Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season Kedua


__ADS_3


Sinopsis:


Seorang lelaki berusia 28 tahun memiliki wajah yang tampan nan kaya bernama Rendy Saputra Wijaya. Pebisnis terkenal dan menduduki nomor 1 tingkat Asia. Sepak terjangnya dimulai dari usianya yang masih belia. Bahkan sang ayah sekalipun begitu memuji kharismanya sebagai penerus keluarga.


Disamping itu, Rendy Saputra bahkan menguasai Dark Knight miliknya. Melalui sebuah duel pada akhirnya Dark Knight justru menjadi miliknya. Namun, sedikit banyaknya tidak ada yang mengetahui kisah dibalik geng mafia tersebut.


Disisi lain seorang gadis cantik dan anggun bernama Elena Priscillia Vanhoutten. Seorang gadis yang berkarakter ceria itu terpaksa harus menjejakkan kakinya dinegeri London. Mencoba mengjindari perjodohan yang telah diatur oleh kedua orangtuanya.


Gadis yang berusia 21 tahun itu tanpa sengaja mencari masalah dengan sosok pengusaha yang bernama Rendy Saputra. Hingga tanpa disadari keduanya terbelenggu oleh sebuah takdir. Takdir yang harus menyatukan keduanya dalam tali perjodohan.


Akankah keduanya sadar jika keduanya saling mencintai? Lalu bagaimana dengan nasib Rendy ketika Elena mengetahui jika dirinya seorang ketua mafia? Terlebih masa lalu seperti apa yang Elena simpan rapat-rapat. Simak ceritanya hanya dinovel ini.

__ADS_1


******


Disebuah rumah yang megah itu, seorang lelaki yang berusia 61 tahun sedang terbaring santai di tempat tidur bersama istrinya. Seorang wanita yang berusia 46 tahun berpenampilan anggun dan kalem itu terlihat sedang membuka lembar demi lembar majalah Fashion terbaru.


"Sayang," panggil lelaki tua itu dengan suara beratnya.


"Hem," sahut seorang wanita yang mengenakan kacamata minusnya. Tanpa menoleh sedikitpun.


"Hah ... Mas Ardan." Wanita yang masih terlihat ayu itu pad akhirnya mendongakkan kepalanya. Menatap lekat kearah suami yang dia cintai itu. "Mungkin anak-anak sedang sibuk Mas. Kita sebagai orangtua, harus mendukung mereka berdua bukan? Lagian dirumah masih ada Raina dan Kin bukan? Sudahah mas ... Rendy dan Roi sudah dewasa. Biarkan mereka memilih jalan mereka sendiri."


"Sayang ... Usia Rendy itu udah waktunya buat nikah! Ini malah belum nikah-nikah lagi. Bisa bangkotan aku nunggu dia nikah!" kata Ardan dengan nada tinggi.


Mariani melepaskan kacamatanya. Menatap lekat kearah suaminya. Meskipun lelaki didepannya itu lebih tua darinya 15 tahun. tapi sungguh kelakuan macam bocah. Wanita itu menghela nafasnya perlahan.

__ADS_1


"Terus gimana mau Mas Ardan? Rendy sepertinya juga belum punya calon. Masa iya kita suruh dia nikah cepet-cepet?" keluh Mariani.


"Justru itu Sayang! Kita nikahin paksa dia sama anak temenku!" Seru Ardan dengan wajah yang sumringah. Membuat Mariani mendelik kearahnya.


"Ya ampun Mas! Bisa-bisa pantat kamu ditendang sama Rendy! Jangan sok-sok mau jodohin Rendy segala. Biar dia mencari calon sendiri sesuai dengan pilihannya. Kita sebagai orangtua wajib memahami kehendak hatinya Mas," ucap Mariani dengan lembut.


"Lalu aku harus gimana? Aku ini udah tua lo!" Ardan semakin emosi.


"Tanpa kamu ngomong aku dah tau banget kok Mas. Kalau umur Mas Ardan itu udah tua. Tapi kita harus sadar juga kalau Rendy masih ingin mengejar karirnya Mas." Mariani kembali memakai kacamatanya kembali. Kemudian mengambil majalah yang ada dia taruh diatas ranjang dan membacanya kembali.


"Ya sudah sana!" Melempar bantal tepat mengenai wajah Mariani. "Biarin aja aku mati sekalian sebelum melihat cucu!" teriak Ardan kesal.


Sabar Ani ... Sabar. Biar ngambekan begitu itu adalah suamimu sendiri. Ingat sabar.

__ADS_1


__ADS_2