak kemudian membungkukkan badannya sebelum akhirnya menghilang dari pandangan mereka berdua. Kevin hanya bisa mengamati gerak-gerik Ardan. Dia sebenarnya was-was mengingat sekarang ada seseorang yang harus dia jaga. Gadis yang membuat hatinya bergejolak. Seakan meragukan diri jika harus kembali lagi kejalan gelap lagi.
Ardan segera berlalu. Dia membawa beberapa bungkus bakso untuk semua pengungsi dikamar papi dan maminya.
__ADS_1
"Ayah....." bocah laki-laki tampan itu segera berlari kearah ayahnya.
"Sayang....ini sudah jam berapa kenapa kamu masih melek?" Ardan segera memberikan bungkusan bakso itu kepada istrinya dan kemudian menggendong bocah laki-laki itu.
"Gak bisa bobok," ucapnya dengan bibir yang monyong-monyong. Membuat Ardan terkekeh. Meskipun Rendy bukan darah dagingnya namun dia menyayanginya layaknya anak kandungnya sendiri. Dia kemudian menggiring Rendy untuk duduk bersila diatas karpet yang dipakai untuk mereka berselonjoran.
"Kakak ipar aku juga mau," rengekan kembali terdengar dari mulut Rianna.
"Iya kita bagi-bagi. Ayo siapin dimangkuk,"
Kevin yang saat ini tengah duduk disofa bersama Monica yang tengah bermain-main dengan laptop Nico pun menoleh kearah Kevin. Gadis itu mengerutkan wajahnya saat kevin menghembuskan nafas beratnya.
"Mas Kevin kenapa?" tanya Monica.
__ADS_1
"Aku takut,"
"Kenapa?" Monica kembali menautkan kedua alisnya.
"Aku takut kamu kenapa-napa. Bisakah kamu berjanji padaku? Bisakah kamu berjanji kepadaku kamu akan selalu sehat? Aku harap jika ada penyerangan atau apapun itu kamu baik-baik saja," netra hitam milik Kevin menampakkan betapa dia mencintai Monica dengan dalam. Kemudian dia menyambar tangan Monica dan menggenggamnya.
"Dengar mas kevin. Pada mulanya Allah menciptakan satu jiwa, kemudian dia membelahnya menjadi dua. Sehingga, Allah yang maha pengasih lagi penyayang bisa menyatukannya lagi dalam pernikahan. Setelah ini semoga kita bisa bersatu dalam sebuah hubungan yang dinamakan rumah tangga," Monica tersenyum. Ya dia sudah memutuskan bahwa dia akan mencintai Kevin dalam bahtera rumah tangga. Kevin yang mendengarnya pun langsung memeluk tubuh gadis yang saat ini tengah mengisi relung jiwa raganya.
"Hei apa-apaan kalian berdua !! Dasar kalian telah mengotori mataku yang suci !!" teriak Rianna. "Kayaknya kalian gak pengen makan bakso deh. Buat aku aja ya. Sayang kan kalau mubadzir,"
"Eh Ri. Bilang aja kamu rakus," tak terima dengan ucapan Rianna segera saja dia memindahkan laptop yang semula ada dipangkuannya kini dia taruh diatas meja. Kemudian segera berbaur dengan yang lain duduk diatas karpet. Kevin hanya bisa menggelengkan kepalanya. Melihat gadisnya bahkan selalu bersikap apa adanya.
Ardan bahkan sudah menghabiskan dua mangkuk bakso dan sekarang dia tengah mengambil mangkuk ketiganya entah jatah milik siapa itu dan Rendy entah kenapa tiba-tiba diam. Dan ternyata tertidur dipangkuan suaminya. Segera Ani memindahkan tubuh bocah tampan itu keranjangnya. Dan ketika dia kembali.....
__ADS_1
"Loh mana baksoku?" matanya mengitari mereka yang tengah menyantap bakso. Mencoba kembali memutar pandangannya. Dan ya.....matanya menatap lekat antara Ardan dan Rianna. Hanya dua orang itu yang berani menyerobot makanan miliknya. Berbeda dengan Monica, gadis itu cenderung lebih tak perduli dengan makanan yang bukan miliknya. Jadi bisa dipastikan tersangka utamanya ada diantara kedua orang itu.
Dan benar saja begitu Ani menanyakan dimana bakso miliknya semua mata menatap tajam kearah Ardan. Bahkan laki-laki itu masih dengan pedenya menghabiskan bakso untuk mangkuk kelimanya. Dan yang terakhir itulah bakso milik istrinya yang tinggal separuh itu ludes tak bersisa. Sedangkan Rianna sudah merampok bakso milik Nico dan Gretha yang hanya bisa menatap gadis cantik itu sembari meneguk saliva.